duapuluh empat

18 0 0
                                        

Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat. Berusaha meredam teriakanku.

Aku teringat saat cowok tampan itu menatapku lamat-lamat.

Dalam sekali tatapan itu. Aku dapat merasakan jantungku meronta tidak karuan saat ia menatapku seperti itu.

Tadi ia merangkulku. Menggandengku. Sesekali mencubit pipiku atau mengelus puncak kepalaku dengan sayang.

Oh tidak. Aku tidak bisa mengontrol hatiku lagi. Perasaanku, rasa sayangku kepadanya sudah berkembang pesat.

"kok lo senyum-senyum gitu sih, nay?" Tiara memandangku aneh.

"gapapa" Kataku sembari tetap tersenyum.

"yaelah, yang lagi kasmaran mah beda" Ucap temanku yang lain.

Tiba-tiba, Bobi--teman Titan, datang dengan santainya.

Menaruh kertas kecil seukuran post-it keatas mejaku.

"Baca" katanya. Lalu ia berlalu pergi.

Aku membuka kertas berwarna kuning pucat itu.

"gue sayang sama lo, nay"

-Titan❤

Aku tersenyum, berteriak. Tidak memerdulikan apapun lagi. Tidak lagi menahan teriakan itu keluar dari mulutku.

Aku benar-benar bahagia.

struggle for nothingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang