And one

210 25 1
                                    

Apakah kamu masih ingat aku, yang mudah terluka, mudah menangis, dan mudah merindukan senyumanmu?
Aku ingin dan ingin kamu
dan satu hal lagi,
aku masih terluka dan sakit hati
Jika kamu melihatku, masih sama, masih seperti ini.
Air mata ku pun tidak kering, walau aku merasa kuat dan tidak terluka.
Seandainya saja kita bisa kembali ke awal
– Seulgi

Seulgi merindukan seseorang yang sangat ia sayangi.

Air mata itu selalu berjatuhan hanya dengan melihat foto-foto mereka.

Setiap Seulgi merasa gelisah seperti ini dia mendatangi Mamanya.

Makadari itu,

Sore ini dia menuju daerah yang cukup jauh untuk mendatangi Mamanya.

Melihat tempat terakhir Mamanya membuat hati Seulgi sedikit tenang.

"Eomma, maafin Seulgi baru bisa datang. Eomma tau aku sangat merindukanmu, sebenarnya aku ingin memperkenalmu dengan seseorang eomma tapi kurasa bukan sekarang waktu yg tepat."

Sudah lama dia tidak datang kesini.

Berdiri lama hanya untuk berdoa dan memandang Mamanya.

"Beberapa hari ini, hujannya sangat dingin namun air mataku membuatku hangat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Beberapa hari ini, hujannya sangat dingin namun air mataku membuatku hangat. Aku terlalu muda untuk merasakan hal seperti ini dibandingkan rasa sakitmu dulu eomma. Aku salut padamu eomma, tetap bisa bertahan. Temui aku lagi nanti eomma kita akan tertawa lagi, kita akan bersama lagi. Aku mencintaimu." Seulgi memberikan bunga yang dia bawa dan mencium kaca tempat Mamanya.

Langkahnya mulai menjauh,

Berjalan menuju dunia nyata kembali, dunia yang harus dia hadapi.

Diluar hujan,

Tak mungkin dia kehalte dengan tidak memakai payung.

Tapi waktu telah menunjukan pukul 8 jadi dia tidak mungkin melewati bis terakhir menuju Seoul.

Dengan nekat dia melewati hujan yang deras.

Berlari dan sempat terjatuh karena sepatu yang dia gunakan sudah licin,

Dia sampai halte tidak tepat waktu.

Bis terakhir sudah berangkat 5 menit yang lalu.

"Aishhh kalau tadi aku tidak kebanyakan mikir pasti aku tidak ketinggalan seperti ini. Terus gimana dong." Seulgi memukul kepalanya sendiri merasa bodoh dirinya.

Karena dalam keadaan basah kuyup dia menggigil, dia akhirnya mencoba menelpon Taeyong.

Mengirim pesan juga, tapi nihil tidak ada jawaban.

Baru saja dia mau mengabari Irene hpnya mati.

Seulgi cukup lama berada dihalte itu.

"Yasudah aku kesana dulu aja deh untuk menghangatkan badan." Ucap seulgi yang berlari melewati hujan deras lagi menuju minimarket.

A BEAUTIFUL MESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang