27

1.6K 101 19
                                    

Kini kita berada di kediamannya Harris dan Bella, Bella tengah sibuk berkutat dengan ponsel layar sentuhnya di kamar sedangkan Harris sibuk dengan berkas-berkas sidangnya di meja kerjanya.

Tak lama Bella keluar kamar dan menuju ke meja kerjanya Harris, "Ris"

Namun, Harris tak menggubris istrinya itu.

"Ris" panggil Bella lagi.

"Eh?? I-Iya?" jawab Harris hanya melirik Bella sedikit dan kembali sibuk dengan berkasnya.

"Istirahat" ucap Bella menyuruh suaminya itu untuk sejenak beristirahat, "Muka lo udah lelah gitu"

"Be-bentar lagi ya, Sayang. Ini masih ada kerjaan" jawab Harris, "Masih banyak ini"

"Yaiyalah,numpuk gitu" jawab Bella, "Gabisa di selesain besok?"

Harris pun meletakkan pulpennya dan memutar kursi putarnya untuk melihat Bella, "Kenapa? Kamu mau apa? Sini" ucapnya sambil merentangkan tangan untuk memeluk Bella.

Bella hanya diam ditempatnya, "Beneran masih banyak?"

Harris menurunkan tangannya danmelirik berkas-berkasnya, "Eng-enggalah! Di-dikit loh ini serius!"

"Kerjaan kek gini mah sedikit ketiban usaha buat dapetin kamu dulu, hehehe" tambah Harris lagi.

Bella pun menuju belakangnya Harris, ia memijit punggung suaminya itu. "Yaudah, lanjut"

Harris terdiam sejenak kemudian meraih tangan istrinya itu. "Tumben, Yang"

"HAAAHHH!" jerit Harris tiba-tiba sambil menarik tangan Bella untuk berdiri lagi di depannya. "Jangan-jangan kamu baik gini gegara mau gugat cerai aku ya!"

"Astagfirullah, amit-amit! Enggalah!" bantah Bella.

"Huhhhh! Lega... Kirain mau cerai" Harris mengatur nafasnya. "Terus ada apa nih, kesambet?"

Bella terdiam sejenak, "Jarang-jarangkan tidur selarut ini, biasanya udah dikamar terus manggil-manggil"

Harris tersenyum kecil melihat istrinya yang baginya lucu ini, "Duduk sini" suruhnya untuk duduk dipangkuannya.

Bella pun duduk dipangkuannya Harris, Harris kembali melanjutkan pekerjaannya sembari memeluk Bella dari belakang.

Disaat-saat beginilah Bella teringat akan kelucuannya Harris.

Seperti waktu pertama kali ia memberi tau Harris jika dirinya hamil.

"Ris, lo bakal jadi ayah" ucap Bella waktu ia tau dirinya sedang mengandung Hanip.

"Hah?! Gue hamil?!" tanya Harris dengan wajah bodohnya.

"Gue yang hamil!" jawab Bella dengan kesal.

"Loh?! Lo juga hamil?! Samaan dong!" jawab Harris lagi.

Ya, hal-hal bodoh dari Harris ini yang membuat Bella tak mampu lepas dari Harris sebentar saja.

Harris juga merupakan sosok yang romantis, seperti waktu Bella yang tak terbiasa mengenakan higheels disaat undangan acara kantornya Harris.

"Lepas aja" ucap Harris waktu itu menyuruh Bella melepaskan higheelsnya.

"Ih! Malu diliatin bawahan kerja lo!" bisik Bella yang masih merangkul lengannya Harris. "Nanti mereka bilang masa istrinya Pak Harris yang designer fashion ga bisa pakai higheels, gimana?"

Harris terdiam sejenak, "Semua tamu undangan!" ucapnya membuat seluruh tamu undangan itu melihatnya.

"Iya, Pak?" hormat mereka semua kepada Harris.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 20, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RUANG GANTI 2 [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang