Pagi yang padat untuk orang orang yang berada di Amerika. Setitik cahaya mencoba untuk menerobos jendela kamar salah seorang gadis cantik yang tinggal sendirian di apartemen studio yang berada di tengah kota tersebut.
"Engh" lengkuhan itu terdengar ketika tidur sang gadis terganggu karena cahaya matahari yang berhasil menerobos masuk.
"Ah, pagi yang indah" kata gadis cantik yang bernama Shin tersebut saat mengusap matanya untuk mengumpulkan kesadarannya.
Ting
Sebuah dentingan yang berbunyi dari ponselnya tersebut berhasil menyita perhatiannya, Shin mengambil ponselnya yang ia letakkan di nakas, kemudian membuka ponselnya dan mengecek, apa yang membuat benda tersebut berbunyi.
Hari jadian Shin Jie Eun dan Park Jihoon
Tulisan tersebutlah yang membuat ponsel Shin berdenting.
Senang, sedih, bingung, kecewa, dan belum bisa menerima, mungkin itu lah yang dirasakan Shin saat melihat notif tersebut.
Tiba tiba penglihatan gadis tersebut memburam, dan...
Tes
Setetes air mata yang berhasil lolos dari pelupuk mata Shin, memorinya kembali mengulang disaat dirinya bersama seorang laki laki yang namanya tertera pada layar ponselnya, laki laki yang pernah memeberikan kebahagiaan, laki laki yang sampai detik ini masih dicintainya, laki laki yang saat ini dirindukannya.
Sudah kurang lebih satu tahun setelah Wanna One bubar, dan mereka berpisah, berhubungan pun jarang, bahkan sekarang mereka sudah tidak lagi berhubungan, pernah sesekali Jihoon mencoba menghubungi Shin, tetapi ego, dan rasa kecewa Shin mengalahkan rasa rindunya.
"Aku tidak bisa terus seperti ini" kata Shin sambil mengusap air mata yang jatuh tanpa di suruh
"Huh, lupakan masa lalu itu, aku hanya seorang fans, dan tidak lebih, ya aku seorang fans" ucap Shin, tetapi air matanya tetap menerobos keluar
Shin kembali menghapus air matanya dan bangun untuk bergegas mandi.
Skip
Cantik, mungkin itulah kesan pertama saat orang melihat Shin, gadis tersebut berjalan menyusuri padatnya kota, dengan senyum yang merekah, ehm ralat, mungkin fake smile lah yang dimaksud, gadis tersebut tetap terlihat ceria walaupun hatinya sedang menangis.
Tidak seperti biasanya, hari ini gadis tersebut menuju ke sebuah cafe sebelum menuju ke kampusnya.
Shin masuk ke salah satu cafe yang berbaris rapi di antara gudung gedung yang menjulang tinggi.
"Ada yang bisa saya bantu? " tanya salah satu pelayan yang menghampiri Shin dengan senyum manisnya
"Saya pesan 1 Cheesecake dan 1 milkshake Strawberry dan segelas air putih" kata Shin
"Baiklah, apakah ada tambahan? "
"Oh iya, beri 1 lilin diatas Cheesecake nya"
"Baik"
Ddrrtt drrt
Getaran dari ponsel Shin menyita perhatiannya.
"Halo" sapa orang dari seberang sana
"Iya, halo" jawab Shin
"Kau sedang sibuk? "
"Ah tidak, ada apa? "
"Tidak ada apa apa, aku hanya ingin tanya kabarmu saja"
"Oh aku baik baik saja, bagaimana kabarmu? "

KAMU SEDANG MEMBACA
I Remember (Wanna One FanFiction)
FanfictionIni hanya cerita fiksi (ff pertamaku) tentang 3 Wannable yang tidak pernah menyangka akan bertemu langsung dengan Wanna One. Dan disitulah roman dimulai. Hope you like it! Thanks ^-^ Jangan lupa vote and comment ya (。'▽'。)♡