1 Januari, 2010. Waktu awal di tahun yang baru, akan terciptanya awal bagi banyak orang.
Terlihat sebuah genangan danau yang sangat sunyi, situasi dan keadaan yang sangat bertolak belakang dari 10 jam yang lalu walau ditempat yang sama.
Terlihat matahari yang hendak beranjak kearah atas, suara kicauan burung-burunh yang bertengger di pohon-pohon menggantikan suara bisingnya kembang api di malam tadi.
Seorang pria remaja sedang duduk dipinggir danau, dengan kemeja merah marun dan celana bahan hitamnya yang melaraskan tubuhnya. Ia sedang menatapi air danau yang tenang walau terkadang bergerak dengan riak kecil.
"Membosankan." Terlontar dari mulut Dinka menatap danau dihadapannya.
"Kakak yang membosankan!" Ucap Kisya yang ada berdiri dibelakang Dinka.
"Dari kapan kamu dibelakang kakak?" Tanya Dinka yang tak mengalihkan pandangannya.
"Semenjak kakak berubah dengan muka paling jelek dan buruk sedunia." Ucap Kisya.
"Wajar saja aku dikata begitu kalo yang bilang orang terimut sedunia." Ucap Dinka datar dan memaksakan tersenyum.
"Hufft, apa kakak lupa sama janji semudah itu kak?" Tanya Kisya mendengus.
"Kakak ingat, tapi kakak boleh minta sesuatu juga ga?" Tanya Dinka.
"Iya apa kak?" Tanya Kisya yang ikut duduk disamping kakaknya dengan menjulurkan kakinya kedepan.
"Temani kakak di senang dan sedih." Ucap Dinka tetap menatap danau yang tenang.
"Apa kakak ingin merayuku?" Tanya Kisya meledek dengan wajah seperti sedang berhadapan dengan hal menjijikan.
"Tidak." Jawab Dinka datar.
"Kakak gak seru kaya biasanya, humm yahh kak." Ucap Kisya.
"Aku akan selalu sama kakak ko." Sambungnya sembari menadahkan kepalanya kebahu kakaknya.
"Syukurlah." Gumam Dinka.
"Terus kapan?" Tanya Kisya yang melirik Dinka.
"Jam 3 sore." Jawab Dinka yang sudah paham maksud adiknya.
"Oke kakakku tercinta walau jelek." Ucap Kisya.
"Iya iya." Jawab Dinka.
......
Disebuah ruangan di salah satu gedung besar di ibu kota, terlihat 7 orang sedang berkumpul mengelilingi satu meja persegi panjang.
Ibu kota yang berada 1500 km dari desa Dinka, atau 2x lipat desa ke kota.
"Apa kamu benar berniat ke luar negeri?" Tanya pria berbadan besar dengan setelan jas bewarna biru dengan dalaman kemeja hitam.
"Kau bertanya dengan siapa Tento?" Tanya pria paruh baya berparaskan gagah dengan kemeja panjang merahnya.
"Tentu saja ke Wahdira." Ucap pria tadi yang bernama Tento.
"Aku kesana akan membuat bisnis dengan bos minyak disana." Ucap Wahdira yang tak lain ialah papah Ridia.
"Bersama siapa kau Dira?" Tanya pria tua 50 tahun yang tidak berambut atau botak dengan setelan jas hitam kemeja putih serta dasi hitam panjang di kemejanya.
"Pak tua, kau sangat sok akrab sekali hahaha." Tawa Tento.
"Bolehkah kuhajar anak ini Kayusro?" Tanya pria botak tadi ke pria paruh baya berkemeja merah tadi.
"Silahkan saja pak Rohak." Ucap pria tadi yang bernama Kayusro.
"Apa kau kenal dengan Dinka? Shienarto?" Tanya Wahdira ke pria berumur tua dengan jenggot putih panjang, ia memakai jas putih dengan dalaman kemeja hitam, terlihat ia adalah pemimpin dari para pengusaha di sana.
"Iya aku kenal, dia salah satu anak buah dari bawahanku. Aku bertemu dengannya tempo hari didepan rumah Jayadi." Ucap Shienarto.
"Yahh, iya aku juga kenal dia. Remaja pria paling berpengaruh di desaku." Ucap Jayadi yang terlihat tidak setua Shienarto namun lebih tua dari Wahdira, memiliki kumis tebal dengan jenggot sedikit berwarna hitam dan ia memakai setelan jas berwarna ungu yang terlihat sangat tidak pantas dengan dirinya.
"Lalu kenapa kau mengabaikan pertanyaan pak Rohak tadi Wahdira?" Tanya pria gagah dengan brewok bersetelan kemeja putih panjang dengan jas hitam yang ia tak pakai.
"Aku sudah menjawabnya tadi pelan, ia pun sudah tahu. Kau tenang saja Bastoro." Ujar Wahdira.
"Aku hanya mengingatkan jika itu belum terjadi." Ucap Bastoro.
"Ya aku akan ikut bersamanya." Ujar pria berumur 25 tahun berparaskan tidak terlu besar dan gagah namun memiliki tinggi kisaran 190 cm dan memakai kacamata dengan setelan kemeja hijau yang dilapis rompi hangatnya.
"Istirahat selesai dan kita akan mulai lagi pembicaraan rapatnya." Ucap Shienarto.
.....
Pukul setengah 4 sore di bazar desa.
Terlihat banyak sekali warga desa antusias berbelanja, menemani anaknya menaiki wahana bermain bazar yang dimana nanti malam akan lebih meriah.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Dinka.
"Kebahagiaan." Ucap Kisya menyeringai.
"Bodoh." Ucap Dinka datar sembari menjitak pelan adiknya.
"Kakak selalu bilang orang lain bodoh kan sebenarnya itu siasat kakak untuk menutupi kebodohan kakak kan?" Ledek Kisya.
"Kenapa sekarang kau menjadi pintar?" Tanya Dinka.
"Humm yahh kakak tak pernah sadar karena kakak memang bodoh, wlee." Ledek Kisya.
"Humm, ayo kita ketempat makan dulu! Habis itu kita beli barang yang kau inginkan." Ucap Dinka.
"Semua yang kumau ya kak?!" Ucap Kisya dengan wahah antusias.
"Ternyata benar diriku sedang diporoti." Ucap Dinka sembari menaruh tangannya di keningnya dengan ekspresi wajah seperti orang terkena musibah.
Kakak beradik itupun menghabiskan waktu bersama, mereka bersenang-senang namun dikesenangan yang Dinka rasakan bersama adiknya terganjal oleh sesuatu yang masih menjadi pertanyaan.
Pertanyaan yang ia ingin dapatkan jawabannya,
"Dimana dia dan sedang apa dia saat ini?" Ucap Dinka dalam hatinya.
.....
"Maafkan aku, Dinka." Ucap seorang perempuan yang menuliskan sebuah surat di meja kamarnya yang bertembokan tema kartun winnie the pooh.
"Kamu harus merapikan secepatnya Ridia! Papah akan pulang besok dan mungkin sampai rumah malam atau keesokannya lagi." Ucap ibu Ridia ke Ridia yang sedang menuliskan sebuah surat dan terlihat itu untuk Dinka.
"Iya mah." Ucap Ridia singkat tidak menoleh sama sekali dengan mata tetap tertuju ke kertas yang ia tulis.
......
"Pertanyaan tersulit itu datang dari dirimu sendiri."
.......
******
Terima kasih sudah membaca hingga saat ini, sebagai pembaca yang baik jadi saya berharap sekali kalian bukan hanya membaca tapi juga memberi voment dan follow akunnya ya ^.^
Terima kasih..
The_Pooh1301
KAMU SEDANG MEMBACA
Air dan Minyak
RomanceHigh rank : 3 - #air [30-07-2018] , 13 - #sliceoflife [31-07-2018], 1 - #minyak [20-03-2019] Semua yang diciptakan itu pasti berpasangan, namun tidak semuanya bisa bersatu. Tapi tuhan itu baik, walau tidak bisa bersatu tapi bisa selalu berdampingan...
