36. Peta

8.3K 1K 18
                                        

Liu Wei cuma mengerutkan kening, tepat ketika ia hendak menjawab pintu tenda dibuka Jiao An dan Mu Zhao Yang masuk ke dalam

Awalnya prajurit diluar hendak mencegah mereka, namun ketika menyadari anak lelaki itu yang secara pribadi mendapat undangan dari Jendral Besar mereka sendiri, Liu Wei. membuat meraka menahan diri.

"Je... Jendral" Gu Sha ternganga melihat betapa mudahnya bocah lelaki itu masuk terlebih dengan wajah datar menantang memperlihatkan kesombongan, namun disaat persamaan ia tidak tergoyahkan ditengah perkumpulan lelaki ganas khas Prajurit Bai Zhong

"De Hua" Liu Wei memanggil tidak memperdulikan bawahannya yang sendiri masih ternganga

Jiao An menatap Liu Wei yang saat ini tengah duduk, tatapannya menajam. Ia tidak akan pernah sudi untuk membuang waktunya jika ia harus duduk dan mendengarkan omong kosong!

Ada pun Jiao An rela mengikuti Liu Wei karena hatinya merasa sangat tidak nyaman saat mulut Liu Wei menyebutkan nama Mu Zhao Yang

Jika itu benar benar sebuah ancaman, maka Jiao An lebih memilih kabur dan tak lupa memberikan kekacauan sebagai kenangan, seperti meledakan perkemahan ini contohnya

"Aku sudah disini, apa yang ingin kau katakan sekarang?" tanya Jiao An melirik ke arah meja yang dipenuhi tumpukan kertas serta bercak hitam tinta

"Jangan terlalu terburu buru, apakah kau memiliki urusan sedemikian pentingnya? Untuk saat ini duduk dan tunggu hingga bisnis ini selesai" balas Liu Wei

Mendengar itu Gu Sha dan yang lain melotot dengan takjub

'jendral! Anda yakin!? Kalian bahkan baru pertama kali bertemu dan anda sudah bermurah hati membiarkan ia duduk santai didalam tenda ini?! bagaimana jika ia adalah seorang mata mata!? Ini rencana yang menyangkut sebuah negara ah!!'

Sayangnya telepati yang berusaha keras dikirimkan untuk Liu Wei sama sekali tidak berguna. Membuat bawahannya menangis didalam hati sambil menggigit jari

Ada pun Jiao An, muncul garis garis hitam di wajahnya "....."

Kau hanya membawaku sejauh ini hanya untuk mendengarkan omong kosong dan membuatku menunggu!? Sudah cukup! Aku ingin pergi!!

Dan ketika Jiao An sudah siap untuk membalikan badan, pandangannya terpaku pada Mu Zhao Yang. Pemuda itu sudah duduk dengan nyamannya sambil membawa Qiqi kedalam pelukan menyesakkan

Jiao An "......."

Aku lupa dia masih berada disini....

Dan dengan sangat terpaksa Jiao An menjatuhkan tubuhnya diatas kursi memandang tajam terhadap Qiqi dan Mu Zhao Yang

Sungguh percuma karena tindakannya itu tidak menghasilkan apa apa, Mu Zhao Yang hanya menatapnya polos sementara serigala perak itu menyembunyikan wajahnya dibalik lengan Mu Zhao Yang

Qiqi 'Aku tidak melihat apa pun!! Termasuk tatapan membunuh yang diberikan tuan!!'

Melihat anak itu sedikit patuh membuat Liu Wei mengangguk pelan, sudut matanya yang selalu menajam sedikit mengendur. Dan ia kembali memusatkan perhatian terhadap Gu Sha

Jiao An sedikit bosan, ia benar benar tidak tertarik pembahasan yang dibahas oleh sekumpulan orang orang ini. Jiao An benar benar merasa damai didunia ini, meski sekali lagi ia kembali memerankan kemampuan membunuhnya atau pun menggunakan teknik mematikan

Ia sama sekali tak merasa berat, tidak seperti dulu, waktu dimana identitasnya harus disembunyikan dengan rapat karena ia seorang pembunuh bayaran

Kemana pun ia pergi identitas palsu selalu menyertai, tak dapat bertindak bebas atau pun dengan santai menunjukan wajahnya dimuka umum.

The Beautiful Killer Cold-Blooded, Perhaps?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang