Farel?

3.7K 18 1
                                        

Entah apa yang merasuki pikirannya, tiba-tiba Della mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Hal itu membuat semua orang terkejut.

"Hei, gue baru sadar, kalau gue emang gak bisa ninggalin keluarga gue, juga kalian,"

Gilang tersenyum, ia ingin memeluk Della dan memberinya pembalasan, tapi nanti, nggak di depan mama papa nya karena bahaya, haha!

Jam menunjukkan pukul 7 malam, semua temannya pamit untuk pulang, mama papa Della juga tidur di kamar, kecuali Gilang.

"Oke, ini saatnya balas dendam," Gilang nampak menyeringai, Della takut saat itu.

"Maksud kamu?"

"Maaf deh, abis kamu itu berubah pikirannya pas hari H, disaat aku lagi takut kehilangan seseorang yang aku sayang,"

"So dramatis banget sih kamu,"

Kesal, Gilang mulai menggelitik Della. Kali ini, Della kalah, ia mulai kelelahan oleh serangan Gilang.

"Hahaha udah sayang gelii," Della mulai menyerah, Gilang menghentikan aksi menggelitik nya.

"Hei hei, sejak kapan kamu manggil sayang?"

"Sejak kamu seneng kalau aku gak jadi ke London!"

"Hahaha, besok jalan-jalan yuk? Bete nih, besok libur, diem di rumah," ajak Gilang yang nampak memikirkan sesuatu.

"Oh, jadi diem di rumah berdua sama aku juga kamu bilang bete?" Della memicingkan matanya.

"Kalau di rumah nya berdua sih nggak bete, hahaha!" Gilang tertawa keras, muncul pikiran jahil nya.

"Yaudah, besok kita mau kemana?" tanya Della.

"Kita makan siang, terus besok ada acara keluarga, sekalian aku mau ngenalin kamu, biar tambah deket aja sih"

"Bukannya kita udah lebih dari deket??" Della tertawa.

***

Siang itu, Gilang mengajak Della pergi ke restoran Jepang. Tentu saja, Della sangat menyukai masakan Jepang.

Della memesan Onigiri dan Yakiniku, sementara Gilang hanya memesan beberapa Oshizushi.

Meskipun di tempat ramai, Gilang dan Della nampak cuek, ia bahkan masih memamerkan kemesraan di tempat itu seakan tak peduli.

"Kamu yakin bakal ngabisin dua-duanya?" tanya Gilang. Della mengangguk mantap seakan memang ia akan menghabiskannya.

"Oke, gapapa. Jangan terlalu kurus jadi cewek, gendutan dikit, biar pipi nya chubby," goda Gilang. Della mendelik, ia sangat lapar.

Tak lama, datang seorang pelayan dengan nampan berisi masing-masing satu porsi Onigiri, Yakiniku, dan beberapa Oshizushi.

"Makan, janji kamu adalah ngabisin Onigiri nya, ludesin Yakiniku nya, dan..."

"Dan apa?"

"Suapin aku," pinta Gilang.

"Manja banget sih monyet yang satu ini," ucap Della sambil tertawa kecil, sementara Gilang tak mau kalah.

"Mau maunya pacaran sama monyet! Oiya, minjem hp kamu dong,"

"Buat apa?"

"Periksa semua chat kamu,"

Semua chat? Ah, gawat! Ada chat Farel disana.

"Kenapa? Kamu kayak yang nyembunyiin sesuatu?" Gilang menaikkan sebelah alisnya.

"E...enggak kok, nih," Della memberi hp nya dengan tangan yang sedikit gemetar dan segera dirampas hp cewek itu oleh Gilang.

Lagi-lagi, Della kehilangan selera makan nya. Namun karena janji, ia berusaha menghabiskan semuanya walau ia merasa kenyang melihat Gilang memeriksa ponselnya.

Posesif #1Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang