25. Perompak Gunung (2)

10.5K 1.2K 21
                                        



Dapat dilihatnya seorang pemuda berjubah putih tengah berdiri dibawah pohon, rambutnya berayun ayun tertiup angin yang berhembus lembut. Pemandangan itu bak lukisan yang sangat indah

Jiao An berdiri kaku, ia sedikit terpesona. Karena apa yang dilihatnya benar benar bagaikan lukisan yang sangat indah.

Mu Zhao Yang menoleh, menyadari Jiao An yang berdiri tidak terlalu jauh dari tempatnya segera saja bibir tipis itu tertarik membentuk senyuman lebar bahagia

"Adik De Hua!!" sontak Mu Zhao Yang berlari menghampiri, tapi tanpa sengaja ia terjatuh tersandung batu karena terlalu bersemangat

Alhasil Mu Zhao Yang terjatuh dengan wajah terlebih dahulu menghantam tanah

Jiao An "........."

Entah mengapa ia sempat menyesal membuang detik detik berharganya hanya untuk melihat pemandangan itu dihancurkan oleh kekonyolan pemuda itu

"Adik Hua!! Ini sakit" ucap Mu Zhao Yang masih terduduk ditanah menunjuk wajahnya yang memerah

"Cepat berdiri" balas Jiao An datar masih melihat

Dengan lambat Mu Zhao Yang berdiri, ia sedikit cemberut namun ketika melihat wajah Jiao An yang masih menatapnya ia kembali tersenyum lebar

"Zhao Yang tadi mencari adik De Hua!" jelasnya

"Hmn... " sahut Jiao An ia memperhatikan wajah Mu Zhao Yang, hidung jembatan lurusnya sedikit memerah, tidak terlalu parah dan bisa dipastikan maka kondisinya baik baik saja

"Adik Hua akan segera pergi?? Jangan pernah meninggalkan Zhao Yang sendiri!" ucapnya mengerucutkan bibir

Tingkahnya cukup konyol dan bagaikan anak anak berumur 3 tahun, sayangnya Jiao An tidak memperhatikan tingkah Mu Zhao Yang tersebut, pandangan matanya tertangkap kepada sesosok pemuda berpakaian biru gelap.

Ingatannya tidak akan salah, itu adalah Dai Yu. Salah satu kenalan Li Ming yang mengantarkan nenek Ru,

Mau kemana dia? Terlebih berjalan mengendap ngendap bak pencuri! Awalnya Jiao An tidak terlalu memperhatikan namun matanya menyipit kala menyadari bahwa arah tujuan Dai Yu tampaknya memasuki hutan kearah gunung

Waktu telah beranjak sore, apa yang ia rencanakan?

"Adik Hua!! Adik Hua! Kamu tidak mendengarkan Zhao Yang ini?" dan Mu Zhao Yang setengah berseru untuk memanggilnya

Jiao An menatap tajam terhadap pemuda itu, pandangannya mengisyaratkan diam dengan aura dingin. Mu Zhao Yang menggigil tanpa sadar bahunya menyusut

"Adik Hua kembali menyeramkan" gerutunya pelan tetap saja suara itu terdengar ditelinga Jiao An membuat ia mengerutkan alis

"Tunggu disini bersama Qiqi" perintahnya memasukan Qiqi kedalam lengan Mu Zhao Yang

"Tunggu! Adik Hua mau kemana?!"

"Tuan! Tuan! ajak Qiqi bersamamu!! QAQ"

Segera saja muncul garis garis hitam dikepalanya, ia merasa telah memelihara dua hewan disisinya. Dan kedua anjing ini tidak mau menjauh sedikit pun darinya!

"Jadilah baik, jika tidak aku tidak akan mau mengajakmu kembali!" dengusnya kesal "Dan Qiqi patuhi perintahku. jagalah Zhao Yang dengan baik selagi aku tidak bersamanya!"

Tentu saja perintah terakhir dikirimkan melalui telepati, sistem ditubuh Qiqi tidak bisa menolak perintah darinya membuat serigala berbulu perak itu menunduk dengan raut hampa

The Beautiful Killer Cold-Blooded, Perhaps?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang