"SMANTARAAAAA!!!"
Teriak pendukung dari SMA Nusantara sesaat setelah Daffa dan timnya berjalan di tengah lapangan basket.
Matanya Daffa langsung menyisir seluruh tempat duduk VIP, tak ada Ibundanya.
"DAFFAAAA!" Panggil Ardean berteriak menyemangati anaknya semata wayang itu. Ada Kakeknya Daffa juga dan Kinan bersama Fiolan.
"MUKA ES BALOK!" Teriak Harris yang ternyata juga ada di sana, namun tak membawa Bella.
"DUPLIKAT GUEEE!!!" Teriak Jaya yang juga ada di sana untuk menyemangati Daffa.
"MAS DAVE!!!!" Teriak para penggemar Daffa ikut menyemangati.
"DAVE!" Teriakan Surya membuat matanya Daffa kembali mengelilingi lapangan basket yang ada di dalam ruangan ini.
Ternyata Surya datang, Hanip juga datang.
Dan, Reeva juga datang.
"SEMANGAT INGUS TAPIR!" Hanip pun berteriak menyemangati.
"Lah? Ada elo?! Ngapain keluyuran?!" Teriak Harris melihat Hanip.
"Lah? Papa ngapain disini? Papa bukannya bilang ke Mama kalau mau rapat kantor?" tanya Hanip bingung.
Harris pun hanya nyengir,
"Lo juga bilang ke Mama mau kerja kelompok kan? Ngapain bawa Reeva?""Hehehehehe...," tawa Hanip.
"Hehehehehe...," Harris pun ikut tertawa.
Kemudian mereka berdua pun berlomba-lomba menelpon Bella untuk saling mengadukan satu sama lain.
"SEMANGAT, DAVE!" Teriak Reeva akhirnya menyemangati Daffa.
Bukannya tambah semangat, Daffa justru tambah murung. Jelas, di saat Reeva menyemangati, di saat yang sama juga Surya merangkul Reeva.
Pertandingan pun dimulai, Daffa yang membuat taktik namun dirinya sendiri yang tak menjalankan taktik sesuai yang ia lakukan selama latihan seminggu ini.
"Dave!" bisik Marco, salah satu anggota basketnya Daffa.
"Fokus!"Ya, Daffa sendari tadi tak fokus pada permainan. Ia beberapa kali terjatuh, ia gagal memasukkan bola basket ke ring, bola basket yang diiring pun beberapa kali direbut oleh lawannya. Daffa seperti baru pertama kali bermain basket padahal dirinya adalah Kapten.
"Dave! Semangat!!!" Teriak Kinan, sejujurnya Kinan tau jika Daffa tampak tak fokus akibat Chacha yang tak datang pada acara kebanggannya Daffa ini.
"Lo udah hubungin kak Chacha?" tanya Kinan ke Ardean.
"Ya" jawab Ardean singkat.
"Dia bilang apa?"
"Yang angkat manajernya" jawab Ardean.
"Manajernya kak Chacha kan mamanya kak Chacha?"
"Manajer pengganti. Mamanya Chacha kan lagi sakit selama setahun terakhir ini."
Jawaban Ardean itu membuat Kinan terdiam.
"Manajernya bilang apa?" tanyanya.
"Chacha bakal pulang"
"SERIUS?!" jerit Kinan kegirangan, namun karena suara berisik di sekeliling lapangan tentu suara Kinan tak terdengar.
"Ya...," jawab Ardean masih memegang balon persegi panjang bertuliskan tim kebanggan Daffa untuk menyemangatinya.
"Tapi, pastinya gak sekarang. Mungkin sehabis bertandingannya selesai."

KAMU SEDANG MEMBACA
RUANG GANTI 2 [Hiatus]
Novela JuvenilAda apa dibalik ruang ganti? Ruang ganti, ruang kutukan. Itu lah desas-desus yang muncul dari kaum remaja yang mengatakan bahwa siapapun yang terjebak di ruang ganti SMA Nusantara maka akan berjodoh. Reeva, si ketua Osis tahun ini yang terkenal ding...