Della memasang wajah gelisah. Pertama kalinya ia akan meninggalkan semua orang di Tanah air tercinta nya ini selama 4 tahun.
Ia sampai di bandara pukul 08.47 diantar oleh Farel dan orang tuanya, tanpa sepengetahuan keenam sahabat nya itu.
"Jaga diri kamu sayang," mama memeluk Della, detik itu juga ia meneteskan air mata.
"Baik baik oke, ada Paman Mike disana," ucap Ayahnya. Della mengangguk dan tersenyum ketika ayahnya mengusap puncak kepala nya.
"Farel.." lirih Della.
"Gapapa Della, asal gue selalu denger kabar baik-baik aja dari lo, gue seneng. Gue bakal kabarin ini nanti ke yang lain kok," ujar Farel. Mata nya nampak berkaca-kaca.
"Ciee yang sedih gue pergi!" ucap Della sambil tersenyum. Farel hanya tertawa dan mengangguk.
"Kalau udah sampe, kabarin kami ya nak," ujar mama Della.
"Kabarin gue juga Del, jangan lupain gue dan temen-temen yang lain oke!" kata Farel. Della tersenyum dan memalingkan wajah.
Selangkah...
Dua langkah...
"Della!!" teriak Fara dan Syifa dari kejauhan. Della berbalik, keenam sahabatnya sudah ada di tempat dimana Farel dan orang tuanya tadi.
"Jangan pergi, please..." ucap Kaila. Della hanya tersenyum sambil merapatkan mata nya.
"Della...baik-baik lo disana," ujar Tiara. Semua nya nampak bercucuran air mata.
"Kabarin gue selalu," sambung Reisha yang sama sedihnya.
"Gue akan selalu kangen sama lo!" teriak Aul dengan suara nya yang masih menggelegar dikala air mata nya menetes.
"Makasih, gue pamit ya, gue ga akan lupain kalian, sahabat yang selalu ada buat gue, gue bakal selalu kabarin kalian kok," kata Della sambil melambaikan tangannya dan berbalik.
Benar-benar sakit, Gilang sama sekali tak datang. Namun tak apa, toh dia bukan siapa-siapa Della sekarang.
Dengan langkah berat Della meninggalkan mereka, yang ia sayangi disini, orang tua dan sahabatnya yang selalu ada.
I love you guys..
***
Matahari bersinar memamerkan cahaya nya yang menembus jendela rumah dua tingkat itu. Hiruk pikuk perkotaan terdengar tak jauh dari tempatnya berada.
Cewek itu membuka mata nya, menerima cahaya sedikit demi sedikit, sambil menguap dan meregangkan otot-ototnya.
"Hmm, good morning London!" sapa Della pagi itu. Ia terlihat sangat ceria sekali. Satu tahun sudah ia tinggal di Inggris untuk melanjutkan pendidikan di Oxford University.
"Della! Claire! Sarapan sudah siap, come here!" teriak Tante Sinta dari bawah, tepatnya dari ruang makan.
Paman Mike mempunyai anak seumuran dengan Della, namanya Claire Alicia Cakrawala, ia juga kuliah di Oxford, hanya saja mereka beda jurusan.
Sejak Della pindah, Claire yang selalu mengajak Della beradaptasi dengan negara itu. Kadang mengajak nya jalan-jalan atau menonton biskop.
"Morning Tante Sinta, Paman Mike, Claire!" sapa Della.
"Morning honey," balas Tante Sinta, Paman Mike dan Claire hanya tersenyum.
"Della sarapan dikit aja ya, udah telat ni," ujar Della memakan roti selai cokelat di hadapannya dan meminum segelas susu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif #1
Ficção AdolescenteDella dan Gilang yang harus merasakan manis pahit nya kehidupan cinta, merasakan indahnya hubungan asmara, meskipun selalu saja ada konflik diantara mereka. Mampukah mereka bertahan?
