THE WEDDING.

16.5K 504 14
                                        

Part 45.

Neta POV.

3 Bulan Kemudian.

Pernikahan itu terjadi lagi, ya aku Memang menikah untuk kedua kalinya, tapi aku menikah dengan Satu-satunya orang yang pernah menjadi Suami dan akan selamanya menjadi Suamiku, Gilang Darmawan Bramanto .

Setelah ijab kabul itu diucapkan oleh Gilang, kini aku telah sah menjadi Istrinya untuk kedua kalinya, semua keluargaku tertawa bahagia, bahkan Mama ku dan Mama Gilang berpelukan sambil menangis bahagia, melihat kami yang kini sudah sah menjadi Suami-Istri lagi.

Aku dan Gilang melakukan Sungkeman kepada Orang Tua kami, dan aku juga melakukan Sungkeman kepada Tetua yang ada, ketika tepat di depan Nenekku, mata kami saling memandang, semua yang terjadi, semua yang telah dilewatkan menjadi sebuah cerita yang amat berharga, aku juga merasa tidak akan pernah sebahagia ini jika aku tidak memiliki Keluarga yang hebat seperti mereka, mereka membimbingku, mendukungku, menyemangatiku dan merawatku hingga aku tumbuh menjadi Arneta yang kuat, yang hebat seperti sekarang, mereka semua yang terlibat dalam kehidupanku menjadi menguat dan cahaya untuk hidupku. Teruntuk kalian semua hidup dan matiku, aku mengucapkan terima kasih telah menjadi bagian hidupku, dan menjadi sesuatu yang berharga di kehidupanku. Aku memeluk Nenekku sambil mencium tangannya, dan pipinya Berkali-kali, memeluknya dengan Erat, berharap dia akan hidup panjang dan bahagia bersama kami.

Lalu Kami Bersalam-salaman dengan para Tetanggaku dan tamu yang hadir dihari bahagia ini.

Setelah acara selesai sebelum kami bersiap untuk pergi ke Acara Party nanti malam. Kami kumpul keluarga di rumah Gilang yang di Bogor.

Semua berkumpul ada termasuk Nenekku.

"Sepertinya Nenek tidak bisa ikut acara nanti malam deh Neta, Nenek lelah." Seru Nenekku.

"Ya, padahal aku ingin sekali Nenek selalu melihat moment bahagia kami." Jawabku sedih.

"Neta , nenek capek. Lagi pula kan nanti akan ada videonya, Nenek bisa nonton kan." seru Mamaku.

"Maafkan Nenek ya sayang." Lalu Nenekku melukku.

"Enggak kok Nek, Neta yang seharusnya minta maaf sudah membuat Nenek capek." seru ku.

"Enggak kok sayang , ya sudah kalian semua bersiap gih, acaranya kan beberapa jam lagi." Seru Nenekku lalu aku memeluknya kembali.

Sebelum berangkat aku dan Gilang masuk ke kamarnya. Katanya Gilang ingin mengatakan sesuatu.

"Apaan sih Gilang, nanti kita telat lagi, ayo , cepatan pergi." Seru ku padanya, yang membawaku ke kamarnya, lalu kamar di kunci.

"Ihh...Kok gitu sih ngomongnya sama suaminya, enggak sopan loh, dosa." Serunya.

"Maaf suamiku." Lalu dia memelukku erat. Dan aku membalasnya. Namun pelukan itu semakin erat dan ada unsur sensualnya.

Tanganya lari ke pinggang ku dan membelainya. Sontak aku menggelinjang kegelian.

"Gilang, kamu ya nakal. Sebentar lagi acara kita loh Gilang. Kamu mau apa ?"

"Neta...Kamu cantik banget dari tadi aku enggak tahan lihat kamu. Aku enggak bisa nunggu sampai nanti malam." Seru Gilang.

Lalu dia mencium bibirku, tentu saja aku tidak menolaknya, tanganya membelaiku dengan lembut.

Lalu dia mengangkatku pelan dan membawaku ke ranjang dan membaringkanku perlahan, lalu Gilang membuka bajunya dan kembali padaku.

"Gilang, Neta ...Kalian di dalam ? Jam berapa mau pergi, nanti telat ? " Seru Mamanya Gilang.

"Iya Ma, tau kok, ini sebentar lagi kami pergi, Neta lagi sakit perut, dia di WC. Dan Gilang lagi benarin baju." Seru Gilang cepat-cepat. Dia jadi panik seolah ketahuan berbuat salah. Sedangkan aku hanya tertawa.

Brondong Itu, Suamiku ! #Seri 2. [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang