Love, That one word.

211 20 0
                                    

"Aku tahu apa yang Joy lakukan dengan adikmu, Aku minta maaf, mungkin kamu akan sangat membenciku sekarang." pernyataan Suho membuat Irene terkejut.

Ternyata selama ini Suho mengetahui perbuatan Joy.

"Ini benar-benar dibatas kesabaranku Suho-ssi." ucap tegas Irene.

Suho hanya menghela nafas.

"Sebenarnya dia seperti ini mungkin karena aku yang masih terlalu menyukaimu."

"Sudah kubilang, jangan. Lihat ini semua menjadi kacau, hidupku kini dihantui oleh perbuatan dia yang melukai adikku. Lalu apa yang kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah ini?" tanya Irene.

"Dia menginginkan aku dan dia hidup bersama." ucap Suho dengan menundukkan kepalanya

"yasudah lakukan." ucap Irene dengan kesal.

"Aku tidak bisa, aku masih tidak bisa bersamanya. Tidak semudah itu bersama seseorang yang tidak kita cintai sama sekali."

Irene mengangguk seakan-akan membenarkan pernyataan Suho bahwa tidak mudah bersama seseorang yang sama sekali tidak kita cintai.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Irene

"Biar saja aku yang mengurus Joy, kamu urus Seulgi dengan baik aku pastikan dia tidak melukai Seulgi lagi. Ini aku lakukan karna aku tidak ingin melihatmu tertekan."

"Aku akan berterima kasih padamu bila kamu bisa membuat Joy tidak melukai adikku seperti ini."

"Akan kulakukan yang terbaik." ucap Suho sambil memegang tangan Irene.

Namun Irene menolaknya, dia tidak ingin hal ini membuatnya semakin rumit.

Sementara itu Joy datang menemui Taeyong di café dekat kantor Taeyong bekerja.

"Untuk apa kamu ingin menemuiku?" tanya Taeyong.

"Ya untuk mengetahui kabarmu, aku mengkhawatirkanmu semenjak melihatmu seperti itu meninggalkan Seulgi." ucap Joy

"Mengkhawatirkanku?" tanya Taeyong dengan mengerutkan dahinya.

"Sepertinya aku terlalu masuk kedunia kalian?"

"Apa maksudmu? Sudahlah aku akan kembali bekerja." ucap Taeyong dengan sikap cueknya.

Taeyong berdiri meninggalkan Joy.

"Aku menyukaimu." ucap Joy dengan lantang.

Taeyong membalikkan badannya.

"Sudah cukup, jangan membuat hidupku lebih sulit. Hidupku mulai kacau semenjak kamu datang, tolong mulai menjauhiku sekarang." ucap Taeyong.

"Tidak bisakah kamu benar-benar melupakan Seulgi?" tanya Joy.

"Dengarkan aku baik-baik, bagaimana bisa aku melupakan dia? Aku mencintai dia saja tanpa alasan benar-benar murni tulus hatiku sangat mencintai dia."

Taeyong melangkah pergi menjauh.

Cinta tidak bisa ditebak kapan datang dan kapan pergi.

Cinta tidak bisa ditebak kapan datang dan kapan pergi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
A BEAUTIFUL MESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang