"Sama, aku juga"
Hanya beberapa anak yang aktif bersuara membuka mulut, sementara yang lain masih ketakutan untuk bersuara
"Hei! siapa namamu?" sebuah bisikan datang dari samping Jiao An, Jiao An menoleh melihat seorang gadis yang sepantaran dirinya meringsut mendekat. Anehnya ia dapat tersenyum lebar ditengah kondisi ini
"Namaku Shu Qi, kau?"
Jiao An menatap anak itu dengan pandangan menyelidik, rambutnya panjang dikepang rapi. Tidak ada jejak air mata terlihat diwajahnya
"Jiao An" jawab Jiao An, dari mana ia tahu namanya sendiri Jiao An? Tidak tahu, ia bangun dengan dua kata itu yang terpikirkan seakan tertanamkan didalam otak
"Apa kau ingat bagaimana kau bisa berada disini? " tanya Shu Qi lagi kali ini Jiao An hanya menggelang sebagai jawaban
"Berarti kita semua sama" dengus gadis itu cemberut sebelum melipat lutut, menyadari pandangan Jiao An yang bertanya tanya Shu Qi kembali menjelaskan
"Anak itu yang paling terbangun terlebih dahulu" Shu Qi menunjuk seorang anak laki laki yang bersandar, wajahnya suram dengan tidak ada jejak ketakutan "Namanya Dante, kita semua tidak ingat bagaimana kita berakhir ditruk ini" lanjut Shu Qi
Anak laki laki itu menyadari bahwa Shu Qi menunjuk kearahnya, meski usia mereka tampak sama. Dante memiliki raut wajah dengan tatapan layaknya orang dewasa. Ia hanya melihat Shu Qi melambaikan tangan kecil sebelum membuang pandangan
Tiba tiba saja truk berhenti tiba tiba membuat mereka tersentak menabrak satu sama lain, lagi lagi pintu terbuka secara tiba tiba masih dengan pria yang memegang senjata api
"Keluar sekarang!! Cepat bergerak!! Yang paling lambat akan terkena hukuman!!" serunya keras
Sontak saja anak anak melompat keluar dengan cepat, Jiao An berusaha tidak tersandung anak anak yang lain sebelum melompat keluar mengabaikan beberapa yang terburu buru
Dibelakangnya Shu Qi berjalan mengikuti namun ia terlihat gesit, sehingga pria yang memegang senjata api tidak melihatnya berjalan santai. Begitu keluar mereka semua dibariskan dengan teratur secara paksa
Banyak truk lain yang berjejer, beberapa baru sampai dan terparkir rapi membuka pinta dan puluhan anak anak lain keluar dari truk dengan kondisi serupa
Jiao An berbaris ia melihat sekeliling dengan cermat, mereka dilapangan luas berwarna putih dinding raksasa melindungi lapangan itu. Jiao An melihat keatas tidak ada cahaya matahari, hanya cahaya lampu yang menyilaukan. Langit langit itu sangat gelap
Dimana mereka? itulah pertanyaan Jiao An
"Kyaaaa!!!!" jeritan terdengar membuat Jiao An menoleh cepat ada beberapa anak yang melarikan diri dan berlari dari barisan
DOR DOR DOR
Suara tembakan memekkan telinga terdengar, tanpa ampun pria yang berjaga melepaskan tembakan dan semua peluru itu mengenai kepala anak anak yang melarikan diri
Percikan darah keluar, tubuh tanpa nyawa terjatuh dengan kepala terlebih dahulu menimbulkan suara menyakitkan
"Akhh!!!"
"Darah!! Darah!!"
Barisan mulai kacau dan suara jeritan ketakutan serta kepanikan bergema dilapangan. Tapi tidak ada yang melarikan diri dari barisan takut nasib serupa menimpa mereka semua
DOR
Suara tembakan beruntun terdengar, memaksa mereka menutup mulut untuk melihat siapa yang melepaskan tembakan kearah langit gelap tak bercahaya. Paling depan dari barisan terlihat seorang pria tinggi dengan rambut putih. Tangannya memegang pistol yang masih berasap akibat lontaran peluru
KAMU SEDANG MEMBACA
The Beautiful Killer Cold-Blooded, Perhaps?
Fantasia[Bukan novel terjemahan] Jiao An adalah seorang pembunuh bayaran terkenal di abad 25, siapa yang tak mengenal dirinya? setiap orang yang menggunakan jasanya harus mengeluarkan biaya mahal dia adalah agen multitalent yang telah menjalani pelatihan b...
