Senin, 1 February 2010.
Pagi hari yang cerah, hari senin tanggal 1 memulai minggu di bulan februari.
Tak ada yang peduli dengan tanggal itu, lagi pula memang tak ada hal istimewa. Seorang remaja pria yang hendak memulai jam sekolahnya sedang bersandarkan bangku sekolah. Disinari cahaya matahari pagi yang melewati kaca jendela sekolah, suasana dan hal-hal itulah yang akan dirindukan nanti setelah lulus sekolah.
"Humm, Ridia?" Gumam Dinka.
"Bagaimana projectmu?" Tanya seorang perempuan berseragam rapih putih abu-abu bertanya kepada Dinka yang sedang melamunkan seseorang yang ia rindukan.
"Humm?" Gumam Dinka menatap perempuan tersebut.
"Ehh? Maaf sudah mengagetkanmu." Ucap perempuan tersebut dan tertulis sehuah nama di saku bajunya, "Amizah Arani".
"Gak apa zah, ada apa?" Tanya Dinka.
"Oumm, bagaimana projectmu?" Tanya Amizah.
"Sudah dikumpulkan, kan memang sudah lewat deadline." Jawab Dinka.
"Tapi, punyaku belum selesai. Gimana ya?" Tanya Amizah.
"Bukankah seharusnya kau bertanya ke Pak Dino?" Tanya Dinka.
"Sudah, tapi aku disuruh menyelesaikan secepatnya. Kalau tidak...." ucap Amizah bingung.
"Yasudah, aku tahu maksudmu." Ucap Dinka.
"Benarkah?" Tanya Amizah terkesima.
"Tapi aku tak bisa, mungkin temanku bisa dan pas sekali kalian sama-sama perempuan." Ucap Dinka.
"Eh?" Bingung Amizah
"Mana alamat rumahmu? Aku saja yang ketempatmu." Ucap Dinka.
"Iya, ini." Ucap Amizah sembari memberikan kartu pelajarnya.
"Yasudah nanti ku kembalikan." Ucap Dinka.
Terlihat jelas alamat Amizah, dan alamat itu sangat dekat dengan rumah seseorang yang sangat Dinka kenal, rumah Ridia.
.........
Pukul 16.30 sore,
"Sangat jarang sekali kau membutuhkanku," ledek Aniria ke Dinka yang selalu diam dari rumah.
"Dia yang membutuhkanmu, bukan aku," jawab Dinka. "jadi ini ya rumahnya?" tanya Dinka yang mengecek kartu pelajar milih Amizah di tangannya.
"Selamat datang," ucap Amizah yang ada didepan gerbang rumahnya.
"Ternyata benar ya?" gumam Dinka.
"Silahkan masuk!" Ucap Amizah.
"Rumahnya sudah kosong ya? Dia memang tidak akan kembali lagi." Pikir Dinka memperhatikan rumah Ridia yang berada tepat disebelah rumah Amizah.
"Hei!" Teriak Aniria di telinga Dinka.
"Iya iya," respon Dinka.
Mereka pun masuk keruma Amizah dan duduk di ruang tamu yang sudah dipersiapkan oleh Amizah.
"Kita kemungkinan hingga malam," ucap Dinka.
"Tak apa kok," jawab Amizah. "yasudah aku kedalam dulu sebentar ya? Kalian duduk saja di sofa dulu!" Ucap Amizah.
"Iya," jawab Dinka dan Aniria.
...........
Mereka pun mengobrol bersama, bercengkrama layaknya sahabat. Aniria yang mengajarkan pemograman-pemograman yang ingin diketahui oleh Amizah. Namun ada sebuah hal yang ganjil, dimana Dinka seperti melihat foto yang sangat tak asing baginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Air dan Minyak
Storie d'amoreHigh rank : 3 - #air [30-07-2018] , 13 - #sliceoflife [31-07-2018], 1 - #minyak [20-03-2019] Semua yang diciptakan itu pasti berpasangan, namun tidak semuanya bisa bersatu. Tapi tuhan itu baik, walau tidak bisa bersatu tapi bisa selalu berdampingan...
