Jangan terlalu memperbesar masalah. Ini hal kecil,dan kita masih bisa mengatasinya tanpa harus mengakhiri semuanya...
-Miko Seraprasetya
~Happy Reading😚
"Pokoknya aku mau putus!" telak Intan begitu nyata dihadapan Miko.
Sementara Miko,rahangnya sudah sangat mengeras. Gadis didepannya ini sangat keras kepala. Bahkan dalam hal sepele pun Intan selalu meminta hal ini.
"Intan. Ini masalah kecil, ga usah digede-gedein deh!"
Intan semakin menatap Miko tajam. Matanya mulai berkaca-kaca. Jika bagi Miko ini adalah hal yang sepele. Maka ini adalah hal yang paling Intan benci.
"Kamu bilang ini sepele? Miko pliss! Aku tau semuanya. Aku denger semua itu!"
Miko mengusap wajahnya kasar. Selalu saja seperti ini. Tidak bisakah Intan mengatasi ini secara dewasa?
"Apa mau kamu sekarang?!" putus Miko yang sudah mulai lelah berdebat dengan gadisnya.
"Aku mau kita putus!" tegas Intan.
Miko menghela nafasnya sebelum akhirnya menganggukan kepalanya.
"Oke fine! Kalo itu mau kamu..."
Intan mengangguk lalu bangkit dari duduknya.
Miko hanya bisa berdiam diri dengan terus menatap Intan yang mulai menghilang dari penglihatannya. Miko benar-benar tidak habis pikir mengapa dirinya begitu menyayangi gadis yang memiliki sifat kekanak-kanakan. Selalu mementingkan egonya,dan tak pernah ingin mendengar penjelasan apapun darinya.
Tangannya terulur untuk memijat keningnya yang terasa berdenyut. Rasanya Miko sangat lelah.
-----
Dengan riang,Sena terus melangkahkan kakinya menuju tempat yang akan dia tuju.
Sore ini,Sena memutuskan untuk pergi kesalah satu toko buku untuk membeli novel kesukaannya.
"Bodoh! Sial!"
Langkah Sena langsung terhenti saat gadis berambut pajang itu mendengar umpatan dari arah belakang.
Sena membalikan badannya dan langsung mendapati seorang laki-laki yang sedang mencak-mencak sendiri dengan terus mengeluarkan umpatan dari mulutnya.
"Mas? Mas sehat kan?"
Laki-laki itu langsung mendongkakan matanya saat sebuah suara tiba-tiba saja mengintrupsinya. Membuat mood Miko semakin hancur.
"Ngapain nanya-nanya?!" tanya Miko sewot.
Sena mengerucutkan bibirnya. Apa salah bertanya seperti itu?
"Kenapa tuh bibir maju-maju? Minta dicium?"
"Eh!" Sena langsung terkejut dan menatap Miko tajam.
"Siapa juga yang mau dicium sama mas-mas yang kurang sehat!" cibir Sena.
Miko tersenyum miring,membuat Sena sedikit was-was.
"Jadi lo pikir gue kurang sehat gitu?" Miko menaikan satu alisnya dengan suara mengintimidasi.
"Yaiyalah. Kalo misalnya mas sehat. Mas tuh gaakan ngomong-ngomong sendiri kayak gitu!"
Miko menganggukkan kepalanya. Dia baru saja bertemu spesies aneh yang sangat langka dikehidupannya.
"Gue pastiin lo bakal jatuh cinta sama gue."
Tantang Miko dengan telunjuk yang mengarah pada wajah Sena.
"Hih! Pede banget sih masnya?" Sena menepis tangan Miko.
"Gue emang pede! Mau apa lo?!" ucap Miko semakin tak mau kalah.
"Hihhh... Bodo amat ya mas,saya ga perduli!" sahut Sena sambil membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Miko yang masih berteriak dibelakangnya.
-----
Miko melempar sepatunya asal. Rasanya hari ini begitu berat bagi Miko. Intan dengan mudahnya meminta putus,sedangkan Miko masih sangat mencintai gadis itu.
Bukan tanpa alasan. Miko sudah berpacaran hampir satu tahun lebih. Dan hampir satu tahun itu,Intan selalu berbuat seenaknya. Meminta putus saat masalah kecil masuk kedalam hubungan mereka. Dan tak lama,meminta dirinya untuk kembali bersama sama Intan menyesali penyesalannya. Menyakitkan memang. Bahkan seharusnya Miko bisa melepaskan Intan. Tapi itulah,Miko terlalu menyayangi Intan. Sampai-sampai Miko menerima semua perlakuan Intan padanya.
"Lo bisa Ko. Intan udah jahat banget sama lo.." gumam Miko seraya mengusap wajahnya.
Tiba-tiba saja,sebuah ide masuk dalam kepalanya. Membuatnya sedikit ragu untuk melakukannya.
"Apa iya gue harus deketin tuh cewe aneh?"
Miko tampak berfikir,namun akhirnya dia memutuskan untuk mencoba mendekati gadis yang baru saja dia temui tadi. Semoga saja,gadis itu bisa membuat Miko melupakan Intan.
-----
"Putus lagi lo?"
Erfan yang baru saja tiba dikantin langsung menghadiahi tepukannya pada pundak Miko.
Tanpa harus Miko jawab. Erfan dan Deswa pun sudah tau jawabannya. Bukan hal yang asing bagi Erfan dan Deswa jika mendengar kabar Miko dan Intan putus.
"Gue udah berkali-kali bilang sama lo,Intan itu masih kekanak-kanakan. Coba deh lo buka mata lo. Masih banyak orang yang cinta bahkan masih ngejar-ngejar lo sampe detik ini." tutur Deswa mencoba menasehati Miko.
Pasalnya,Miko adalah sosok yang sangat keras. Sekeras apapun orang menasehatinya,memberitahunya Miko tidak ingin pernah tau. Yang Miko tau,dia sangat menyayangi Intan dan Miko akan selalu menunggu gadis itu.
"Buang-buang tenaga lo! Percuma juga ngomongin si Miko. Gabakal didenger juga." sahut Erfan.
Bukan tanpa alasan. Bahkan Erfan sudah sangat lelah jika harus menasehati sahabatnya ini. Sepanjang apapun kalimat yang kita ucapkan,sekeras apapun intonasi yang dikeluarkan,Miko tak akan mendengarkan selama itu tidak masuk akal menurut Miko.
Erfan dan Deswa bahkan sudah hafal bagaimana sifat Intan yang begitu manja,dan kekanak-kanakan. Mungkin jika mereka berdua ada diposisi Miko,mereka akan memilih pergi daripada bertahan pada kesakitan.
Tapi itulah Miko. Seseorang yang tak pernah merasa kecewa sebelum dirinya benar-benar merasa sakit.
Miko menatap Erfan dan Deswa bergantian. Miko sudah mengira jika ini akan terjadi. Maka dari itu,terkadang Miko selalu menyembunyikan kabar jika dirinya putus dengan Intan. Tapi tetap saja mereka akan tau karena Intan selalu mempublikasikan apapun yang dia rasakan.
"Berisik lo pada!" protes Miko.
"Nah kan. Makanya Des,lebih baik diem aja." kata Erfan.
Deswa hanya bisa menghela nafasnya. Bingung harus melakukan apa sekarang.
"Gue mau jalan-jalan. Mau ikut ga?" tawar Miko yang kini bangkit dari duduknya.
"Palingan nyari doi baru.." balas Erfan yang sudah hafal dengan gelagat Miko.
Miko tersenyum. "Erfan tau aja deh." ucapnya dengan menepuk pundak Erfan cukup keras.
"Cepet-cepet tobat deh Mik. Gue kasian liat anak orang lo baperin abis gitu lo tinggalin," cibir Deswa membuat Miko langsung menatapnya tajam.
Sementara Erfan. Laki-laki itu terbahak saat mendengar kalimat yang diucapkan Deswa. Deswa itu pendiam tapi sekalinya bicara pedas.
"Ketawa lo berdua! Bodo amat,gue males sama lo pada!" kesal Miko kemudian berlalu dari hadapan Erfan dan Deswa yang masih terbahak.

KAMU SEDANG MEMBACA
BIRU
Teen FictionSekuat apa ku harus mengerjarmu agar warna hitam dalam hati ini berubah menjadi warna indah? Harus seberjuang apalagi aku untuk mendapatkanmu? Sedangkan hatimu terlalu batu untuk ku luluhkan...