Chapter 13 : Answer In Your Heart.

36 12 2
                                        

"Kenapa kau lebam begini nak!" Kaget bunda yang melihat Dinka tiba dirumah dengan luka lebam dimata kiri dan pipinya.

"Dia berantem bun, sok jagoan banget kan ya." Celetuk Kisya yang berada disebelah kanan Dinka.

"Maaf bun, Dinka begini karena aku." Ucap Aniria dengan merasa bersalah, dia ada disebelah kiri Dinka.

"Diamlah." Ucap Dinka yang berjalan hendak ke kamarnya.

Plekk!

Bunda dengan cepat menangkap tangan Dinka yang hendak kekamar.

"Kisya! Aniria! Kalian kekamar kalian, ganti baju! Lalu makan!" Perintah bunda.

"Iya bun." Jawab Kisya dan Aniria serempak.

"Dan kamu Dinka, duduk disofa! Bunda obatin luka kamu dan bunda pengen kamu jelasin semuanya!" Tegas bunda.

"Iya iya bun." Jawab Dinka mengalah karena aura menakutkan bundanya.

........

"Sekarang kamu ceritain kenapa bisa dapet luka ini." Ucap bunda sembari mengompres luka-luka Dinka.

"A-ah a-aduhh, Bun- ih bunda." Rintih Dinka kesakitan.

"Kamu merintih, bunda malah bikin kamu tambah sakit bukan diobatin." Ucap bunda.

"Iya bun." Jawab Dinka.

"Ceritain!" Bentak bunda.

"Iya, jadi gini......." Dinka pun menceritakan kejadian pagi tadi yang menimpa dirinya dan Aniria.

Entah kenapa Dinka ingin sekali repot-repot menolong Aniria, padahal ia tahu bahwa tidak ada lagi perasaannya ke Aniria. Dulu pernah cinta tapi sekarang seharusnya sudah kandas karena kekecewaan dan waktu, lalu kenapa?

Pertanyaan itu terus terbenak dan teriang-iang dikepala Dinka.

"Laki-laki memang wajar ribut tapi kenapa kamu yang mengajak mereka buat ribut sih?!" Tanya bunda.

"Gatau aku juga bun." Jawab dinka.

"Jawaban yang gamemuaskan." Ucap bunda sembari menekan luka Dinka dan membuatnya merintih.

"Kamu kalo lagi kesakitan gini lucu." Ucap bunda menyengir.

"Bunda ish." Keluh Dinka.

"Bunda tau ko perasaan itu sulit dimengerti, apalagi perasaan seorang laki-laki. Banyak orang berkata perasaan seorang wanita adalah yang paling sulit dipahami, tetapi sebenarnya laki-laki lah yang lebih sulit." Ucap bunda.

"......" Dinka pun hanya bisa bergumam.

"Bunda tau kok, ada perasaan cinta yang sesungguhnya dan yang pura-pura. Bisa dikatakan tulus dan tidak, bahkan bisa saja kamu yang bilang cinta dengan orang itu tetapi sebenarnya diri kamu didalam dan hatimu menolaknya dan kamu enggak tulus mencintainya, lalu sebaliknya. Kamu yang bilang gamencintainya, bisa saja hatimu sangat mencintainya dan kamu tulus serta berjuang untuknya. Perasaan seseorang itu adalah hal yang paling sulit dipahami, makanya para ilmuwan sekalipun, professor itu tidak ada yang bisa menjelaskan dan meneliti apa yang dinamakan perasaan." Jelas bunda panjang lebar.

"Bunda?" Bingung Dinka.

"Ehh, bunda jadi ngelantur ya." Senyum bunda.

"Engga bunda, Dinka paham betul kok apa yang bunda sampaikan tadi." Ucap Dinka.

"Oh jadi begitu ya." Gumam bunda.

"Dinka mau nanya bun, perasaan Dinka ke Ridia gimana ya? Terus ke Aniria? Kisya? Gimana bun? Dinka ga ngerti." Tanya Dinka.

Air dan MinyakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang