Bab 18

87K 8.9K 75
                                        

18. Penyesuaian diri

Loading ...

Start !

***

"Laura ...? Laura mama pulang!" ucap Fita dengan nada teriak sambil meletakkan belanjaan'nya keatas meja ruang tamu.

Vasilla terkejut, gadis itu menggigiti bibir bawah'nya sendiri dan melangkah perlahan kearah Fita. "Hai m-mama ...." sapa Vasilla gugup.

"Hai juga Laura sayang ... Baru pulang atau udah daritadi? Tadi mama abis dari mall sama temen mama, mama juga bawain kamu sesuatu nih ..." Fita menyodorkan beberapa kantung belanja kepada Vasilla.

Vasilla meraih'nya dengan agak gugup karena belum terbiasa. "M-makasih ma ..."

Fita hanya tertawa geli. "Kamu aneh, Laura. Biasa'nya juga langsung dibawa kekamar, kenapa masih diem aja disini?"

"Mama, Va-Laura mau kerumah temen Laura, gapapa?" Gadis itu hampir saja salah menyebut nama.

"Temen? Temen siapa? Cowo yang itu?"

Cowo? Vasilla mengernyitkan dahi'nya kemudian tersenyum canggung.

"Bukan kok ma, temen Laura yang lain." gadis itu terkekeh.

"Yaudah, tapi jangan pulang kemaleman ya." Fita mengusap puncak kepala Vasilla sambil tersenyum hangat.

Inikah rasa'nya mendapat kasih sayang dari orang tua? Sudah lama Vasilla tidak merasakan hal ini.

***

Vasilla berhasil tiba dengan selamat dirumah Gatha. Namun, gadis itu malah terdiam didepan rumah Gatha. Tak berani mengetuk pintu atau sekedar membunyikan bel.

Beberapa kali gadis itu hendak mengetuk pintu, namun gadis itu kembali menarik uluran tangan'nya kembali.

Kak Gatha pasti tau'nya kalau aku itu Laura... Gadis itu menelan saliva'nya, kasar.

"Mbak Laura ya? Kok berdiri didepan pintu?"

Vasilla yang terkejut langsung menoleh kearah asal suara. "S-siapa?"

"Mbak Laura mau ketemu mas Gatha?" tanya seorang pria tua yang tengah memegang gunting rumput itu.

"I-iya ... Bapak siapa ya?"

"Saya tukang kebun baru disini. Mbak ini mbak Laura yang pernah kesini kan? Masa mbak lupa sama saya?"

"A-ah, iya ... Aku inget." gadis itu terkekeh kecil.

"Mas Gatha ada didalem, mbak Laura mau ketemu?"

Vasilla mengangguk pelan. Kemudian gadis itu dengan cepat langsung menekan bel berkali-kali. Membiarkan pria tua itu berlalu pergi, hingga seseorang datang membukakan pintu.

Gadis itu terpaku menatap seseorang yang membukakan pintu. Dia kemudian tertegun menatap wajah orang itu sambil menelan saliva'nya susah payah.

"Laura...? Lo kenapa liatin gue kayak gitu hm?" tanya Gatha.

"Kak Gatha ...?" nada suara yang bergetar seolah takut itu membuat Gatha terheran-heran.

"Iya, Laura kenapa? Ayo masuk dulu sini."

Tanpa aba-aba, Vasilla memeluk sosok pria tinggi itu. Membuat Gatha langsung terpaku karena terkejut.

"Kak Gatha ...." lirih Vasilla, pelan.

"L-laura, are you okay?"

"Siapa kak?" tanya seseorang dari dapur.

Vasilla menoleh, menatap seseorang yang juga ia rindukan.

"I-ini, Laura ..." sahut Gatha, pelan.

Vento melangkah perlahan menghampiri mereka. "Laura, lo ngapain meluk kak Gatha?" laki-laki itu tersenyum lebar meskipun ekspresi wajah Vasilla sedang sulit ditebak.

Vasilla perlahan melepas tubuh kak Gatha. Gadis itu mundur selangkah, tepat diambang pintu. "Kak Gatha ..." suara ketakutan itu kembali terdengar.

"Laura, lo kenapa sih?" Gatha menoleh kearah Vento, Vento mengangkat kedua bahu'nya, tidak tau.

"Kak Gatha, Vento ... Silla kangen banget, sama kalian ..."

***

Loading ...

Finish!

Huaaaaa:""

Baru lanjut setelah sekian lama'nya:"
Maap ya, sekarang udah mulai PM, ditambah lagi minggu depan udah mulai ulangan, jadi ga punya waktu buat ngetik, ini aja ngetik'nya buru-buru:"

Bener-bener maaf banget:"
Saya usahain next chapter saya up, A.S.A.P ya:")
Jangan lupa Vote+Coment!
Thankyou~

[✔] Sixth Sense 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang