Diva kembali ke ruang makan dan hanya menemukan suaminya sedang mengobrol dengan istri Davi.
"Sayang, sebaiknya kita segera pulang. Oliv sakit."
Malik tampak terkejut. Soalnya tadi pas mereka pergi, anaknya sehat-sehat saja. "Oh, tentu, Askim. Davi, maaf, kami harus segera pulang."
Diva bingung mendengar ucapan suaminya, karena dia tidak melihat Davi bersama mereka.
"Tidak apa-apa, Mr. Zein. Lain kali kita bisa bertemu lagi."
Diva baru menyadari bahwa Davi berada tepat di belakangnya, dan begitu dekat hingga dia bisa merasakan hembusan nafasnya. Diva menatap istri Davi yang kelihatan tidak suka melihatnya. Namun dia tidak peduli. Bukan dia yang gak tahu diri di sini, tapi Davi.
💔💔💔
Pagi ini Diva sedang menyiram bunga-bunga mawar kesayangan ibunya yang ada di halaman depan, sementara anaknya, Oliv, berada di stroller sambil berceloteh sendiri. Syukurlah demam Oliv sudah turun hingga bisa dibawanya keluar untuk menghirup udara segar. Setelah selesai dengan bunga-bunganya, Diva mengambil putrinya dari stoller dan menggendongnya. Berkali-kali diciuminya pipi gembil anaknya yang sangat menggemaskan.
"Anne..." Ucap Diva mengajari anaknya memanggilnya Anne, yang dalam bahasa Turki artinya mama.
"Nnne..." Sahut Oliv.
"Yeeyyy....anak pintar." Serunya sambil terus menciumi anaknya.
"Azkim, ini masih terlalu pagi membawa Oliv keluar. Kasihan dia, nanti malah sakit lagi."
Diva melirik ke suaminya yang walaupun sudah berusia di atas 50 tahun, tapi tampak masih tampan dan lebih muda dari usianya. "Iya, Sayang. Cuma sebentar kok ini mau masuk."
"Mama....Altan hungry...."
Diva tersenyum dan memberikan Oliv kepada suaminya kemudian mendekati bocah tampan anak sambungnya, kemudian menggendongnya. "Baiklah Sayang, kita sarapan sekarang."
Mereka pun masuk ke dalam rumah tanpa mengetahui sepasang mata yang dari tadi mengamati interaksi mereka.
Davi merasakan sesak di dadanya melihat Diva yang terlihat bahagia bersama keluarga kecilnya. Diva bahkan benar-benar telah memiliki anak bersama pria itu.
Aarrgghhhh
Davi menjambak rambutnya frustasi. Rasanya dia hampir gila membayangkan Diva yang tak mungkin bisa diraihnya lagi. Harapannya sudah pupus untuk mendapatkan Diva kembali. Namun cintanya kepada Diva adalah cinta mati. Hatinya tak bisa berbohong, dia sungguh-sungguh mencintai Diva, sampai saat ini. Tak ada yang bisa menggantikan Diva di hatinya. Dan dia sangat cemburu melihat kebahagiaan Diva bersama keluarga kecilnya.
Davi menghela nafas, wajahnya tampak muram dan dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Rumah yang terasa hampa karena tidak ada cinta di sana. Dia tidak tahu harus menyalahkan siapa atas takdirnya sekarang. Tidak mungkin dia menyalahkan mamanya, itu akan menambah dosanya.
***
Hari ini adalah hari terakhir Diva dan keluarganya berada di Jakarta. Besok mereka akan kembali ke Istambul. Oleh karena itu, Diva membawa anak-anaknya dan suaminya ke mal. Sekalian Diva mau membeli makanan-makanan khas Indonesia untuk di bawa ke Istambul, seperti teri, tauco dan lain-lain.
"Azkim, apa sudah lengkap semua yang mau kau beli?" Tanya suaminya dengan lembut. Suami Diva memang orang yang lembut setiap bertutur kata kepadanya. Tak pernah sekalipun membentak Diva. Jangankan membentak, melototkan matanya ke Diva saja gak pernah. Betapa beruntungnya Diva mendapatkan suaminya itu. Karena sikapnya yang selalu lembut itulah makanya hati Diva akhirnya luluh dan mulai menyayangi suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
D I V A
RomancePRIVAT ACAK!! FOLLOW DULU SUPAYA BISA BACA LENGKAP 🤗 Diva adalah seorang gadis yang sangat cantik jelita, pintar dan bertubuh seksi. Diva adalah sosok wanita sempurna namun kehidupan cintanya tidaklah sesempurna dirinya. Diva mempunyai seorang keka...
