17

3.7K 530 60
                                        

day 46

hyunjin mengetikkan beberapa kalimat di dalam telepon genggamnya kemudian membuka mulutnya. minho yang sadar pun memasukkan sepotong semangka ke dalam mulut minho. minho mengecek jam dinding kemudian tersenyum lega. masih jam tiga sore. hari ini ia dapat giliran jaga malam dari jam delapan malam hingga jam tiga pagi. minho hari ini entah mengapa tidak ingin meninggalkan hyunjin sama sekali. katanya kangen.

"njin."

hyunjin tersenyum lebar mendengar panggilan itu. hyunjin senang minho ingin memanggilnya dengan panggilannya di rumah. itu artinya minho sudah bagian dari keluarganya.

"ya?"

minho meletakkan mangkuk semangka yang ia pangku sedari tadi ke atas nakas. bibirnya mengerucut sedikit. tangannya dilipat di atas dadanya. hyunjin yang melihatnya total gemas.

"kenapa kau ngacangin aku sih!"

minho berkata galak. ia membuang pandangannya ke arah jendela yang ia belakangi. hyunjin terkekeh pelan.

"aduh buntalanku ngambek, ya? sini peluk."

hyunjin merentangkan tangannya. minho dengan cepat menyambar badan hyunjin dan memeluknya dengan erat. bibir minho yang masih setia mengerucut bersarang di perpotongan leher hyunjin. sukses membuat si dominan mengumpat.

"nanti aku jaga malam tau. aku gak bisa jagain njin. jangan kacangin dong!"

hyunjin sukses tertawa gemas dan kemudian mengusak rambut minho pelan. alih-alih menjawab, hyunjin menggeser tubuhnya ke sebelah kiri. menciptakan ruang yang cukup lebar di kanannya.

"sini naik."

minho dengan pipi memerah melepaskan pelukan keduanya kemudian bergumam.

"sebentar. aku naikin sandarannya dulu."

tiga menit kemudian keduanya telah tiduran — hampir duduk — di atas tempat tidur pasien itu. hyunjin sedari tadi terus melayangkan kecupan-kecupan kecil di wajah minho yang membuat wajah si dokter manis memerah.

"njin, tau gak? buah yang selama ini kamu makan dari aku, loh."

celetukan minho membuat aktifitas hyunjin berhenti sementara.

"eh? masa?"

minho mengangguk.

"pas aku tau kamu koma karena nyoba nyelamatin orang, aku setiap minggu mgasih satu buah ke mamamu. jadi buah yang kamu makan itu menggambarkan seberapa lama aku dan keluargamu nunggu kamu bangun setiap minggunya."

hyunjin tersenyum lebar. ia senang minho ternyata telah memberikannya perhatian lebih sedari ia masih koma. hyunjin mengecup pelan hidung minho sebelum memasukkan sepotong semangka ke dalam mulutnya.

hyunjin mengunyahnya cepat tapi ia tidak menelannya. alih-alih melakukan itu, hyunjin memutuskan untuk mencium dalam bibir minho. minho kaget tentu saja. tetapi kemudian ia mulai membalas perlakuan hyunjin padanya. minho turut mengalungkan lengannya di leher hyunjin. dalam lima menit posisi mereka total berubah.

minho tengah terduduk di hadapan hyunjin. keduanya masih bercumbu. namun hyunjin melepaskan selang infusnya hingga ia leluasa untuk menyentuh minho. persetan infus yang menetes rusak. bibir minho lebih penting saat ini.

hyunjin melumat kasar bibir minho. ia menggigit bibir bawah si submissive hingga bibirnya terbuka kemudian memasukkan lidahnya ke dalam mulut minho. hyunjin dan minho bertukar saliva. hyunjin meninggalkan setengah dari semangka yang ia kunyah tadi di dalam mulut minho sebelum melepaskan cumbuan mereka.

hyunjin menelan semangkanya dengan cepat. begitu pula minho. nafas keduanya terengah-engah. dahi keduanya bersatu. jemari hyunjin mengangkat dagu minho kemudian mengecup pelan bibirnya. hyunjin tersenyum tipis sementara wajah minho semakin memerah.

"terimakasih buahnya, sayang."

apakah minho pernah menjabarkan betapa seksi pacarnya ini?

hwang hyunjin sialan. aku ambyar.

ill ft. hyunhoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang