Aku merasa tidak enak badan sejak kemarin malam.
Tapi aku terus memaksa untuk masuk walaupun Titan, dan kedua orangtuaku sudah melarangku.
Jam istirahat kedua sudah terdengar sejak 5 menit yang lalu, tapi aku tidak pergi ke kantin karena perutku terasa mual.
Saat aku sedang berusaha memejamkan mata, menelungkupkan kepalaku dengan jaket diatas meja, Titan datang.
Ia mengusap kepalaku dengan sayang. Memegang keningku. Membangunkanku.
Aku terkejut dan mataku langsung terbuka. Yang pertama kali ku lihat adalah wajah tampannya yang terlihat amat khawatir.
"badan kamu panas, nay. Makan dulu ya? aku suapin. Apa mau ke UKS?"
Aku terkejut. Sejak kapan ia berbicara denganku selembut itu. Ditambah lagi, dengan aku-kamu-an nya itu.
Kalau saja kondisiku memungkinkan, aku sudah tersenyum lebar, terkekeh riang seperti biasa.
Tapi kali ini kondisiku sedang tidak baik. Aku hanya menggelengkan kepala. Seraya berkata,"pusing, mual"
"iyaudah, UKS yuk, nay"
Aku hanya menggeleng.
Lalu tiba-tiba, ia menggendongku dengan paksa.
Badanku lemas. Aku tidak bisa memberontak. Ditambah lagi, rasa nyaman saat aku didekapnya membuatku enggan untuk berontak.
Dan aku hanya bisa menikmati rasa nyaman itu sampai kesadaranku benar-benar hilang didekapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
struggle for nothing
RomansaAku mulai menggoreskan tinta hitam diatas kertas yang putih. Sesekali menyeka air mata dipipiku. Berfikir. Mencoba menuliskan cerita tentang kita. Tapi, pena hitamku tiba-tiba berhenti seiring berhentinya pergerakan tanganku. Bingung. Apa yang aka...
