Tidak terasa mereka menghabiskan waktu cukup lama diruang pelatihan
Shu Qi dan Jiao An kembali kekamar dengan kondisi badan penuh keringat dan lebam disana sini
"Jiao An ternyata cukup buas" gerutu Shu Qi mengusap lehernya yang berulang kali terkena serangan banting
"Bukankah kau yang lebih gila?" balas Jiao An melirik kesal, tubuhnya seakan dijadikan samsak tinju karena tendangan yang diberikan Shu Qi tidak main main
"Tapi, apa trikmu berguna untuk orang lain? Tehnik banting punggung akan lebih susah kalau lawanmu memiliki tubuh dua kali lipat lebih besar dari padamu kan?" pertanyaan itu membuat Jiao An menggelang
"Salah" ucapnya "Semakin besar tubuh orang yang kubanting semakin menyakitkan dampak yang diterima oleh pihak lawan karena aku membanting mereka menggunakan berat tubuh lawan serta gaya gravitasi" lanjut Jiao An
Shu Qi berpikir sebelum tiba tiba saja ia mendapat ide "Ah!! Itu bagus sekali!! Ketika kau membanting lawanmu kau tinggal memotong urat nadi dilehernya bukan?? Dengan cara seperti itu kau pasti akan aman dipertandingan !" seru Shu Qi gembira
Jiao An hanya menatapnya dengan pandangan datar
Kenapa Shu Qi begitu riang menjelaskan sesuatu seperti memotong kepala begitu santai bak memotong sebuah kentang? Rasanya seperti Shu Qi tidak terkena dampak psikologis yang ditekankan asosiasi
Rasanya..... seeperti Shu Qi sudah pernah mengalami itu ratusan kali...
"Hmn? Jiao An kenapa?" menyadari wajah Jiao An yang terus melamun membuat Shu Qi bertanya
"Tidak apa apa" jawab Jiao An
"Haah, aku berharap kita dapat terus bersama" ucap Shu Qi nadanya tiba tiba berubah menjadi sedih
"Kenapa?"
"Aku takut suatu hari nanti kita akan berhadapan diarena yang sama, ketika itu terjadi apa yang harus aku lakukan? Kakakku belum aku temukan tapi aku juga tidak mau kehilanganmu" Shu Qi mendongak dengan kedua lengan dibelakang kepala
Sementara Jiao An hanya diam, melirik sebentar sebelum kembali menatap kedepan. Apa yang dikatakan Shu Qi memang benar. Mereka beruntung memiliki kelas yang terpisah, tapi bagaimana jika suatu hari mereka akan saling berhadapan?
"Jika seandainya itu benar benar terjadi, maka aku akan memutuskan untuk menyerah" ucap Jiao An tiba tiba membuat Shu Qi tersentak kaget
"Apa!? Apa maksutmu??" tanyanya menggila
"Kenapa? Aku bukan siapa siapa, sepertinya aku tidak punya orang tua. Tujuan hidupku tidak jelas, sementara kau sudah rela mempertaruhkan nyawa memasuki markas ini hanya untuk mencari kakakmu, dibanding diriku kau mempertaruhkan semuanya" jawab Jiao An dengan datar
Tiba tiba saja pipi Jiao An terbakar, rasa sakit itu membuatnya terkejut sebelum ia menatap Shu Qi dengan pandangan kosong. Shu Qi baru saja menamparnya
"Tidak tahu, jangan tanya, mendengarmu mengatakan itu tiba tiba aku ingin memukulmu saja" balas Shu Qi cepat
Jiao An "........"
"Jangan terlalu mengikuti arus sepertimu!! Apa kau tidak takut akan kematian!?? Semua disini berjuang mempertahankan nyawa namun kau membuangnya seperti layaknya kotoran!!? Apa yang salah dengan kepalamu!!? " jerit Shu Qi frustasi
"kalau begitu coba katakan padaku" sinar mata Jiao An meredup "Katakan alasan kenapa aku harus hidup, orang sepertiku mau ada atau tidak dunia tidak akan berubah"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Beautiful Killer Cold-Blooded, Perhaps?
Fantasia[Bukan novel terjemahan] Jiao An adalah seorang pembunuh bayaran terkenal di abad 25, siapa yang tak mengenal dirinya? setiap orang yang menggunakan jasanya harus mengeluarkan biaya mahal dia adalah agen multitalent yang telah menjalani pelatihan b...
