Pintar dan bodoh, kaya dan miskin, baik dan buruk, mereka adalah pasangan tetapi bertolak belakang.
Dipinggir danau, dibawah pohon yag rindang, dibawah langit malam berhiaskan bintang-bintang dicampur gemerlap kembang api yang terpancar dilangit. Tepat pukul jam 12 nanti gemerlap bintang akan tergantikan oleh gemerlap kembang api dalam beberapa menit.
31 Desember, 2009. Tepat pukul 8 malam.
"Dinka? Kapan matangnya sih?" Ucap Ridia yang melamun didepan panggangan sosis.
"Baru kutaruh 5 menit dan kamu hanya melihat saja." Celetuk Dinka.
"Jahat!" Ucap Ridia.
"Heh?" Bingung Dinka.
"Iya, kan perempuan itu hanya harus menikmati saja tanpa harus bersusah payah. Jadi kamu sebagai laki-laki yang harus berjuang dan nanti menikmatinya sama aku." Cengir Ridia.
"Dasar cewek." Ucap Dinka.
"Hehe." Tawa Ridia.
......
Waktu pun berlalu dengan sendirinya, waktu yang terus berjalan. Ada ungkapan bahwa "waktu akan lama berjalannya jika kamu menunggunya. Namun kebalikannya, waktu akan cepat berlalu jika kamu menikmatinya".
"Bun? Apa ayah udah pulang?" Tanya Kisya ke bunda.
"Sudah, dia lagi dijalan pulang." Jawab bunda.
"Ayah bawa apa ya bun?" Tanya Kisya dengan pose berpikir.
"Bawa diri, hehehe." Ucap bunda.
"Ihh bunda, maksudnya bawa daging ayam atau apa gitu." Ucap Kisya.
"Ayah sekarang masih jauh diperjalanan." Ucap seseorang dari pintu, dengan suara agak serak pria dewasa.
"Ayah?!" Kaget Kisya yang langsung beranjak dari duduknya dan berlari menghampiri ayahnya.
"Ayah pulang." Ucap ayah.
"Nih yah." Ucap bunda yang menyuguhkan air minum.
"Terima kasih bun." Ucap ayah yang menerima gelas berisikan air dari sang istri tercintanya.
"Ayah bawa pulang apa?" Tanya Kisya.
"Humm ayah bawa kembang api nih, nanti kita pasang pas jam 12 ya. Terus ayah juga bawa makanan-makanan cemilan kesukaan kamu." Ucap ayah.
"Terima kasih yah." Ucap Kisya.
"Sebenarnya kita udah punya ayam tinggal dipanggang, jadi ayah gausah beli lagi diluar." Ucap bunda ke Kisya.
"Oh, ihh bunda gabilang dari tadi nih." Ucap Kisya.
"Ayo kita manggang!" Seru ayah.
"Ayo yah, bun." Ucap Kisya dengan wajah riangnya.
Mereka pun memanggang dan bercengkrama sebagai keluarga kecil yang bahagia.
Ayah yang berkerja sebagai kepala perdagangan di sebuah perusahaan barang di kota membuat keluarga Dinka bercukupan untuk hidup kesehari-harinya.
......
Jam pun sudah menunjuk pukul setengah 12, waktu dimana menuju sang puncak akhir tahun. Waktu yang akan membuat langit bercahayakan gemerlap kembang api, malam yang diriuhkan dengan suara-suara terompet dan alam pun menyaksikan semua itu.
"Kita tinggal nunggu kembang api ya." Ucap Dinka yang merebahkan dirinya di tikar pinggir danau.
"Kalau sudah kenyang, mata pengen sekali tertutup buat tidur." Ucap Ridia yang merebahkan dirinya juga disamping Dinka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Air dan Minyak
Storie d'amoreHigh rank : 3 - #air [30-07-2018] , 13 - #sliceoflife [31-07-2018], 1 - #minyak [20-03-2019] Semua yang diciptakan itu pasti berpasangan, namun tidak semuanya bisa bersatu. Tapi tuhan itu baik, walau tidak bisa bersatu tapi bisa selalu berdampingan...
