Gue nggak bisa nahan air mata ini mengalir. Baru beberapa jam lalu kami berbicara dan saling berdebat, namun yang gue lihat sekarang justru Taeyong terbaring lemah dan berjuang melawan mautnya. Kami semua begitu panik. Kecelakaan motor yang menimpanya membuat keadaannya kritis. Dokter bilang dia kehilangan banyak darah. Diperparah lagi pembuluh darah di kepalanya pecah sehingga ia harus dioperasi berjam-jam lamanya.
Gue meluk eomma sedari tadi. Jadi, inilah alasan kenapa Papa Taeyong sampe marah-marah ke eomma. Bahkan beliau juga marah kepadaku. Semua ini memang salahku. Gue yang terakhir kali ngobrol sama Taeyong. Dia pasti nggak bisa fokus nyetir gara-gara omongan gue yang nyakitin hati dia. Gue nyesel. Andai aja gue bisa ngulang waktu...
Apa yang gue anggap jalan terbaik, malah menjadi jalan terburuk bagi kehidupan Taeyong.
Gue mohon... lo harus bisa berjuang Yong. Lo harus bangun!
"Lihat apa yang terjadi pada anak saya?"
"Kamulah penyebabnya! Apa yang sudah kamu katakan sama anak saya huh?"
"Jangan sok berkuasa atas dirinya! Ingat! Kamu hanya anak pembantu! Apa kamu sadar itu?"
Gue masih nangis. Biarin aja Papa Taeyong menghina atau menindas gue kayak gimanapun. Gue pantas menerimanya.
"Anak saya begitu menyukai kamu! Dan kamu pikir kamu siapa? Seenaknya kamu menolak dia, seolah-olah kamu paling berkuasa di hatinya!"
Papa Taeyong terlihat sangat frustasi. Beberapa kali beliau memegangi kepalanya seperti sedang pusing berat. Sementara Mama Taeyong tetap duduk terpuruk pada kursi tunggu. Mengeluarkan air matanya yang tak habis-habis untuk anak kesayangannya.
"Apa yang harus saya lakukan sama kamu Sohyun?! JAWAB! KENAPA KAMU DIAM SAJA?!"
Teriakan Papa Taeyong semakin keras dan itu membuat gue takut. Dengan bibir yang bergetar, gue pun mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"T-tuan... m-maaf-kan s-saya..."
"S-saya hanya mencoba membuat Taeyong jauh dari saya tanpa maksud apapun.."
Papa Taeyong mencengkram bahu gue kuat.
"Dengar ya! Saya suka niat kamu. Tapi lihat apa yang terjadi pada anak saya?? Seharusnya kamu pikirkan matang-matang tindakanmu!! Kamu sudah lama tinggal bersama keluarga kami. Harusnya kamu tahu, Taeyong itu orang seperti apa. Kamu harusnya tahu.. kalau dia... pernah menjadi orang yang terobesi untuk bunuh diri!! Bagaimana kamu bisa lupaa... Sohyunn!!"
Tubuh Papa Taeyong berguncang. Menangis?? Begitulah yang gue lihat.
Satu hal yang baru gue sadari mengenai Taeyong. Dia pernah terobsesi bunuh diri, itu artinya, ia sengaja menabrakkan motornya pada sebuah mobil karena sedang frustasi. Gue..... Gue Kim Sohyun! Gue bukan Kwon Sohyun yang mengenal dia lebih jauh. Kesalahan gue pun rasanya semakin berlipat ganda. Kami semua menangis disini. Tak peduli ini rumah sakit, kami tak dapat membendung air mata lagi. Dan di benak gue yang ada hanya penyesalan yang berlapis.
"Om!!"
Suara itu terselip di antara kegelisahan kami. Gadis itu datang. Calon tunangan Taeyong, sekarang ini berada di tempat yang sama dengan yang kami singgahi.
"Om! D-dimana Taeyong?!"
Walaupun terlihat tenang, air mata pun ikut lolos pada wajah cantik Hyunmi. Gue tahu... dia pasti tulus mencintai Lee Taeyong. Dia emang yang paling pantas buat Taeyong. Dan bukan gue yang bisanya hanya ngebuat dia celaka.
"Taeyong sedang di ruang operasi. Keadaannya sangat paraah Hyunmi.... Om nggak kuat lagi rasanya!"
Hyunmi merangkul Papa Taeyong berniat mnenangkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lucid Dream ✔
Historia CortaKim Sohyun adalah seorang pembully di sekolahnya. Namun, karena kesalahannya sendiri ia harus berakhir dan terjebak dalam sebuah mimpi buruk. Ketika terbangun ia berada di dunia yang asing sebagai Kwon Sohyun, si gadis tertindas, dan harus bertemu s...
