19. Keras Kepala

11.2K 1.3K 58
                                        



Qiqi bergerak gesit melewati pohon pohon, ia sudah mengisi tenaganya dan dapat bergerak dalam waktu yang cukup lama

Angin kencang menampar nampar wajah Jiao An, ia sedikit bersyukur telah memotong rambutnya pendek pendek. Jika tidak ia sudah pasti akan terus mengeluh dengan rambut panjang yang kusut

Ada pun Mu Zhao Yang dibelakangnya terus berteriak kekaguman.

Jiao An tidak pernah rela menyerahkan Mu Zhao Yang ke sekte Chao Mei selagi Xiang Lun dan orang orang serakah lainnya melihat Mu Zhao Yang ini sudah pasti ia akan menyiksa pemuda ini!

Rencana Jiao An adalah selagi ia menuju tempat Hui Fang ia akan mengantarkan Mu Zhao Yang kerumahnya. Berpikir itu adalah rencana brilian ia sama sekali tidak menyangka penolakan Mu Zhao Yang...

"Aku tidak mau kembali kerumah!!" ucapnya keras, wajahnya dipenuhi ketakutan

Ia memerintahkan Qiqi untuk berhenti ke pinggir hutan menurunkan Mu Zhao Yang bermaksut menanyai dimana rumahnya. Ada pun Mu Chuang itu Jiao An berjanji akan menamparnya puluhan kali karena meninggalkan pemuda ini dikota

Tapi ia tidak menyangka Mu Zhao Yang langsung menolak keras, wajahnya ketakutan dan ia langsung memeluk Qiqi kuat kuat

"Kenapa kau tidak mau kembali kerumah??" tanya Jiao An menutupi dahinya, ia seakan membujuk anak kecil untuk makan

Qiqi yang lehernya tercekik akibat pelukan erat pemuda itu "....."

"Aku tidak mau! Disana sangat menakutkan! Adik Hua tidak suka dengan Zhao Yang ini?? Adik Hua membenci Zhao Yang ini??" mata polos itu dipenuhi kabut menyedihkan

Jiao An ".........." Kenapa aku merasa aku yang telah melakukan kejahatan ah!!

"Disini bukan tempatmu, dan juga aku akan segera pergi" Jiao An mencoba menjelaskan ia mencari kalimat agar mudah dimengerti

"Kemana pun adik Hua pergi! Zhao Yang akan ikut!!"

Garis garis hitam mendadak muncul didahi Jiao An

"Bukankah dirumah Zhao Yang memiliki keluarga?? Mereka pasti mencemaskanmu"

"Ayah dan ibu Zhao Yang telah pergi" cahaya mata Mu Zhao Yang meredup saat mengucapkan kalimat tersebut

"Semenjak ayah dan ibu meninggal, kakek dan nenek tidak mau lagi berkunjung dikediaman Zhao Yang, saudara sepupu lain pun tidak mau bermain dengan Zhao Yang ini, para pelayan pun selalu memukuli tubuh Zhao Yang..."

Mu Zhao Yang menatap mata Jiao An dengan pandangan menyedihkan membuat seseorang akan luluh bila menatap mata itu

"Hanya adik De Hua yang memperlakukan Zhao Yang ini dengan baik meski baru pertama kali bertemu" ucapannya  bergetar menembus hati Jiao An

Bila ia orang biasa, ia pasti akan menangis dan memeluk Mu Zhao ini dengan sekuat tenaga serta menangis bersamanya

Namun Jiao An adalah seorang pembunuh, kedipan mata menyedihkan itu hanya memantul kembali saat mengenai tubuhnya

Memang ia tidak pernah ditatap menyedihkan oleh para korbannya?? Sudah ratusan kali ia melewati mata mata penuh ketakutan dan menyedihkan, itu sayangnya semua berakhir sama ditangannya. Mati

Ada pun perasaan yang ia miliki terhadap Mu Zhao Yang ini, hanya sangat disayangkan bila sifat polos itu ternoda, bahkan pemuda idiot itu sudah mengalami hal hal mengerikan didalam hidupnya ia masih dapat tersenyum tanpa dosa

Mungkin karena jangka pikir otaknya yang pendek maka Mu Zhao Yang ini dapat berpikir demikian? Memikirkannya saja membuat Jiao An menggelang gelangkan kepala

The Beautiful Killer Cold-Blooded, Perhaps?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang