Shit! I hate Monday.
Yap, hari itu hari Senin. But why hampir setiap orang di seluruh dunia benci dengan hari itu. Termasuk Della.
"Della, bangun sayang," kata Mita sambil menggoyangkan tubuh Della pelan-pelan. Bisa bisa Della jadi macan kalo dibangunin paksa.
"Bentar lagi dong, ma,"
"Ini udah jam berapa?!"
Sekilas Della melihat jam, ok fine! Dia harus bangun. Jam itu menunjukkan pukul 6 pagi sementara Della harus datang ke sekolah pukul setengah 7 untuk menemui si Ketos itu.
Della buru-buru mandi lalu sarapan hanya dengan sepotong roti selai coklat. Della sangat buru buru. Entah apa yang membuat Della begitu buru buru.
Tin..tin..
Tiba tiba suara klakson mobil menggema di depan rumah Della. Entah siapakah itu, namun sepertinya dia yang menjemput Della hari ini.
"Ehm pantes buru-buru, ternyata pacarnya jemput nih?" goda Rey.
"Papa apaan sih,"
Sedikit demi sedikit kaca mobil itu terbuka lebar. Terpampang sosok ganteng dan super nyebelin itu, Gilang.
"Ayo naik,"
Tanpa basa-basi Della menaiki mobil Gilang. Saking penasarannya karena banyak yang ingin Della tanya di dalam mobil, Della nggak pamit pada orang tua nya.
"Lo ngapain jemput gue?" tanya Della.
"Lo itu ya dibaikin sama gue gamau, makanya jangan molor mulu kan kesiangan! Kebo!"
"Tapi kenapa harus gue yang lo baikin, curut!"
"Apa yang lo bilang barusan?"
"Gue bilang lo CURUT!"
"Lo bisa nggak gausah teriak teriak di dalem mobil gue? Bukan nya bilang makasih ke gue" timpal Gilang.
"Kok lo bisa tau rumah gue sih? Jangan bilang lo ngikutin gue setiap pulang sekolah!"
"Nada bicaranya kecilin dong somplak! Lo pikir gue ngikutin lo? Enggak, gue tau alamat rumah lo dari temen lo yang sama somplak nya kayak lo,"
"Ok, makasih," ucap Della.
"Baru bilang makasih?"
"Untung gue bilang makasih, curut!"
"Berisik, lo jadi cewek nggak ada manis manisnya ya? udah nyampe nih, Untung ada waktu 15 menit lagi, kalau gue nggak jemput lo, kelar hidup lo"
Tanpa menye-menye lagi, Della keluar dari mobil lalu menuju kelasnya.
Sebenarnya, niat Gilang menjemput Della itu karena dia ingin jujur tentang semalam. Namun sepertinya nggak sekarang dia jujur.
Della menuju kelasnya, disana sudah ada Kaila, Aul, Fara dan Tiara. Entah mereka sedang mengobrol apa, Della menghampiri mejanya lalu membanting tas.
"Lo kenapa, Del?" tanya Tiara.
"Nggak papa," jawab Della dingin.
"Biasanya lo nggak gini deh, ada apa cerita aja sama kita?" ucap Fara.
"Please guys gue nggak papa, btw yang lain kemana?"
"Entah, belum dateng," jawab Aul.
"Katanya kejebak macet, deh," timpal Kaila. Setau Della jalanan nggak macet deh barusan?
"Yaudah, gue mau ke toilet,"
Della meninggalkan teman temannya. Setelah dari toilet, Della pergi ke kantin untuk membeli sebotol air mineral.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif #1
Teen FictionDella dan Gilang yang harus merasakan manis pahit nya kehidupan cinta, merasakan indahnya hubungan asmara, meskipun selalu saja ada konflik diantara mereka. Mampukah mereka bertahan?
