Miss me ? Haha :)
Selamat membaca sedikit hadiah dari author ini ya, dan sejujurnya author juga rindu semua pemeran Sixth Sense kecuali Luna. :)
~~~
Angin sejuk menerpa wajah laki-laki tampan berkumis tipis itu. Rambut berwarna coklatnya sedikit berantakan akibat angin tersebut, namun ia tak peduli. Ia hanya menutup kedua matanya dan merasakan sejuknya angin yang menerpa dirinya.
Seorang balita yang baru bisa berjalan dan berlari itu berlari kearah laki-laki itu kemudian memeluk kakinya, "Om Vento, temenin Yula maem ya~"
Vento menoleh kemudian menggendong balita kecil itu dan tersenyum, "Iya Yula sayang. Om temenin sama mama kamu. Kita makan bareng ya ?" Vento mencubit lembut pipi kembung dan menggemaskan milik Yula.
Vento melangkah masuk kerumahnya, kemudian menduduki Yula ditempat duduk khusus bayi itu. Laki-laki itu tersenyum ketika Laura datang dan menaruh semangkuk besar berisi sup ayam keatas meja makan. "Kak Laura sekarang udah bisa masak ya ?" goda Vento.
Laura terkikik pelan, "Iya, sejak menikah sama kakak kamu, kakak jadi sering baca-baca resep masak. Vexo suka banget sup ayam kayak gini, jadi kakak masakin khusus buat dia." ucap Laura sambil tersenyum.
"Tolong panggil Vexo, Olla dan Gatha ya ? Bilangin ke mereka kalau makanannya udah siap." lanjut Laura.
Vento mengangguk kemudian pergi dan kembali bersama dengan Vexo, Gatha dan Olla, istri Gatha.
"Wahh, adek belajar masak dari mana nih ? Perasaan sebelumnya kalian selalu delivery~" tanya Olla, wanita itu tertawa pelan.
"Haha, iya kak Olla. Laura belajar dari buku resep. Semoga enak ya ? Jangan malu-malu, habisin aja semuanya."
Mereka semua duduk ditempat duduk masing-masing kemudian mulai menyantap seluruh makanan lezat yang tertata rapih diatas meja makan.
Vento mengambil sehelai tissu kemudian membersihkan bibirnya. "Kak Laura udah jago loh. Sup ayamnya enak, sama kayak yang biasa kak Vexo beli."
Vexo tertawa, "Haha, iya ya. Laura emang pinter." Vexo mengusap lembut puncak kepala istrinya.
"Ohiya, selamat ulang tahun ya Vento." ucap Laura, wanita itu tersenyum lebar.
"Iya dek, selamat ulang tahun." Vexo menepuk pundak Vento.
Vento tersenyum lembut, "Iya, makasih kak."
"Ada sesuatu yang kamu pengen ?" tanya Olla.
Vento menatap kearah Gatha kemudian menggendong Yula dan memangku gadis kecil itu. "Aku mau Vasilla." sahutnya mengada-ada dengan nada pelan disertai senyuman.
"Kalau kamu kangen Silla, kamu berdoa aja semoga dia tenang disana. Dan kalau kamu punya waktu, kunjungin juga makam Silla, kerjaan bukan segalanya, Vento. Jangan nyiksa diri kamu dengan cara selalu kerja cuma biar kamu ga kepikiran Vasilla." ucap Gatha, lembut. Pria itu mengambil segelas air kemudian meneguknya hingga habis.
"Aku kerja terus bukan biar ga kepikiran Silla kok."
"Bohong. Kakak tau kamu bohong." sahut Olla.
Vento tertawa pahit, "Iya, aku bohong. Dari dulu, Vento Parcival Archer emang bisanya cuma bohong kan ?"
"Vento, udah ya ? Jangan bahas kesalahan kamu yang dimasa lalu lagi, kakak udah maafin kamu. Vasilla juga udah maafin kamu kan ? Lagipula juga Luna dan Bi Raya udah meninggal gara-gara dibunuh perampok. Kamu ga usah merasa bersalah terus." Gatha tersenyum, berusaha menghibur Vento.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] Sixth Sense 2
Horror#3 in Horor [COMPLETED] Kelanjutan dari Sixth Sense sebelumnya. Yang belum baca season 1 nya, bisa dibaca dulu jika berkenan:) Kemunculan seorang gadis manis yang memiliki wajah mirip sekali dengan mendiang Vasilla, namun sifat'nya berbeda 180 dera...
![[✔] Sixth Sense 2](https://img.wattpad.com/cover/160568895-64-k409846.jpg)