Eighteen

9.5K 329 5
                                        


▪▪▪

"Orang itu adalah nona Riska tuan." Jawab orang itu yang bernama Roni.

"Risskka...." desis Sanne, mengepalkan tangannya.

"Iya tuan. Maaf kami tidak bisa bekerja lagi dengan tuan. Kami permisi." Kata Roni kemudian pergi dengan diikuti beberapa anak buahnya tadi yang menunggunya tidak jauh dari jarak Sanne dan dirinya saat bekerja.

"Awas kau Riska!!!" Marah Sanne sambil mengacak rambutnya frustasi.

"Wanita sialan!!" Geram Sanne, ia disana berada sendirian disana karena Roni sudah pergi dari sana dan kini tinggal dirinya saja sambil menahan amarah karena telah mendengar siapa yang telah menggagalkan rencananya untuk mencelakai Anndo.

▪▪▪

Saat Roni berada di mobilnya bersama anak buahnya, ia menelpon seseorang.

"Hallo bos."

"Bagaimana rencananya Roni?" Tanya seseorang diseberang sana melalui sambungan telepon.

"Lancar tuan." Kata Roni dengan seringaiannya.

"Bagus! Lanjutkan tugasmu!" Titah seseorang diseberang sana yang disebut bos oleh Roni.

"Baik bos." Kata Roni mematikan ponselnya lalu pergi dari tempat itu.

▪▪▪

2 Minggu Kemudian

Hari ini adalah pernikahan Ades dengan Liona. Sang gadis yang telah menjaganya selama ini, hingga ia lupa dengan cintanya kepada Adel.

Ades sudah tampan dengan jas berwarna navy yang tampak pas ditubuhnya, ia sungguh sangat tampan.

Anndo tersenyum didepan pintu kamar melihat kakaknya yang sudah sangat rapi dengan setelan jasnya.

Sehari sebelum pernikahan Ades, Anndo sudah mengajak Adel untuk ikut pergi ke pernikahan Ades dan Adel menyetujuinya.

Namun, Adel tidak tau jika yang akan menikah adalah Ades, cintanya dulu.

Dan Anndo pun sudah siap jika Adel nanti akan mempertanyakan tentang semua ini, bahkan Anndo sudah menguatkan hatinya jika pada kenyataannya Adel masih mencintai kakaknya dan Adel akan membencinya.

Acara pernikahan akan dilaksanakan 3 jam lagi, sekarang Anndo harus menjemput Adel untuk pergi ke pernikahan ini.

Anndo sudah siap dengan setelan jasnya dan pergi ke mobilnya untuk menjemput Adel dirumahnya.

15 menit kemudian Anndo sampai didepan rumah Adel, Anndo turun dari mobilnya dan berjalan menuju ke pintu rumah Adel dan mengetuknya.

Tak lama pintu pun terbuka menampakkan seseorang dengan balutan dress yang senada dengan jasnya, sungguh sangat cantik. Hatinya berdegup kencang saat ini, sebenarnya sudah biasa jika harus berdekatan bahkan saling memandang dengan Adel.

Namun, kali ini beda, hatinya berdegup kencang lantaran Adel nanti akan tau jika Ades masih hidup dan akan menikah dengan orang lain.

Apakah Adel bisa menerimanya nanti, jika Ades menikah dengan Liona. Itulah yang membuatnya menjadi gugup seperti ini.

Director Obsessed [ENDING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang