selamat HUT ke-73 kemerdekaan RI
17 agustus 2018
Saat Jiao An sadar, rongga hidungnya sudah dipenuhi aroma obat obatan
Ia membuka mata hanya untuk melihat sepasang mata kuning yang berada disamping menatapnya
"Tuan!! Tuan sudah bangun!" Qiqi menjulurkan lidah gembira, melompat lompat kecil disampingnya
Jiao An bergerak untuk duduk,sebelum menyadari sekujur tubuhnya dipenuhi rasa sakit. ia mengedarkan pandangan sekelliling
"Dimana kita?" tanyanya heran
Ia baru menyadari kepala dan dadanya telah dilingkari perban. Membuat Jiao An berkeringat dingin, apakah wanita itu menyadari ia perempuan sejak awal??
Ia telah berbaring diatas ranjang bambu, sekeliling bangunan ini terbuat dari kayu sederhana dan secarik selimut tipis menyelimuti tubuhnya
"Hui Fang membawa dan merawat tuan" jelas Qiqi
Jiao An mengerutkan kening, benarkah??
"Ah, AnAn sudah sadar" Hui Fang memasuki ruangan, jubah yang ia pakai masih tidak berubah dari terakhir kali Jiao An melihat
"Sudah berapa lama aku.. pingsan" lidahnya sedikit kelu ketika mengatakan kata pingsan, jelas ia tidak terima karena telah melemah
"Mungkin sekitar dua hari" Hui Fang mendekatinya membuat Jiao An tanpa sadar membeku
"Kau benar benar kelelahan ya? Tapi lukamu sembuh sedikit lebih cepat dibanding rata rata manusia biasa" Wanita itu melemparkan senyuman memberikan segelas ramuan
"Apa ini??" tanya Jiao An curiga menatap gelas bambu itu, air itu berwarna hijau kehitaman dan mengeluarkan bau pahit
Tapi dari sistem dimatanya ia tahu ini bukan sejenis racun
"Tanaman obat, berguna untuk tulangmu yang retak" ucap Hui Fang tangannya masih menyodorkan gelas itu
Dengan ragu ragu Jiao An menerimanya, ia mengendus sebentar sebelum dengan satu tegukan besar meminumnya hingga habis
"Apa ini!? rasanya tidak enak!!" Jiao An menjulurkan lidahnya mencoba menghilangkan rasa pahit luar biasa, ia seperti menelan mentah mentah obat bubuk!
"Tidak ada obat yang enak nak" Hui Fang memutar mata melihat tingkah Jiao An yang persis seperti anak anak
"Makan buah ini, sedikit meringankan rasa pahitnya" ia menyodorkan sebuah buah segar berwarna mewah
Jiao An lantas segera memakannya, buah itu sangat manis dan segar, tapi walau ia sudah menghabiskan buah itu rasa pahit obat masih tertinggal dimulutnya setiap ia menelan ludah
Ia menatap Hui Fang dengan pandangan mengatakan 'dasar pembohong!'
Namun Hui Fang jelas mengabaikan aura pembunuh itu dan dengan santai tersenyum "Baiklah karena perjanjiannya kau sekarang sudah resmi menjadi muridku, ayo panggil bibi tua ini Guru!"
Jiao An "....."
Ia masih bersikeras??
"AnAn, kau sudah berjanji! Tidak baik mengingkari janjimu ah! jika melanggar AnAn akan disambar petir!" ucap Hui Fang dengan tatapan memelas
"Kapan aku berjanji??" dengus Jiao An dingin
"Sejak kau menghilang dari pandanganku secara tidak langung kau sudah terikat janji dengan bibi tua ini" kata Hui Fang santai
Dimana logikanyaa!!! Sayang Jiao An hanya menjeritkan itu didalam hati, ia menggosok dahinya berpikir
"Apa keuntunganku menjadi muridmu? Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa aku tidak memiliki energi spiritual?"
"Memang benar" Hui Fang menghirup udara sebentar "Tapi dengan kekuatan tehnik dan fisikmu itu sudah bisa menyeimbangkan, jika bersedia menerima aku sebagai gurumu, tidak diragukan lagi kau bisa menjadi pendekar didaratan ini!!!"
dan dengan percaya diri Hui Fang merentangkan lengan seakan menggambarkan daratan yang luas
Jiao An menatapnya datar "Tidak tertarik!"
Hui Fang membelalakan mata melemparkan pandangan terkejut "Apa!?"
"Aku tidak tertarik menjadi pendekar atau apa pun yang berhubungan dengan itu!" ucap Jiao An memperjelas
"Mengapa?" Hui Fang berusaha tenang, ia harus bersabar! Tidah mudah untuk membujuk seseorang yang berbakat ah...
"Aku.... tidak tertarik mempelajari itu! Bukankah ajaranmu akan sia sia saja? Dengan tidak adanya energi qi ditubuhku maka percuma saja, maaf bibi tua. Carilah murid lain " Kata Jiao An berdiri
Ia memberi perintah kepada Qiqi untuk keluar mengikutinya
"Tapi bagaimana dengan kultivator ditempat lain??" ucapan Hui Fang menghentikan langkah Jiao An
"Begitu kau melangkah keluar dari kota kecil ini, kau akan segera tamat nak. Diluar adalah dunia yang kejam,mereka akan menelanmu bulat bulat bahkan terlalu baik untuk meludahkan tulang belulangmu keluar" Hui Fang berbalik
"Yakinlah, meski tanpa qi bakatmu tidak akan sia sia dan bibi tua ini akan membantumu memasuki kerajaan Xia, kau hanya perlu menerima ajaranku" ucap Hui Fang lembut
Jiao An masih ditempat, ia berpikir
Perkataan Hui Fang sangat benar, ia juga tidak terlalu terburu buru untuk pergi ke kerajaan Xia, dan sambil menunggu Jia An bisa mempelajari seni beladiri dari dunia ini.
Jika ia bisa menunggu didunia ini sebelum kembali kedunianya bukankah itu luar biasa? Ia masih memiliki waktu untuk membalaskan dendam terhadap Xian Wei....
Bukankah ia adalah buronan didunianya? Apa untungnya jika ia kembali tergesa gesa? Itu hanya akan mengharapkan kematian, ada pun Xian Wei..
tunggulah sebentar, karena aku akan membunuhmu secara perlahan...
Dan ketika Hui Fang sangat yakin Jiao An menolak tawarannya
Sebuah suara membuat ia menoleh
Jiao An menggengam telapak tangannya yang terkepal didepan dada sembari membungkuk
"Murid ini menyambut Guru" ucapnya dengan mata terpejam, menekan aura gelap karena jiwanya bersemangat dalam pembalasan dendam..
Qiqi diam, secara tidak langsung menjadi saksi atas tuannya yang menjadi seorang murid
TBC
Jiao An punya guru baru~~
kuharap kalian sudi sekedar meninggalkan jejak sebagai bentuk mendukung cerita ini :)))
KAMU SEDANG MEMBACA
The Beautiful Killer Cold-Blooded, Perhaps?
Fantasy[Bukan novel terjemahan] Jiao An adalah seorang pembunuh bayaran terkenal di abad 25, siapa yang tak mengenal dirinya? setiap orang yang menggunakan jasanya harus mengeluarkan biaya mahal dia adalah agen multitalent yang telah menjalani pelatihan b...
