Hari ini Seulgi diizinkan untuk pulang, karena dia hanya perlu menjalani perawatan dirumah.
"Terimakasih dok," ucap Seulgi.
"Baik-baik kamu, jangan terluka kembali. Hati-hatilah lain kali, walaupun kamu telah berhati-hati namun orang lain belum tentu. Jaga kesehatan." ucap Dokter Hwang.
"Kalau begitu kami pulang dulu. Terimakasih." Taeyong dan Seulgi meninggalkan rumah sakit ini setelah 2 minggu membuat kenangan disini.
Taeyong sangat berhati-hati menuntun Seulgi.
Mereka berdua menuju rumah dengan hati yang senang.
"Aku bersyukur dengan keadaan seperti ini, kita bisa bersama lagi." ucap Seulgi
"Aku yang lebih bersyukur kamu bisa ada disampingku lagi dan baik-baik saja. Maaf aku sama sekali tidak bisa kamu andalkan saat itu." ucap Taeyong dengan wajah menyesal.
"Ahhh tidak! Ini bukan salahmu, aku aja yang ceroboh bisa ketinggalan bis saat itu." Seulgi memegang tangan Taeyong untuk memastikan bahwa ini bukan salahnya.
Taeyong tersenyum dan mencium telapak tangan Seulgi.
Setelah setengah perjalanan,
Mereka melewati tempat mamanya Seulgi.
"Kita kesini dulu ya. Aku ingin berpamitan dengannya, aku rasa rinduku padanya telah terobati." ucap Seulgi dengan menatap tempat dimana kita semua menyebutnya Rumah Terakhir.
Setelah mereka menepi dan masuk keruangan dimana mama Seulgi berada.
"Eomma, ijinkan aku memperkenalkan secara resmi padamu." ucap Seulgi dengan menarik perlahan tangan Taeyong.
"Annyeonghaseyo.... Saya Taeyong, pacar dari Seulgi." ucap Taeyong sambil membungkuk.
"sstttt, panggil dia eomma." bisik Seulgi.
"ah, eomma." lanjut Taeyong.
"Eomma, Terimakasih telah bersamaku disaat aku tidak tahu arah untuk kembali. Terimakasih telah menemaniku disaat aku takut tidak bisa kembali. Terimakasih untuk selalu menjagaku. Seulgi menyayangimu." ucap Seulgi yang mencium kaca pembatas tempat penyimpanan abu.
Kali ini Seulgi tak meneteskan air matanya.
Dia menahan sekuat mungkin tidak menangis, ia ingin moment ini menjadi moment untuk memperkenalkan Taeyong dengan Mamanya.
Taeyong heran saat menatap Seulgi dia sama sekali tidak menangis atau berkaca-kaca, dia tersenyum sangat lebar.
Tanpa disadari Taeyong senang melihat saat-saat ini.
Dan ini saatnya dia mengungkapkan semuanya.
"Eomma, sebelumnya maafkan saya bila membuat Seulgi terluka sebelum-sebelumnya namun jujur saya sangat mencintainya, saya siap menjadi bagian hidupnya. Aku akan mencintai dia sepenuh hati saya, bila eomma dapat merasakannya mungkin eomma akan tahu bahwa saya sangat takut kehilangannya kemarin. Mulai sekarang saya akan bersamanya melindungi, menjaga dan menjadikan dia calon pasangan hidup saya." Taeyong sangat jelas mengatakan ini dan menengok kearah Seulgi yang sudah menatap Taeyong duluan.
Seulgi tersenyum heran dengan perkataan kekasihnya, namun dia tetap bangga telah membawa laki-laki yang tepat saat ini.
"Saya sudah yakin bahwa aku akan menikahi Seulgi secepatnya." ucap Taeyong yang masih menatap mata Seulgi dengan dalam.
Seulgi yang mendengar itu semuanya terkejut, dia mengerutkan keningnya dan berkali-kali mengedipkan matanya.
"Iya, saya ingin kita hidup berdua bersama selamanya. Eomma ijinkan aku untuk melakukan ini semua, aku sangat mencintainya." Taeyong menatap foto Mamanya Seulgi.

KAMU SEDANG MEMBACA
A BEAUTIFUL MESS
Fanfiction[ COMPLETED ] Kisah seorang gadis dengan hati yang rapuh dan kuat untuk menghadapi dunia yang selalu melawannya. Ia bertemu dengan laki-laki yang sangat mencintainya, namun semua perlahan-lahan menyakitkan untuk mereka. Start: 22 January 2019 End :...