"Aniria?" Bingung Dinka menatap perempuan didepannya, perempuan dengan paras cantik menawan, tubuhnya yang bagus tertutupi rapat dengan jaket blazer panjang ujung seperti rok hingga dengkul bewarna hijau tua dengan garis putih besar di tengahnya, selaras dengan syal putih dan celana hitam karet yang ia pakai.
"Kenapa Tara?" Tanya remaja perempuan yang bernama Aniria tersebut.
"Hemm, panggil aku Dinka!" Ucap Dinka.
"Bolehkah aku masuk?" Tanya Aniria dengan bersenyum manis.
"Aku ingin berbicara denganmu nanti! Yasudah ayo masuk." Ucap Dinka yang langsung membalikan badannya.
"Terima kasih tuan." Ucap Aniria meledek.
........
Di meja tamu dengan 3 sofa terdiri 2 sofa panjang dan 1 sofa yang hanya untuk 1 orang.
"Silahkan diminum!" Ucap bunda ramah menaruh 4 kopi dan 1 teh.
"Dinka." Panggil ayah.
"Iya yah?" Tanya Dinka menghampirinya.
"Kamu ikut duduk!" Ucap ayah menyuruh Dinka agar ikut dalam percakapan tersebut.
"Iya yah." Ucap Dinka menurut dan langsung duduk di sofa panjang dan Aniria ikut duduk disampingnya.
"Ck! Kenapa dia duduk disampingku?" Keluh Dinka dalam pikirannya.
Pak Shienarto, Jayadi dan Saraptu duduk disatu sofa panjang. Dinka dan Aniria di sofa panjang satunya dan ayah di sofa satu.
"Jadi kita mulai dari mana?" Tanya pak Saraptu memulai percakapan.
"Kita telah memberangkatkan Wahdira ke Jepang untuk membisniskan sebuah hal yang dimana ia berkata bahwa tentang bisnis minyak." Ucap pak Jayadi.
"Wahdira? Itu nama ayah Ridia bukan?" Pikir Dinka.
"Saya telah mengetahui dan sangat yakin bahwa ada pengkhianatan di organisasi kita." Ucap pak Shienarto yang habis menyeruput kopinya.
"Apa kau yakin?" Tanya pak Jayadi.
"Maaf, jikalau berkenan saya ingin menanyakan? Sebenarnya untuk apa kalian membuat saya terlibat dimana saya hanya bawaham dari pak Jayadi." Ucap ayah.
"Humm jadi anakmu tak memberitahu bahwa saya dan pak Shienarto ingin bertemu denganmu dan istrimu?" Tanya pak Jayadi.
"Dia sudah menyampaikannya pak." Ucap ayah.
Terlihat Dinka kebingungan dengan alur ini.
"Permisi? Apa boleh saya dan Dinka keluar sebentar? Kami ada keperluan." Ucap Aniria mengehela topik pembicaraan.
"Silahkan nak." Ucap pak Shienarto.
"Iya pah." Ucap Aniria.
"Pah?" Kaget Dinka dalam pikirannya.
"Ayo!" Ucap Aniria ke Dinka.
"I-Iya." Ucap Dinka langsung beranjak dan mengikuti Aniria.
........
Dinka dan Aniria pun keluar berjalan di jalan desa yang sudah malam.
"Bukannya kamu yang bilang ingin berbicara? Terus kenapa kamu terbawa suasana untuk ikut pembicaraan mereka?" Tanya Aniria.
"Sekarang jadi ada 2 yang ingin ku tanyakan." Ucap Dinka.
"Iya tanyakan saja!" Ucap Aniria.
"Pertama, kenapa kau datang kerumahku dan apa tujuanmu? Lalu apa hubunganmu dengan pak Shienarto? Kedua, apa yang sebe-" ucapan Dinka pun terpotong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Air dan Minyak
RomantizmHigh rank : 3 - #air [30-07-2018] , 13 - #sliceoflife [31-07-2018], 1 - #minyak [20-03-2019] Semua yang diciptakan itu pasti berpasangan, namun tidak semuanya bisa bersatu. Tapi tuhan itu baik, walau tidak bisa bersatu tapi bisa selalu berdampingan...
