"Reeva" sapa Surya yang langsung duduk dihadapan Reeva yang sedang menyantap nasi goreng kantinnya.
"Apa sih bang Surya?! ngagetin aja!" kesal Lami.
"Tau nih, liat nih minuman gue jadi tumpah!" kesal Vanesya.
"Caelah lebay banget lu kutu mikroba, tumpah setetes dua tetes doang lu kek tumpah satu tong pinguin" jawab Surya dengan mulutnya yang maju-maju.
"Ya kan mubazir! gue belinya pakai money bukan pakai pomet elu!" kesal Vanesya sambil menunjuk rambut Surya yang justru acak-acakkan akibat pomet rambut.
"Berisik lu! gue aja ga komen sama anting rantai lu!" kesal Surya mengingat anting-anting Vanesya yang bergelantung cukup panjang bak rantai.
"ANTING RANTAI?!" Vanesya pun berdiri sambil memukul meja.
"NGACA DONG! LU NOH PAKAI GELANG AJA KEK BORGOL!""Ehhh udah cukup!" kesal Reeva akhirnya melerai mereka berdua, jika tidak dilerai mungkin akan timbul perang world ke 3.
"Surya, lo ngapain datang-datang langsung nyelonong duduk di depan! kan gue sama temen-temen gue kaget!" Amarah Reeva pun tak bisa ditahan,
"Lo juga, Nes! Kenapa sih sampai mukul-mukul meja?! udahlah abaikan aja dia ngomong apa""Dia yang ga mau ngalah-" baru saja Vanesya ingin menjawab.
"MAAFIN GUE, VA! GUE GA TAU SUMPAH GUE GA SENGAJA!!!" Surya sudah meraung-raung meminta maaf kepada Reeva terdahulu. Tangan Reeva digelantungi oleh Surya bak anak kecil yang meminta permen ke ibunya.
"Apasih?!" kesal Reeva berusaha melepaskan diri dari Surya.
"Va, gue ga sengaja! gue minta maaf kalau gue ngagetin lo! ya? ya? ya?" pinta Surya dengan tatapan mata kucingnya.
"Ish!" Kesal Reeva yang langsung keluar kantin dan meninggalkan Surya dan juga kantin yang ricuh akibat Surya itu.
Vanesya dan Lami pun ikut pergi meninggalkan kantin.
"Kenapa sih Surya itu ngeselin?! kemarin udah bagus-bagus ngomongnya normal, eh! balik lagi kek tarzan cacingan!" gumam Reeva selama perjalanan kembali ke kelas.
Tiba-tiba bola basket pun berhenti tepat di depan kaki Reeva. Sebelum Reeva tendang seperti biasanya, Daffa terlebih dahulu mengambil bola basket itu.
"Hai, Va" sapa Daffa sambil mengusap keringat di keningnya.
Sontak Reeva langsung tersenyum manis melihat Daffa dengan seragam basketnya itu, jujur Reeva bingung disaat Daffa keringatan seperti saat ini mengapa tidak tercium bau keringat? Daffa tetap wangi bahkan lebih wangi dari biasanya.
Apakah efek dari bucin-bucin? -Netizen
BIG NO!
Daffa bisa dibilang satu-satunya orang yang tubuhnya wangi bak parfum saat sedang berkeringat, tak heran orang begitu betah saat berbicara dengannya walaupun dalam keadaan berkeringat.
"Dave" sapa Reeva dengan setengah bergumam.
"WOY DAVE!" Teriak beberapa orang dari lapangan basket, beberapa orang itu ternyata dari tim basketnya Daffa yang mengajak Daffa untuk bermain basket lagi.
Beberapa dari mereka bahkan memberi kode agar Daffa kembali ke tengah lapangan dan fokus latihan, apalagi Daffa adalah kapten disana.
"Gue duluan ya" ucap Daffa yang langsung membuat Reeva mengangguk sambil tersenyum.
"Eh iya" Belum beberapa langkah Daffa kembali berbalik badan melihat Reeva,
"Gue ga ikut rapat osis ya hari ini, Va. Gue ada jadwal perlombaan basket dalam waktu dekat ini, bahkan jadwal pembelajaran gue sekarang aja diganti jadi latihan sama pak pelatih. Gue juga udah ada surat izin kalau lo ga percaya atau perlu bukti"

KAMU SEDANG MEMBACA
RUANG GANTI 2 [Hiatus]
Teen FictionAda apa dibalik ruang ganti? Ruang ganti, ruang kutukan. Itu lah desas-desus yang muncul dari kaum remaja yang mengatakan bahwa siapapun yang terjebak di ruang ganti SMA Nusantara maka akan berjodoh. Reeva, si ketua Osis tahun ini yang terkenal ding...