ZHEELA FEELS

18.7K 592 2
                                        

Jangan lupa vomen yaa
.
.
Happy readding.

*

**
" Aku masih mematung, stelah Edd berlalu ..

Setelah mengumpat, ia selalu pergi tanpa bicara. entah di anggap apa aku ini, sungguh menyebal kan!!

Andaikan Stuart ada di sini, mungkin rasa bosan ini akan cukup terobati,
Ya, aku masih terduduk di sofa di samping tempat tidur ku
Edd memindahkan ku, ke kamar lain. sungguh ini membuat status pernikahan kami menjadi semakin tak terlihat nyata.

Tapi bagus lah! aku pun malas jika harus terus melihat wajah nya.

Stelah hampir mati terbunuh bosan, aku memutuskan untuk menemui joana, siapa tau ia mau menemani ku mengobrol melewati hari menyebalkan ini.

Aku melihat joana sedang mencatat sesuatu,

" Haii jo, apa kau sibuk?" joana yang terkejut melihat ku, karna sudah berdiri di samping nya

" Oh maaf nona, saya tidak melihat anda" ucap nya pelan, dan Aku hanya menatap nya datar

" Tidak nona, saya tidak terlalu sibuk" ucap nya, sembari menutup buku catatan nya.

Aku hanya tersenyum kaku, ya setidak nya sekarang aku tidak akan diam di kamar lagi.

" Apa nona butuh sesuatu "tanya nya. 

" Tidak! aku hanya bosan" ucap ku lirih,  mungkin terlihat merengek.

Usia joana lebih tua dari ku, mungkin usia nya sama dengan kakak ku maxiem, atau mungkin lebih

" Lalu apa yang bisa saya lakukan nona" tanya nya lagi.

" Aku akan menemanimu melakukan pekerjaan rumah " Tawar ku riang.

Seketika joana membulat kan mata nya, "Jangan nona, ini rumah anda" jawab nya setengah ketakutan.

" Ya lalu apa salah nya "ucap ku mengangkat bahu. Tak mengerti

Tuan Edd akan marah nona jika megetahui hal ini " ucap joana dengan nada seperti memohon.

" baik lah-baik lah, klo begitu temani aku mengobrol "ucap ku seraya tersenyum, joana pun mengangguk cepat..

" Oh ya dimana Edd?" tanyaku yang baru menyadari tidak melihat Edd sejak pagi.

Tuan pergi ke Canada nona " jawab nya ragu
 
" Canada? " ucap ku terkejut, saat mendengar ia pergi ke Negara asal ku

Dan ya kini aku hanya bisa menghela nafas panjang, pria itu benar benar tidak berbicara padaku, bahwa hari ini ia akan pergi ke Amerika! sebenarnya hati kecil ku sedih, bagaimana pun Edd adalah suami ku, dan aku istri nya.

Aku berhak tau, dia pergi kemana dan di mana.

Bagaimana bisa ia memperlakukan aku sperti orang asing yang tidak ia kenal.

Sesaat rasa bosan ku terganti dengan rasa kesal dan sedih, meski mati matian ku menahan rasa sakit, ternyata aku tidak sekuat itu.

Rasa nya air mata ku akan jatuh, dan aku segera berlari ke lantai atas di mana kamar ku berada.

Joana hanya terpaku di tempatnya melihat sikap ku yang tiba tiba berubah setelah mendengar Edd pergi, mungkin ia memahami arti tak di anggap oleh suami sendiri seperti apa rasa nya.

Kau tidak tau Edd, betapa susah payahnya aku mencoba menerima takdir ini, menerima keputusan yang memutuskan kehidupan bebas ku, mengakhiri masa di mana harus nya saat ini aku masih bisa bermain bebas bahkan Hang out di Mall dan bercanda dengan teman teman seusia ku.

Bukan malah terkurung di dalam rumah megah tak berpenghuni seperti ini.

Air mata ku tertumpah juga akhirnya, yaa rasanya mata ini tak mampu lagi menahan bendungan air mata duka ku selama ini.

Entah setelah smua ini terjadi aku harus menyalah kan siapa? "

Ini sangat menyiksa ku..
Yaa malam ini sperti nya akan ku lalui dengan tangisan lagi. " Mom aku merindukan rumah aku ingin pulang dan hidup sperti dulu" batin ku terisak

tak terasa mata ku lelah entah berapa lama aku menangis, dan aku pun tertidur.

****
Matahari yang memaksa memasuki celah  tirai gorden kamar ku, membuat tidurku terusik, seketika mata ku langsung melebar menyadari posisi tidur ku saat ini, aku tidur di atas tempat tidur ku.

seingatku, terakhir aku menangis di sofa dekat jendela, lalu siapa yang memindahkan ku, ke atas tempat tidur?

Tiba tiba terdengar suara yang tak asing , datang dari arah pintu kamar ku.

yaa dia stuart, apa dia ada di sini?
Tapi sejak kapan? apa dia juga yang sudah memindahkan aku, kepala ku terus berputar memikirkan hal hal ini

" Oh haii, kau sudah bangun zee" ucap nya lembut seraya tersenyum.

Ohh dia memang selalu terlihat tampan.
Saat ku lihat senyuman manis di wajah tegas nya
Aku hanya bisa menatap nya lekat tanpa mampu menjawab ucapannya atau mengatakan bahwa aku mulai menyukai nya.

Andaikan dialah suami ku, mungkin setiap hari, aku akan selalu tersenyum bahagia.

Heii.. "ucap stuart, seketika membuyar kan khayalan ku.

Apa kau masih mengantuk " tanya stuart lembut.dan aku hanya menggeleng pelan.

Baik lah, sebaik nya kau mandi, dan kita sarapan, karna hari ini aku akan mendaftarkan mu ke Universitas, agar kau dapat melanjutkan pendidkan mu zee" senyum stuart yang membuatku tersenyum bahagia.

jika tidak ingat aku sudah menikah aku pasti sudah memeluk dan mencium pipi nya..

Andai..

Terimakasih tuhan..
Kau hadir kan ia sebagai pengobat luka dan kesedihan ku..
Rasa nya aku ingin melupakan bahwa aku sudah menikah..
Yaa.. Aku ingin menjadi sesuatu dalam hidup  nya..

TBC..

My Second Life ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang