ARIANA POV
Aku berjalan dengan riang karena akhirnya pelajaran pertama yang sangat membosankan selesai juga Aku segera beranjak ke kantin dan mendapati Len sedang berbincang-bincang dengan teman-temanku. "Hi," sapaku. Mereka semua menoleh ke arahku dan tersenyum. Aku duduk di sebelah Mentari dan ikut bergabung dengan obrolan mereka.
"Dave kemana ya?" Pertanyaanku sontak membuat mereka berhenti berbicara dan menatapku jail,
"Ada apa nih?" goda Len.
"Cie...Ciee.... Pasangan baru," Mentari ikut menyemangati.
Dan berbagai macam olokan lainnya. Aku mendengus kesal, "Serius, dia kemana sekarang?" "Tadi sih ada cewek. Cantik banget. Dia bilang mau ketemuan sama Dave. Coba aja caru di taman belakang," kata Esme. Aku terdiam di tempat dudukku. Astaga, apa Dave bakal ketakutan lagi? Aku langsung berlari ke taman belakang dan menemukannya. Dave sedang memeluk perempuan itu. Mereka benar. Perempuan itu sangat cantik dengan rambut blonde nya dan dress ketat yang sedikit memperlihatkan dadanya. Aku mulai tidak bisa bernapas. Bagaimana mungkin? Seorang Dave memeluk seorang perempuan? Aku tersenyum miris sambil melihag mereka berpelukan.
DAVE POV
"Stephanie?" tanyaku akhirnya. Dia tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya yang lucu. Aku tersenyum dan mengajaknya duduk di taman belakang.
"You know? Aku masih cinta sama kamu," katanya dengan aksen Amerika yang kental. Aku menatapnya lama dan menghembuskan napasku, "Lalu kamu mau apa?" "Aku mau kita balikan," "Untuk apa? Kamu lebih milih cowok brengsek itu," "Engga,Dave. I swear! Aku masih cinta sama kamu," "Sayangnya aku engga." Pekataanku membuatnya terdiam. Ia menatapku seperti aku adalah orang paling kejam, "Kenapa? Kenapa kamu ga suka sama aku?" "Perasaan itu udah lama gaada, Steph. Sebaiknya kamu pulang," "Kamu tahu kenapa aku mau kamu balikan sama aku?" Aku menggeleng dan menatapnya. Perlahan, air mata keluar mengucur ke pipinya yang merah. Kenapa dia?
"Aku hamil, Dave."
"Apa? Siapa cowok brengsek itu?"
"Aku lupa,"
"Astaga, Steph," kataku. Aku menatapnya prihatin dan memeluknya erat, "Bantu aku. Be my friend,please," katanya sambil membalas pelukanku. Aku mengangguk pelan. Tanpa sadar, mataku menangkap sesosok perempuan. Seketika itu juga, aku langsung melepas pelukanku dari Stephanie dan berjalan ke arahnya. Ia membelalakan matanya saat sadar aku sudah berjalan ke arahnya. Aku terpaku sebentar saat menyadari air mata yang ada di matanya. Oh dear, jangan bilang kalau dia........
"ARIANA!!!" teriakku saat dia mulai berlari kencang.
ARIANA POV
Aku menghapus air mataku untuk yang kesekian kalinya. Mengabaikan tatapan orang-orang yang mulai menyaksikan aksi kejar-mengejatku dengan Dave. Cowok itu berteriak memanggil namaku. Yang akhirnya kuabaikan. Aku langsung bergegas untuk ke kantin dan mendapati Mentari sedang duduk-duduk dengan yang lain. Mereka menatapku bingung campur terkejut.
"ARIANA, AKU BISA JELASIN!!!" Teriakan Dave membuatku merinding dan berlari menuju punggung Aaron, "Tolong gue, Ron," kataku padanya. Tubuhku sudah menggigil. Aaron menatapku bingung dan menatap Dave, "Lo apain ade gue?" "Gue bisa jelasin. Tapi cukup diantara kami berdua." Kata-kata penuh penegasan. Aku terdiam di belakang punggung Aaron yang sekarang sedang menatapku pasrah, "Kasih dia kesempatan, Ree," katanya. Aku membelalakan mata kaget dan tidak percaya. Aku merasakan seseorang memegang pergelangan tanganku. Dave menatapku intens, "Ikut aku. Sekarang." Ia menarikku ke taman belakang.
DAVE POV
"Aku sama Phanie gaada hubungan apa-apa lagi," kataku saat sampai di taman. Ia menaikkan salah satu alisnya dan tersenyum miring, "Gausah boonglah. Lo udah deket banget sama dia. CLBK ceritanya," "Kamu cemburu?" "Ih najis deh. Geeran banget sih lo," "Kamu beneran ga cemburu?" tanyaku sambil melangkah kearahnya. Ia mundur selangkah dan menatapku takut, "Biasa aja. Lo mau ngapain deket-deket sama gue?" "Mau melakukan sesuatu," "Ngapain?" Aku mendekat ke arahnya dan tersenyum puas saat matanya sudah terpejam dan wajahnya memerah. Aku menunggunya untuk membuka matanya kembali. "Kamu pikir aku mau cium kamu?" "Idih, maksud lo kayak gitu ke gue apaan, hah?" "Kamu suka sama aku?"
#tbc.
Halo! Sorry episode kali ini dikit banget tapi aku emang lagi males nulis banyak. Thanks yang udh nge vote.
Oh iya, Stephanie yang hamil di luar nikah itu boongan doang kok. Yang aslinya cakep dan alim :D
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredicted Love {COMPLETED}
RomanceAriana, gadis riang yang menyimpan masa lalu penuh luka. Ia sudah berkomitmen bahwa tidak akan menyukai lelaki dalam beberapa waktu. Namun, apa yang bisa dilakukannya ketika lelaki itu datang memberikan kepedihan dan pelajaran hidup serta kebahagiaa...
