Chapter 15 : Good Day or Bad Day ?.

38 11 8
                                        

"Aku butuh kamu," ucap Dinka sembari memeluk erat Aniria dan Aniria pun membalas pelukan erat Dinka. Mereka berdua berpelukan di bawah langit malam yang indah walau terasa dinginnya angin malam.

Dinka pun melepas pelukannya, dan Aniria mengelap air mata Dinka di pipinya.

"Aku cinta kamu," ucap Aniria jelas dan Dinka hanya membalas senyum datar.

Mereka pun beranjak pulang, berjalan berdua bergandengan tangan di jalan desa yang masih minim akan penerangan jalan.

.......

Pukul 11.55 malam, Dinka dan Aniria pun sampai.

"Aku lelah," ucap Dinka yang berjalan duluan ingin masuk ke rumah. "Dinka?," panggil Aniria yang membuat Dinka berhenti sejenak.

"Boleh tunggu sebentar?," tanya Aniria. "Ada apa?," tanya balik Dinka.

Jam pun tepat tengah malam, hari pun berganti. Waktu terus berlalu dan maju tak kenal kembali ataupun berhenti.

Selasa, 2 Februari 2010.

Grabb!! Aniria berlari dan langsung memeluk Dinka, hanya sesaat dan dia pun memegang kedua pipi Dinka dan mengarahkan wajah ia ke wajah Dinka, Aniria pun mencium Dinka. Tubuhnya yg lebih pendek membuat dirinya menjinjit untuk mencium bibir Dinka.

Mereka pun berciuman mesra, terbawa suasana dan dinginnya malam. Setelah itu Aniria pun melepasnya.

"Itu pembalasan yang tadi, huh." dengus Aniria.

"Dasar," ucap Dinka mengacak-acak rambut Aniria, tak lama Aniria pun menatap kembali Dinka dengan wajah penuh rasa cintanya.

"Selamat ulang tahun Dinka yang ku sayang." Ucap Aniria jelas singkat dan padat membuat Dinka tersentak.

Air mata Dinka pun menetes, Aniria yang mengerti ia pun memeluk erat Dinka.

"Terima kasih, Aniria." Ucap Dinka yang dalam pelukan Aniria. "Iya aku tahu, aku bukan siapa-siapa lagi bagimu sekarang. Aku tahu, hanya Ridia di pikiranmu sekarang dan hanya dia yang sangat kau harapkan berada di sampingmu saat ini," ucap Aniria, "aku akan selalu berada bersamamu sekarang." Sambung Aniria.

"Terima kasih," jawab Dinka singkat.

Selesai mereka berpelukan, mereka pun berjalan ke arah pintu yang menuju ruang tamu rumah Dinka.

Tok! Tok! Tok! Aniria yang mengetuk pintu karena pintu sudah terkunci.

Kltak! Kltak! Suara kunci pintu yang dibuka.

Dinka dan Aniria pun membuka pintu dan di dapat Kisya yang membukakan pintu dan itu membuat Dinka kaget sekaligus geram karena adiknya belum tidur jam segini.

"Kenapa kau belum tidur?," tanya Dinka dengan wajah mengancam.

"Aku belum tidur?, yahh karena?, hmmm." Ucap Kisya.

Tak! Tak! Saklar lampu yang mati pun di nyalakan dan......

"Surprisssseeeeee." Teriak bunda, ayah dan Kisya. Terlihat property-property ulang tahun pun terpampang jelas serta tertata-tata sangat tapi menghias seluruh ruang tamu.

"Selamat ulang tahun sayang," ucap bunda tersenyum sembari membawa kue dengan lilin menyala berbentuk angka 19.

Dinka pun tersenyum dan menyalimi bunda serta ayah yang ada di samping bunda.

"Selamat ulang tahun kami ucapkan, selamat panjang umur kita kan doakan, selamat sejahtera sehat sentosa, selamat panjang umur dan bahagia." Ayah, bunda, Kisya, Aniria pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Dinka dengan sangat gembira seakan ingin membuat Dinka bahagia di hari bertambah umurnya.

Mereka pun bernyanyi bersama, meniup lilin dan memotong kue serta memakannya bersama.
Selang sejam pesta pun usai dan hanya Dinka yang terjaga di teras rumahnya.

"Dirimu benar-benar pergi ya, Ridia?" Ucap Dinka dalam hatinya dan terlihat Dinka menutup kedua matanya seakan tak ingin melihat dan merasakan apapun saat itu.

"Aku mencintaimu," ucapan Ridia yang tertulis di surat yang ia berikan ke Dinka.

Dan Dinka teringat ucapan seorang lagi,

"Aku cinta kamu," Dinka teringat ucapan-ucapan Aniria, dan Dinka tahu bahwa hanya Aniria yang bisa ada untuknya saat ini dan hanya dia mungkin yang bisa membuat Dinka melupakan kesedihannya dan tersenyum tulus kembali.

...........

"Aku mencintaimu dan Aku cinta kamu."

...........

******

Terima kasih sudah membaca hingga saat ini, sebagai pembaca yang baik jadi saya berharap sekali kalian bukan hanya membaca tapi juga memberi voment dan follow akunnya ya ^.^

Terima kasih..

The_Pooh1301


Air dan MinyakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang