"Apa lukamu kembali kambuh?" Su Weiheng kembali duduk
Mendengar pertanyaan itu, raut wajah Mu Zhao Yang mengeras, genggaman cangkir teh mengerat
Melihat perubahan itu Su Weiheng terdiam, ia lupa bahwa orang itu masih menyimpan luka dan dendam dihati. Seharusnya ia tidak menanyakan kalimat itu secara gegabah
"Jika kau mau, aku akan memeriksanya untukmu" lanjut Su Weiheng
"Tidak terasa sakit, dan lukanya berhenti menjalar ditempat lain... hanya saja terkadang wajahku terasa sakit sampai dititik wajahku seperti terbakar" ucap Mu Zhao Yang
Ia menyentuh perban yang melilit setengah wajahnya, hal ini terjadi karena ia membuat kesalahan. Membuat ia selalu mengingat orang yang telah membuatnya.
"Zhao Yang?" Su weiheng memanggil menyadari bahwa orang yang diduduk didepannya itu kembali tenggelam dalam lautan pikiran
"Tidak apa apa, tapi jika kau berkenan aku ingin kau memeriksanya" setelah mengucapkan kalimat itu Mu Zhao Yang menarik pelan perban yang melilit, dengan sekali tarikan halus semua perban itu terjatuh dipangkuannya
Melihat itu Su Weiheng hampir memuntahkan teh yang hendak ia telan saat melihat wajah penuh Mu Zhao Yang
"Ahh" Su Weiheng meletakan cangkir teh "Kurasa wajahmu semakin memburuk" ia beguman dengan suara pelan
"aku tahu" Mu Zhao Yang menyentuh permukan wajahnya pelan "Kutukan ini akan membuat seluruh hidupku berkurang, sedikit demi sedikit" ia tersenyum tipis
Melihat itu Su Weiheng hanya menghela nafas, ia membuka kotak peralatan medisnya sebelum mendekat dan memeriksa wajah Mu Zhao Yang,
"Sepertinya ini tidak merambat kembali, apa yang kau lakukan?"
"itu hanya memperlambatnya, tidak menghentikannya sama sekali" balas Mu Zhao Yang
Mendengar itu Su Weiheng hanya diam, ia memperhatikan hampir seluruh mata, alis dan pelipis Mu Zhao Yang dilapis kulit tambahan baru yang menjijikan
Kulit itu sangat mencolok bila disandingkan dengan kulit putihnya, keras seperti kulit pohon dan memiliki kerutan kering berwarna merah, sekilas itu seperti penyakit kulit namun bisa diperhatikan baik baik, luka itu seperti hidup.
Bak ia dapat bernafas dan berdenyut denyut sewaktu waktu.terkadang secercah cahaya tipis berwarna merah merembas keluar dengan cahaya lemah, oleh karena itu Mu Zhao Yang selalu menutupinya dengan perban
"Tidak ada obatnya, satu satunya hanyala membunuh orang itu, tapi kemungkinan besar kutukan yang diberikan kepadamu ini hidup. Tidak peduli jika orang yang membuatnya telah mati kutukan yang kau alami akan semakin parah" Su Weiheng menarik kesimpulan
Ia menggelangkan kepala dan menutup kotak medisnya
"Intinya ada kata mustahil dalam kutukan ini" dan Mu Zhao Yang kembali melilitkan perban itu diseparuh wajahnya
Su Weiheng melunakkan wajah melihat temannya itu, entah seberapa lama Mu Zhao Yang harus menanggung penderitaan ini. mungkin seumur hidup?
Tiba tiba saja Su Weiheng mengangkat kepalanya, ia menatap tajam kain tenda.
"Ada sesuatu?" melihat tingkah Su Weiheng, Mu Zhao Yang tidak bisa tidak bertanya
"Ya, ada seseorang yang menembus sekatku. Aku membuatnya disekeliling tenda guna menghalau orang orang mendengar pembicaraan kita, tapi sepertinya ada seorang yang mampu menembus sekat setebal itu" Su Weiheng segera berdiri, tangan lentiknya mengulurkan tangan dan sekejap kipas perak meluncur dari balik lengan bajunya
KAMU SEDANG MEMBACA
The Beautiful Killer Cold-Blooded, Perhaps?
Fantasia[Bukan novel terjemahan] Jiao An adalah seorang pembunuh bayaran terkenal di abad 25, siapa yang tak mengenal dirinya? setiap orang yang menggunakan jasanya harus mengeluarkan biaya mahal dia adalah agen multitalent yang telah menjalani pelatihan b...
