"Woyy semua dengerin gue...hari ini jamkos sampek jam ke lima soalnya banyak guru yang menjadi pengawas ujian kelas 12, Tapi tadi pesan bapak ibu guru kelas harus tetap dikondisikan agar tidak banyak yang berkeliaran diluar kelas" jelas Rizal si ketua kelas di depan kelas.
"HOREEEEE....." kompak semua murid.
Setelah itu semua sibuk dengan aktivitas masing-masing.
________"Huuftt...bosen gue dikelas mulu, kantin yuk laper gue" ajak tere yang sudah merasa tidak betah karena sedari tadi hanya di dalam helas terus.
"Iya nih gue juga bosen disini"tambah meli.
" Eh tunggu deh, nanti kalo kita keluar terus ketemu cowok-cowok gila itu gimana"panik vea saat mereka hendak keluar kelas.
Memang sejak mereka kalah dalam pertandingan basket kemarin tere dkk selalu menghindar dari the boys.
"Iya juga sih...tapi mereka itu disiplin baget jadi gak mungkinlah mereka akan keluar kelas, kan tadi kata rizal gak ada yang boleh keluar kelas" jelas tere mantap.
"Bener tuh, udah ayo!!" ajak ine bersemangat.
Mereka berempat keluar kelas dan sangat hati-hati saat sudah berada di depan pintu mereka menengok ke kelas XI IPA 1 memastikan bahwa tidak ada the boys.
"Mau kemana nona?" tiba-tiba suara besar menghentikan langkah the girls.
"Ya mau ke kantin lah pake nanyak lagi" ketus ine sepontan.
The girls sangat terkejut saat membalikkan badan dan mendapati the boys dengan muka datarnya.
"Kalian gak denger tadi pengumumannya kalo gak boleh keluar kelas" ucap devan datar.
"Ya tapikan gue--" ucap tere terputus.
"Masuk!!" ucap devan tetap datar.
"Gak ada penolakan, kalian inget perjanjian kita kemarin?" ucap levin saat vea sudah bersiap untuk memprotes, sekejap the girls langsung diam.
"Ikut" kata errga datar.
"Hah...apa?lo ngomong apa sih gue gak ngerti" ucap ine binggung.
"Ikutin gue" perintah errga kepada empat gadis yang bingung seribu alasan itu.
Errga berjalan paling depan di ikuti the girls di belakangnya dan devan, derril, levin berjalan sedikit jauh dibelakang the girls.
Perpustakaan...
"Perpustakaan??ngapain coba tuh anak bawa kita kesini" bisik ine pada ketiga temannya, saat langkah errga masuk ke dalam perpustakaan.
"Masuk" ucap errga datar saat tahu the girls hanya diam di depan pintu masuk perpustakaan, dengan terpaksa mereka menurutinya.
Tere, vea, ine, meli terlihat bingung dengan apa yang harus mereka lakukan di sini, ya maklumlah selama sekolah di sini bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka memasuki perpustakaan, mereka memang tidak suka membaca, hanya meli yang bisa dibilang sedikit suka membaca entahlah dari mana mereka bisa pandai hanya mereka dan tuhan yang tau.
Tiba-tiba devan menarik tangan tere menjauh dari mereka, meli yang notabenya sedikit suka membaca dia mulai berjalan kejajaran rak-rak buku yang berisi novel remaja dan diam-diam levin mengikutinya.
"Ikut" ucap errga singkat pada ine.
"Hah...apaan?lo ngomong apaan si ga?gue gak ngerti" protes ine karena bingung dengan ucapan errga yang memang irit bicara itu.
Errga memutar bola matanya malas lalu menarik tangan ine begitu saja membiarkan ine yang masih mengoceh dengan berbagai pertanyaan yang sama sekali tidak di respon oleh errga.

KAMU SEDANG MEMBACA
4 Trauble Angel(hiatus)
Teen FictionBagaimana rasanya jika kehidupan kalian yang awalnya sangat menyenangkan dan penuh tantangan harus berubah dan di atur oleh orang yang baru kamu kenal? Itulah yang dirasakan ke empat cewek trouble angel siapalagi kalau bukan Tere, Vea, Ine, dan Meli...