Kita, udahan.

1.5K 12 0
                                        

"Sial!"

Gerutu Della sambil menggaruk kepala nya memasang wajah kesal. Ia baru saja menyelesaikan seluruh dokumen, tiba-tiba Mrs. Gaby menelponnya, meminta tolong untuk membantu nya menyiapkan file.

Ingin ditolak, segan. Ingin membantu, dia tak mau, kaget. Ia membuka laptopnya, mencari file milik Mrs. Gaby seperti yang diperintahkan.

Notifikasi berbunyi dari HP nya, terus menerus, chat group yang sangat berisik sehingga mengganggu konsentrasi nya menjelang tahun terakhir.

Della membuka aplikasi whatsapp nya sebentar, melihat chat group yang dari tadi membuatnya risih.

Hilman
Gue punya kabar buruk...

Faiz
Ada apaan?

Ghina
Apa Hil?

Hilman
Rian..

Ridho
Rian? Kenapa?

Aretha
Kenapa tu anak?

Kimi
Hilman jawab cepett

Hilman
Ke rumah sakit sekarang!

Rayshilla
Maksud lo apaan?

Della
Apaan ini? Kenapa harus ke rumah sakit? Rian kenapa?

Hilman
Itu ntar gue jelasin! Pokonya yang bisa sekarang, dateng ke St Thomas' Hospital.

Raka
Tu anak kenapa lagi;(

Kate
Gue kesana sekarang

Azil
Gue juga otw

Della
Lo tau darimana Man?

Hilman
Plis jangan tanya sekarang pokonya yang harus dateng itu lo Del.

Setelah itu Della bingung, dia harus gimana. Mau nggak mau ia meninggalkan tugas nya sebentar dan ikut bersama mereka.

Bahkan, ia ada janji dengan Gilang hari ini, tapi.. Ah, mungkin Gilang akan mengerti.

Sampai disana, sudah ada Kate, Aretha, Azil dan Hilman. Wajah mereka nampak cemas.

"Ada apa ini sebenernya?" tanya Della. Hilman menghampiri nya, tertunduk. Della yang masih tak mengerti hanya menatap Aretha, Kate dan Azil bergantian.

"Gue bahkan nggak nyangka, Del.." lirih Hilman. Suaranya sedikit serak, sementara Della kebingungan.

"Nggak nyangka apa?" tanya Della yang menatap Hilman lekat-lekat, meminta penjelasan.

"Rian.. Leukimia..."

"Leukimia??" tanya Della terkejut dibarengi dengan datangnya Kimi, Faiz, Ridho dan Raka. Mereka yang mendengar itupun langsung terkejut.

"Sejak kapan?" tanya Della lagi. Seluruh tubuhnya melemas, ia merasa tak kuat berdiri lagi. Ia pun duduk seakan tatapannya kosong.

*Flashback on

Rian terjatuh dari atas kasurnya, kepalanya pusing, badannya panas. Ia merasa tak kuat berdiri. Dengan kekuatan yang masih ada, Rian menelfon temannya yang aktif, yaitu Hilman.

Posesif #1Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang