A Little Smile

734 75 4
                                    

"Ada apa ya?" Seulgi langsung menghampiri cowok tadi sambil menundukan kepalanya.

"Seulgi kamu kenapa? kenal ma dia? Kok aku gatau sih?" tanya Doyoung

"Woy!" Doyoung dan cowok tadi pun melakukan high five dan membuat seulgi lebih kebingungan.

"Kalian kenal?" tanya seulgi

"iyalah dia kan sahabat lamaku, emang cuma kamu aja? Btw kok jadi kamu yang nanya, kan tadi aku yang nanya gitu dihhh." Doyoung heran dengan tingkah laku Seulgi.

"aku ga kenal." Seulgi menjawab gugup karena cowok itu memperhatikannya.

"Trs kenapa kaya orang kenal gitu? Curiga gue, yaudah kenalin dia sahabat lama yang sangat sangat akur hahha." Sambil ketawa ciri khasnya Doyoung.

"Taeyong." Taeyong tersenyum dan mengulurkan tangannya.

Ya laki-laki tadi pagi itu adalah Taeyong, yang penuh karisma.

Senyum itu sama dengan senyum tadi pagi yang membuat seulgi kepanasan dalam kedinginan.

"mmm seul..seulgi. Ya namaku seulgi, salam kenal." Seulgi sangat malu dan membalas tangan Taeyong.

Sudah tiga hari berlalu dari kejadian di malam itu.

"Seulgi-ya hari ini temenin aku ke toko buku yuk, mau cari buku buat persiapan test kerja." ajak Irene.

"Eung?!?!?! Eonni keluar kerja?" tanya Seulgi.

"Engga, jadi boss gue bilang kalau salah satu adalah kepala perusahaan lagi butuhin sekretaris baru nah aku jadi salah satu orang rekomendasi dari kantor. Soalnya anak perusahaannya kan mayan banyak jadi seleksi gitu." jelas Irene.

"Kok eonni yang jadi perwakilan? Pasti semua yang eonni kerjain selama ini dah memuaskan kantor ya kan?" goda Seulgi.

"Mungkin, yaudah deh semoga aja aku yang keterima soalnya sama aja naik jabatan banget sih, nanti kamu bakalan seneng juga kan? Hahaha dah ah buruan mandi."

Sampailah mereka di toko buku.

Irene sibuk mencari-cari buku, namun seulgi hanya meminum Gong Cha dan melamun.

Dari semalam, Seulgi sama sekali tidak bisa menghilangkan senyum dari cowok yang ia temui di station, ya namanya Taeyong.

"wahhhh, engga engga." seulgi ngedumel sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Eung? engga apa?" Irene yang disampingnya kebingungan dengan tingkat adiknya yang tiba-tiba ngedumel sendiri.

"ahh, engga apa sih eonni. Salah denger kali." Seulgi pura pura tidak mengatakan sesuatu.

"Salah denger? Ngaco deh.." ucap Irene.

"aa.. eonni... udah belum. Laper ni." Seulgi kelaparan menunggu Irene yang daritadi mencari-cari buku.

"yuk udah ni." ajak Irene.

Mereka pun meninggalkan toko buku dan saat perjalanan menuju restoran andalan mereka, Seulgi melihat doyoung di salah satu restoran dan dia pun menghampirinya.

"Doyoung-ssi!" panggil Seulgi.

"Ahh. Seulgi-ssi! Ahh noona Irene neomu yeppeo." sapa Doyoung.

"kan aku yang manggil, kenapa jadi eonni yang dipuji." seulgi menjitak doyoung.

"seulgi kita makan disini aja ya sekalian ngobrol sama doyoung, dah lama kita ga ketemu juga. Sana pesenin pasta kaya biasa aja yaa." Irene menyuruh seulgi untuk memesankan makanan untuk mereka

"Doyoung-ssi sendirian?" tanya Irene.

"engga noona, sama temanku dia lagi ke toilet." jawab Doyoung.

Tanpa seulgi tau ternyata doyoung ke restoran itu bersama Taeyong.

Seulgi pun memesan makanan dan langsung kembali ke tempat duduk.

Saat akan keluar seulgi baru sadar kalo tepat di pintu restoran ada cowok yang dari kemarin menggangu pikiran seulgi.

Ya...

Taeyong

Dengan senyum nya melihat ke arah seulgi.

Seulgi terdiam karena taeyong membuyarkan pikirannya.

"Seulll...gi? Ya kan nama kamu seulgi?" sapa Taeyong.

"iiiyaa. Taeyongg?"

"Ya bener."

Seulgi dan Taeyong pun berpapasan didalam restoran dan keluar ruangan pun jadinya bersama-sama.

Doyoung melihat Seulgi dan Taeyong jalan bareng pun,

"Loh kalian dah ketemu didalem?" tanya Doyoung.

"Iya ni. btw eonni kenalin ini Taeyong temennya doyoung." Seulgi memperkenalkan Taeyong pada Irene.

"Ahhh. Irene." sapa Irene.

"ahhh~ Taeyong." sapa Taeyong.

Mereka pun asik ngobrol hingga menuju malam.

Seperti biasa doyoung dan irene sangat berisik dan mereka sangat terlihat menyambung asik menceritakan apapun itu.

Seulgi pun sesekali melirik taeyong yang selalu tertawa dan tersenyum

Menurut seulgi, senyum taeyong memiliki sejuta makna.

Entah kebahagiaan atau keterpurukan.

Karna senyum kecil taeyong saat pertama kali seulgi lihat memiliki makna kebahagiaan.

Terpancar dari raut wajah dan matanya.

Namun saat malam hari terakhir mereka bertemu, senyum itu bukan senyum yang dilihatnya di station. Senyum yang hanya sedang senang sesaat.

Seulgi sangat ahli dalam menebak perasaan seseorang, semua takkan bisa berbohong bila bersamanya.

Namun, sebaliknya seulgi mampu menutupi perasaanya dan dapat berbohong kepada orang lain dengan perasaannya.

Saat seulgi sedang melihat taeyong.

Taeyong pun membalas melihat dan tersenyum pada seulgi (lagi).

"senyum ini, senyum yang aku rindukan." seulgi berbicara pada hatinya saat ia sedang membuat eye contact dengan taeyong.

"Mata yang indah." "Belum pernah aku melihat mata itu." Taeyong pun ikut berbicara dalam hatinya saat membuat eye contact dengan seulgi

"wahhh." Taeyong keceplosan dengan kekagumannya melihtat mata Seulgi.

Taeyong pun malu dan tidak melihat seulgi lagi. "Aku tuh bilang apa barusan, udah ga beres deh." Taeyong memukul bibirnya.

Seulgi hanya tertawa dengan tingkah taeyong saat itu lalu mereka ikut bergabung dengan candaan irene dan doyoung.

Tersenyumlah saat kita bertemu,

Karena itu yang akan kurindukan

mulai hari ini.

- Kang Seulgi.

___________________________Seulgi dan taeyong fix bakal cinta pada pandangan pertama ni

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

___________________________
Seulgi dan taeyong fix bakal cinta pada pandangan pertama ni.
Butuh masukan kritik dan saran ini sebagai pemula hehehe.

Don't Forget Vote and Comment, Thank u Achoo!

A BEAUTIFUL MESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang