Zee POV
Waktu berjalan begitu cepat, hingga tak terasa hari hari yang rasa nya baru saja ku jalani sudah berlalu tanpa permisi .
Dan aku masih menatap wajah tenang yang terpejam lelap, padahal ini sudah pagi.
Aku pun beranjak hati hati agar tak membangun kan tidur nya kemudian melangkahkan kaki ku menuruni tangga menuju dapur.
Aku akan mencoba memasak sesuatu untuk suami ku, rasa nya wajah ku tak pernah berhenti tersenyum hingga pegal pipi ku di buat nya.
Yaa aku merasakan kebahagiaan yang tak bisa ku ungkap dengan kata kata
Entah bagaimana awal nya aku bisa begitu sangat mencintai nya.
Setelah mencari bahan bahan di dalam kulkas aku mencoba membuat sarapan yang entah lah aku pun ragu dengan rasa nya.
semoga saja Edd mau memakan nya..
Normal vop
Edd membuka mata nya pelan rasa kantuk nya masih mengantung di pelupuk mata nya yang terasa sangat berat.
Namun hal itu tak berlangsung lama saat tangan Edd mencoba menggapai tubuh mungil istri nya yang sudah menghilang dari tempat tidur.
Edd terduduk dan mengusap wajah nya kasar " Dimana gadis nakal itu? " senyum nya saat mencium aroma soup vanila yang terasa sangat manis itu.
Edd berjalan menuju dapur, kini mata nya melihat gadis mungil yang ia cari cari sedari tadi, " di sini rupa nya heh " gumam Edd pelan seraya mencium pundak zee.
Kau sudah bangun? " tanya zee yang terus mengaduk soup nya.
" ya dan kau meninggalkan aku sendiri, tidak sopan!! " sahut edd datar, namun di akhiri ciuman singkat di bibir zee
" Maafkan aku " ucap zee seraya mengantungkan tangan nya di pundak Edd.
"You wanna breakfast ?" tanya zee kembali, seraya menatap lekat wajah suami nya itu.
" Yess honey, i feel hungry now " sahut edd setengah mendesah membuat wajah zee meremang karna hembusan nafas Edd .
" Come on!! " zee pun menduduk kan Edd di kursi kayu ukir mewah khas Mexico dengan wajah sumringah
Dan menuangkan soup hangat ke dalam mangkuk dan menaruh nya di depan Edd dengan hati hati.
Kini mata edd terbuka lebar dari rasa kantuk nya, kemudian mencium aroma soup di hadapan nya dengan wajah riang.
" Rasa nya aku tidak ingin pulang honey bisakah kita tinggal lebih lama di sini? " ucap edd penuh harap sembari menyuap kan sendok berisi soup kedalam mulut nya.
Edd tidak ingin kebahagiaan ini kembali berantakan karna perjanjian konyol nya dengan stuart yang tak bisa ia lupakan setiap saat.
Zee menatap Edd dengan wajah heran
Bukan kah tumpukan pekerjaan mu sudah menanti di sana " polos zee yang tahu bahwa Edd pasti sangat di nanti nanti oleh seluruh staff perusahaan karna sudah lama ia tinggalkan.
Kau benar honey" Edd mengela nafas nya lirih.
Zee yang melihat expresi Edd mulai berubah sendu merasa bersalah karna ucapan nya
" Amm, mmm.. Aku tidak bermaksud membuat mood mu buruk dengan membahas pekerjaan " ucap zee pelan
No, honey dont worry im fine " ucap nya yang melihat wajah zee merasa bersalah.
" Kita akan pulang sore ini " senyum edd yang kemudian melanjutkan sarapan nya.
Zee hanya mengangguk pelan, ia tidak tau apa suasana seperti ini akan tetap berlanjut sampai di Rhoma.
Edd yang setiap hari tak pernah berjauhan dengan laptop dan berkas berkas nya hanya membuat zee semakin gelisah membayangkan nya.
Aku benar benar berharap kau tidak kembali berubah seperti awal.
Mengabaikan ku, meninggal kan ku tanpa alasan dan mendiamkan ku meski kita sangat dekat.
Aku takut...
**************************
JANGAN LUPA VOMEN
JAN PELIT!!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
My Second Life END
Roman d'amourProses Revisi - [mature Romance] [18++] [adult part] COMPLICATED+ ENDING PART CERITA LENGKAP .. Menikah.. kata itu seakan menjadi akhir dari kehidupan di dunia ini Pemikiran buruk itu bahkan selalu terngiang ngiang sepanjang waktu. Dimana harus...
