Always Remember You

266 28 3
                                    

Seulgi menceritakan sosok wanita yang ia sayangi kepada Mamanya Taeyong dan Taeyong. Seulgi menceritakan detail sosok mamahnya.

Tidak terlalu tinggi, kulitnya putih pucat, memiliki tanda lahir di tangannya.

Tangannya yang kasar karena kerja kerasnya namun disaat mengantarkan anak-anaknya tidur dan bersekolah tangan itu menjadi lembut.

Sosok wanita yang memiliki sejuta kegelisahan, ketakutan, kesakitan tapi itu semua ditutupi oleh senyuman.

"Kita menjadi alasan terkuat Eomma untuk terus bekerja keras namun setiap malam Seulgi selalu sedih meihat Eomma tidur dengan segala kelelahannya selama seharian penuh bekerja." Ucap Seulgi

Seulgi terus menceritakan tentang Mamanya yang jatuh sakit.

"Eomma sakit, saat itu aku tidak tahu kapan waktunya akan datang dan aku sangat marah benci dengan diri sendiri tapi Seulgi harus terima kenyataan bahwa Eomma sakit."

"Seulgi sangat ingin sekali memaki diri sendiri kalau lihat Eomma bersikap kuat padahal setiap malam Seulgi tahu bahwa Eomma kesakitan selalu meminum obat-obatnya dan terkadang mengeluarkan darah dari hidungnya. Namun Eomma tidak mengizinkan kita membantunya dan selalu mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Itu yang membuat Seulgi sangat marah." Seulgi bercerita dengan mata berkaca-kaca.

Seulgi mulai menangis,

Dia menutupi wajahnya dengan rambutnya.

Seulgi tidak biasa menunjukan rasa sedihnya pada semua yang dia kenal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seulgi tidak biasa menunjukan rasa sedihnya pada semua yang dia kenal.

Punggungnya mulai dirangkul oleh Mamanya Taeyong, mencoba menguatkan kekasih anaknya itu.

"Setelah beberapa hari Seulgi mencoba memaafkan diri sendiri dan mencoba kuat seperti Eomma, namun dunia tidak memihak Seulgi. Seulgi yang saat itu sedang dalam perjalanan membeli obat, Irene eonni menelfonku mengatakan bahwa Eomma masuk rumah sakit dan dalam kondisi kritis." ucap Seulgi.

"Setiap harinya Seulgi dan eonnie bergantian menjaga Eomma, hari kelima eomma terbangun dan melewati masa kritis. Seulgi kira semua akan seperti biasa, eomma pulang kerumah dan membuat makanan untuk kita namun tidak seperti itu. Keesokan harinya eomma pergi meninggalkan kita semua."

Ternyata Mamanya Seulgi hanya ingin melihat anak-anaknya untuk terakhir kalinya, mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya.

4 Tahun yang lalu

"Seulgi-ah mana eonni mu?" ucap Mama Seulgi.

"Eomma, dia lagi perjalanan kesini. Wae? Kangen eonni ya?" Seulgi berbicara dengan lembut dan memegang tangan mamanya.

"Eungg. Eomma mau lihat kalian, anak-anakku sudah besar semua. Tapi kamu tetep jadi bayi eomma yang harus disiapin pisang dan susu setiap malem. Maaf eomma gabisa nyiapin itu."

A BEAUTIFUL MESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang