Chapter 33

37 1 0
                                        

Setelah berbicara banyak dengan Chanyeol, Yoonhe memberanikan dirinya masuk kedalam ruangan yang masih menjadi saksi kehancuran sehun saat itu.
Sebelum masuk Yoonhe melihat dnegan jelas Dahyun masih memeluk tubuh Sehun yang terduduk di bawah lantai. Tak sengaka mata Dahyun  bertemu dengan Yoonhe.
Dengan memberi isyarat untuk masuk Dahyun melepaskan pelukannya pada sehun dan menyuruh Yoonhe untik masuk.

Dahyun menggenggam erat tangan Yoonhe dna berkata.
"Oppa saat ini sedang membutuhkanmu, temuilah dia.. "Ucap Dahyun sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.

Yoonhe mulai melangkahkan kakinya dan mensejajarkan wajahnya di hadapan Sehun. Yoonhe melihat dnegan jelas raut wajah Sehun saat ini. Sehun benar-benar snaagt hancur, wajah tampan yang selalu menghiasinya sekarang berubah menjadi banjiran air mata yang mengalir. Perlahan Yoonhe menyentuh wajah yang penuh air mata itu. Sehun mulai menatapnya, mereka mulai saling menatap, namun Sehun kembali menunduk tak bisa menahan  air matanya yang terus saja mengalir. Kemudian Yoonhe membawa Sehun kedalam pelukannya, dan tangannya menepuk-nepuk punggung sehun.

Sehun mukai mwmbalas pelukan Yoonhe dan menopang kepalanya di pundak Yoonhe. Seketika pundak Yoonhe basah akibat air mata sehun yang terus saja terjatuh.

"Aku tidak tau harus berbuat apalagi setelah ini, aku benar-benar sudah tidak memiliki siapapun.. Ayah dan ibuku ... "

"Hssst .. Sudah.. Jangan menangis lagi.. Kau masih memilikiku dan Dahyun. kau bukan sebatang kara.."

Sehun kembali mengeratkan pelukannya Pada Yoonhe.

"Ini semua gara-gara ibuku.. Maafkan aku.. Maafkan aku karena... "

"Bukan.. Ini bukan salahmu... "

"Aku sungguh minta maaf Sehun-ahh.. Maafkan aku.. "Ucapnya hancur pada sehun.

Sehun tak membalas apapun perkataan Yoonhe dia hanya membalasnya dengan pekukan hangat dan erat yang mungkin artinya agar Yoonhe lebih tenang.

Diluar Dahyun menemukan Junmyeon yang sedang terduduk di ruang tunggu. Dahyun menghampiri Junmyeon dan duduk disebelahnya.

Junmyeon terkejut dan menoleh kearah Dahyun yang terlihat sedih.
Dahyun menundukkan kepalanya menahan tetesan air matanya agar tidak keluar. Namun, Dahyun tak bisa dan membiarkan air matanya keluar.

"Aku tak bisa melihat Oppa seperti ini, aku... Aku belum pernah melihatnya selemah ini.. Oppa yang selalu kuat .. dan... "Ucapnua terpotong kala Junmyeon membawa Dahyun kepelukannya.

"Sehun juga manusia Dahyun, punya hati dan perasaan yang dimiliki semua manusia pada umumnya. Rapuh ketika orang yang dia sayangi hilang dari kehidupannya, itu sangat wajar. "Kata Junmyeon mengelus rambut Dahyun.

Tiba-tiba seseorang datang tepat dihadapan Dahyun dan Junmyeon yang sedang berpelukan.

"Permisi.. "Ucap lelaki itu membuat Dahyun menoleh kearah suara itu.

"Yixing oppa?"ucap Dahyun dan melepas pelukannya pada Junmyeon.

Kemudian Dahyun memeluknya dengan sangat erat.
"Aku sangat merindukanmu"ucap yixing

Junmyeon yang tadinya duduk diruang tunggu mulai beranjak dan memilih untuk pergi ke toilet.

Tak berapa lama Dahyun dan Yixing duduk berdampingan dan Dahyun menceritakan semua masalah yang ada selama Yixing berada diChina.

"Sudhalah jangan menangis aku tau ini berat tapi... Kita tak bisa mengu ah takdir Tuhan. Kau harus kuat"ucap Yixing mengelus puncak kepala Dahyun.

"Tapi aku merasa senang kau bisa berada disini, aku sangat merindukanmu"

"Maafkan aku selau tak bisa berada disisimu saat kau membutuhkan sandaran. "

GONETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang