50. Masa Lalu Jiao An (7)

626 118 1
                                        


Semua sangat tenang, dan gelap.tapi anehnya Jiao An merasa tenang dikegelapan itu membuat ia ingin tidur nyenyak selamanya

Tapi tiba tiba saja suara berisik terdengar dan tubuhnya terguncang kuat membuat ia mau tidak mau membuka matanya untuk melihat wajah Shu Qi yang terlalu dekat

Jiao An "....."

"Jiao Aaaan!! Kau sudah sadar!!" Shu Qi berseru kegirangan sambil memeluk erat tubuhnya melupakan bahwa anak itu tengah menjalani masa pengobatan

"Hentikan, kau tidak lihat dia kesakitan?" ucap Dante menarik paksa bahu Shu Qi membuat Shu Qi berseru meminta maaf

"Shu Qi" Jiao An memanggil sebelum mencoba duduk, tapi rasa sakit yang menjalar dari seluruh tubuhnya membuat ia meringis kesakitan. Tangan kirinya digips dan Jiao An juga merasakan plester dan kasa tebal melingkari leher serta wajahnya

"Hei!! masih sakit?? Kali ini kau Cuma pingsan selama delapan jam!! Huff! Benar benar, kupikir kau kenapa langsung tumbang! Ternyata hanya patah tulang!"

"......."

Mendengar itu Jiao An itu tidak tahu harus memberikan reaski seperti apa, apa patah tulang sangat sepele bagi Shu Qi?

"Hehehe, ternyata kau mendengarkan nasehatku. Pada akhirnya kau memakai pisau itu kan?" Shu Qi memberikan senyum puas sambil memainkan pisau kecil ditangan kanannya, dengan lihai Shu Qi membuat pisau itu berputar tanpa membuat jarinya teriris sedikit pun

"Masa penyembuhanmu akan berlangsung selama dua minggu, untuk saat ini perbanyaklah beristirahat" ucap Dante berdiri disebelah Shu Qi memberikan pandangan prihatin pada Jiao An

Jiao An hanya mengangguk singkat, sebelum ia tiba tiba berpikir akan sesuatu "Kalian sudah banyak bertarung diarena pertandingan bukan?" tanya Jiao An tiba tiba

"Yup, kenapa?" Shu Qi menghentikan permainan pisau dan mengangkat alis dengan heran

"Apa yang terjadi jika sebuah urat nadi terpotong?"

Mendengar itu Shu Qi tertawa kencang dan menggosok kepala Jiao An "Kenapa kau menanyakan pertanyaan konyol seperti itu? tentu saja kalau urat nadimu terpotong kau akan mati kehabisan darah " ucap Shu Qi

"Ah tapi jika kau memotong tendonnya, ia dapat cacat dan tidak dapat bergerak sewaktu waktu kecuali mengobatinya dengan operasi"

Mendengar itu Jiao An hanya men-oh-kan singkat sambil mengangguk pelan

"Kalian, waktunya kembali kekamar. saat ini tinggalkan teman kalian ya, nanti besok berkunjung lagi" suara seorang wanita dengan pakaian putih menyibak tirai

"Ah, tapi aku masih ingin menjenguk Jiao An! Aku mau tidur disini!" seru Shu Qi kesal

"Kan besok bisa bertemu lagi" ucap wanita itu tersenyum dengan sabar

"Shu Qi sudah cukup, kembali kekamarmu. Nanti kau terkena hukuman " dan dengan kuat Dante menyeret Shu Qi keluar

"Jiao An!! Tunggu aku ya!! Besok aku akan menjengukmu lagi!!" seru Shu Qi tepat sebelum pintu tertutup, wanita itu hanya tersenyum pada Jiao An sebelum kembali menutup tirai

Meski pelatihannya berat dan layak disebut neraka, tapi pengobatan serta kecepatan medis disini sangat manusiawi, bahkan dilengkapi peralatan teknologi yang benar benar maju

Jiao An kembali berbaring lesu diatas diatas kasur, ia melihat langit langit ruangan yang putih. Membuat Jiao An muak melihat warna putih terus menerus

Ia memandang tangannya, beberapa waktu yang lalu tangan ini telah terendam dengan cairan merah disebut darah. Ia mencengkeramnya erat sebelum dengan pelan meletakkannya kembali keatas kasur

The Beautiful Killer Cold-Blooded, Perhaps?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang