46. Masa Lalu Jiao An (3)

15.3K 1.2K 525
                                        

Namun semakin waktu berjalan, pembelajaran mereka menjadi berat, para anak anak dibuat untuk berpikir keras dengan kondisi kritis. Para guru berbadan kekar tidak akan segan segan memukul bila terjadi kesalahan

Bila mereka menangis wajah mereka akan dipukul hingga berdarah, memberontak tidak ada gunanya karena keesokan harinya anak anak yang memberontak kembali dengan tulang patah

Setiap hari mereka dicekoki dengan pelajaran yang tidak ada habisnya, membuat target yang harus anak anak capai dalam waktu sehari, bila gagal selalu ada hukuman yang menanti membuat anak anak bekerja keras

Kelas fisik yang mereka miliki sungguh liar dan gila, membuat setiap otot menjerit kesakitan dan saraf yang rasanya tumpang tidih ketika selesai

Tes kesehatan selalu mengikuti, dokter Anna yang baik dan terkenal ramah menjadi sasaran bagi anak anak sebagai tempat mengadu dan merengek kesakitan, namun ia hanya melontarkan kata kata menenangkan berisi janji omong kosong

Shu Qi dan Dante memiliki kelas yang terpisah dari Jiao An, karena itu mereka hanya bertemu dikamar atau bertegur sapa dilorong

Semakin hari jumlah anak anak semakin sedikit, kelas yang awalnya berjumlah sepuluh orang terus menurun dari hari kehari hingga berjumlah tiga orang, namun guru tidak mempermasalahkannya dengan dalih alasan mereka telah sembuh, orang tua telah datang menjemput, atau saatnya mereka telah pulang

Harapan untuk meyelesaikan pendidikan dan menyembuhkan diri bangkit pada anak anak karena meraka merindukan keluarga yang tidak mereka ingat, tanpa sadar terus bekerja keras disetiap kelas

Tapi Jiao An telah mengetahui semua kebenaran yang tersembunyi, alasan anak anak terus menghilang karena mereka adalah orang orang yang gagal, orang orang yang gagal akan bertemu dengan kematian. Tidak ada sistem belas kasih disini, yang terbaik akan selalu menang dan kalah akan tertinggalkan

Pelatihan terus berlanjut hingga tiba saat mereka belajar membunuh untuk pertama kalinya

Pelatih itu bernama Radu, ia mengajari anak anak dengan penuh ketegasan

"Hari ini akan menjadi pertarungan pertama kalian, buktikan latihan fisik yang telah kalian lalui, aku ingin begitu kalian masuk kedalam batas arena ini, jangan pernah mengasihani musuh. Tidak peduli jika dia adalah teman,sahabat, atau pun saudara kalian begitu kalian saling berhadapan tidak ada yang berhenti sebelum satunya mati"

Perkataan itu membuat anak anak yang mendengar berseru ketakutan, apa ini bercanda?? Mereka memang menjalani latihan seperti dineraka namun, tidak pernah ada kompetisi seperti ini sebelumnya!!

"Aku akan mengumumkan nama nama yang bertarung untuk hari ini, sekali lagi kutekankan. Tidak ada belas kasih" ucap Randu menekankan kalimat itu

Papan hologram muncul pada udara menunjukan foto anak anak melawan siapa. Pertandingan pertama dimulai, Danial melawan Linda, mereka sekelas pada kelas materi dengan Jiao An

Ia kenal Linda, gadis itu selalu gemetar ketakutan dimana mana, dan berusaha keras menahan tangis agar kedua pipinya terselamatkan dari pukulan pelatih lain. Danial sendiri seorang laki laki pendiam dengan badan kurus

Meski keraguan dan ketakutan mengikuti, mereka melangkah maju memasuki area bertarung berdiri saling berhadapan meski Linda menunduk ketakutan

"Ingat peraturannya" Radu mengumumkan melihat anak anak belasan tahun dibawahnya "Selama kalian tidak keluar dari arena, pertandingan terus berjalan dan" Randu menarik napas ketika ia mengakan itu "Tidak ada peraturan selama pertaruangan" ucapannya membuat anak anak yang lain berseru

"Ini tidak adil" seorang anak berbisik disamping Jiao An dengan pandangan penuh ketidak percayaan

"Anak lelaki akan selalu menang! Mereka mempunyai fisik lebih unggul pada kita!!" serunya

The Beautiful Killer Cold-Blooded, Perhaps?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang