Trapped

257 22 0
                                    

"Gomawo Taeyongie." peluk Seulgi.

Mereka sudah berada di depan rumah Seulgi. Hari ini penuh dengan segala rasa yang menyatu secara langsung.

"Kalau kamu mau menangis, menangislah. Kalau kamu mau tertawa, tertawalah. Lepaskan apapun yang kamu rasakan selagi itu semua bisa meringankan apapun di pikiranmu." Taeyong mengelus rambut Seulgi.

"Ne taeyongie." Seulgi mengangguk.

"Sana masuk, istirahat."

"Ne. Hati-hati di jalan ya. Jangan lupa kabarin aku kalau udah sampe."pinta Seulgi.

Sebulan kemudian.

Mereka merayakan hari jadi mereka. Tidak terasa sudah berbulan-bulan bersama.

Ini pertama kalinya Taeyong memiliki hubungan seperti ini.

Namun ini sudah kedua kalinya untuk Seulgi. Ya, yang pertama adalah Chanyeol.

Namun entah mengapa untuk kali ini dia tidak tahu harus bagaimana bila harus kehilangan cintanya ini.

"Irene eonni, bagaimana dengan hubunganmu dan dia, siapa namanya?" tanya Seulgi

"Suho? Dia tetap selalu datang menemuiku, namun aku selalu menolaknya walau aku tak sampai hati. Tapi aku harus bisa. Wae? Kenapa kamu tiba-tiba menanyai hal itu?" Irene

"gapapa eonni, terus cewenya gimana?" tanya Seulgi dengan penasaran.

"Dia tidak pernah menerorku lagi. Tapi anehnya, setiap dia datang menghampiri Suho yang sedang menggangguku dia selalu bilang kalau aku membuat seseorang terdekatku tersakiti sekarang." ucap Irene dengan menopang dagu.

"Maksud dia Suho oppa?"

"Kayanya bukan dia, hanya kamu dan doyoung orang-orang terdekatku."

"Ahh aku penasaran dengan suho oppa dan wanita itu, boleh aku datang ke kantormu eonni?"ucap Seulgi dengan memegang tangan kakanya.

"Jangan. Aku gamau kamu masuk dalam masalahku. Arra?" Irene menolaknya dan kembalu ke kamarnya.

Seulgi tidak menceritakan apapun ke Irene tentang Joy , dan apa yang dia lakukan ke Seulgi.

Dia tidak mau kakaknya khawatir.

Lagipula biarkan masalah ini hanya Seulgi dan Taeyong yang tahu.

Selama sebulan ini Joy tetap menganggu Seulgi tidak hanya sekali atau dua kali, sudah lima kali.

Entah kebetulan atau tidak, namun setiap kali Joy berusaha menyakiti dan menggangu Seulgi.

Selalu ada Taeyong.

Seperti janjinya, dia selalu ada untuk Seulgi.

Tapi tidak semudah itu Joy dikalahkan.

"Apa yang harus gue lakuin lagi karna ada cowo itu dia sekarang tidak semudah itu gue sakitin. Apa ya yang buat dia bener-bener menderita?" tanya Joy pada dirinya sendiri di depan kaca.

"Dan gue yakin Seulgi gatau gue sebenernya sekarang siapa, kayanya dia cuma tahu gue ini masih Joy dua tahun yang lalu. Bodohnya,"

"Gue tau, apa yang gue lakuin sekarang." Ucap Joy sinis dan mengambil tas nya dan pergi mengunjungi suatu tempat.

Joy mengirim pesan untuk Seulgi.

"Aku sadar setelah semua ini terjadi bahwa aku salah, aku minta maaf aku seperti ini karena aku sudah sangat stress, Dulu cuma kamu temanku yang selalu aku curhatin sampe aku menangis-menangis, bahkan seharian penuh kamu menghiburku. Aku cukup bodoh untuk menyakitimu.

Bisakah kamu menghiburku lagi Seulgi-ah, aku menunggumu di hangang river, aku akan menunggumu. Namun kalau kamu terlalu membenciku atas apa yang aku lakukan kamu tidak perlu datang.

Aku minta maaf. Mungkin menurut orang-orang lebih baik aku tidak ada di dunia. Maka sekarang keinginan mereka menjadi alasanku untuk pergi. Aku minta maaf. Seulgi-ah aku merindukanmu sebagai temanku."

Joy menulis pesan itu dengan licik.

Dia hanya tertawa dan menganggap bodoh seulgi.

Seulgi yang membacanya pun sangat khawatir walaupun dia disakiti seperti itu dia tetap mampu memaafkan dan mengkhawatirkan Joy.

Seulgi berencana untuk mendatangi Joy. Walaupun sebenarnya dia juga harus berhati-hati karena takut terjadi apa-apa makadari itu dia menghubungi Taeyong.

Namun rasa gelisah itu muncul, dia tahu Taeyong akan marah bila dia berbohong.

(by Call)

"Chagiya."

"Seulginie, Waeyo?"

"Nanti jangan jemput aku di café, aku ada janji dengan Irene eonni. Tapi jemput aku ya, tempatnya aku kabarin nanti chagiya."

"Kalau begitu, aku akan mengantarkanmu."

"Ahh jangan, aku bisa sendiri. Nanti Irene eonni menjemputku."

"Okelah aku jemput kamu nanti, kabari aku secepatnya. Hati-hati." Tutup Taeyong. Dia merasa tenang karena Seulgi bersama kakaknya.

Waktu menunjukan pukul 8 malam, Seulgi sudah bersiap-siap menuju hangang, dia menelpon nomor Joy namun tidak aktif. Seulgi khawatir bahwa Joy ada apa-apa.

Sementara itu, Joy mendatangi lokasi kerja Taeyong. Joy sudah menyiapkan scenario ini dengan matang dan dia percaya ini akan berhasil.

"Joy?" Taeyong terkejut ternyata yang mencarinya adalah Joy.

"Taeyong-ah aku gamau berlama-lama. Aku ingin mengakhiri masalah ini. Kamu ingin aku menjauhi Seulgi kan? Itu yang kamu mau? Aku bisa saja menjauhi seulgi, asal kamu bisa ikut peran juga." Joy mulai mendekati Taeyong.

"Aku tidak ada waktu denganmu. Maaf." Ucap Taeyong dan membalikkan badannya namun dia berhenti setelah mendengar perkataan Joy.

"Apa perlu aku melukainya? Seperti meninggalkan bekas luka? " Joy menatap Taeyong tajam.

"Jangan sekali-kali menyentuhnya!! Lagipula kamu tidak akan berani dan tidak akan bisa menyentuhnya. Aku akan ada bersama dia selalu."

"Menurutku aku sangat bisa dengan gampangnya menyentuhnya. Tidak percaya. Aku buktikan. Permisi." Joy pergi meninggalkan Taeyong.

Dalam diri Taeyong sebenarnya dia takut terjadi apa-apa dengan Seulgi.

Dia sama sekali tidak bisa fokus dan terus memikirkan Seulgi.

Nomor hp Seulgi tidak aktif, dia tidak bisa dihubungi membuat Taeyong tidak dapat tenang.

"Tenang taeyong, dia berjanji akan mengabariku." Taeyong berusaha menenangkan dirinya sendiri.

Tetapi hati tak bisa bohong.

Kegelisahan itu muncul.

Tidak bisa ditutupi walaupun dengan seribu cara, karena semua ini berhubungan dengan seseorang yang kita sayangi.

___________________________
Kira kira ada masukan atau kritik? Makasih buat semua orang yang udah vote cerita ini huhuhu aku tu terharu.... Jangan lupa buat keep vote dan komen kalau ada masukan. Happy Late Valentine Day, Seulyong Shipper🎉💗

Don't Forget  Vote and Comment, Thank u Achoo!

A BEAUTIFUL MESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang