Converse- 09

1.3K 219 18
                                        


Hyunjin sibuk menuangkan es batu ke dalam baskom yang telah ia siapkan. Tangannya dengan sigap mencelupkan kain ke dalam es batu.
Semalam, Felix meraung, menangis dengan kencang. Meracau tidak jelas kepada Hyunjin. Akibat ucapan ibunya yang menyudutkan Felix, walaupun semua ucapan ibunya itu memang benar. Tapi, Felix tidak harus dimarahi di hadapan Hyunjin kan?

Setelah selesai menangis. Felix menyuruh Hyunjin untuk tidur di sampingnya. Ia menjadi manja sekali kepada Hyunjin, dan membisikkan, "Jangan bilang kepada siapapun, hyung." Hyunjin saat itu hanya mengernyit bingung. "Jangan bilang kalau aku pernah menangis." Hyunjin rasanya ingin tertawa saja, tapi ia masih cukup waras untuk menghindari tamparan dari Felix. "Kenapa? Kau takut jika fans mu itu akan meninggalkanmu?" Felix merengut tak suka. Namun, ia tetap menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Hyunjin. Malam itu, mereka tutup dengan tidur saling memeluk.

"Untuk apa, hyung?" Felix hanya menatap kegiatan Hyunjin. Tak berniat untuk membantunya.

"Kau ingin mengerjakan tugas dengan mata bengkak seperti itu?" Ah, Felix mengerti. Hari ini ia merengek kepada Hyunjin untuk menemaninya ke perpustakaan. Mengerjakan tugas reporting yang seharusnya di kumpulkan dua hari lagi.

Hyunjin juga, ia mendapatkan keringanan pengumpulan tugas dari dosennya hari besok. Jadi, jadwal mereka hari ini akan pergi ke perpustakaan daerah dan mengerjakan tugas.

Tangan Hyunjin ia bawa kearah kedua mata bengkak milik Felix. Menyuruhnya untuk menutup matanya dan berbaring di sofa miliknya. Hyunjin berada diatasnya. Posisinya intim sekali, saat Felix berada di bawah kungkungan suaminya.

Hyunjin segera menepis pikiran kotornya. Ia mengusapkan kain lap dingin di sekitar mata Felix. Bagi Hyunjin, saat itu Felix-nya manis sekali. Ia menuruti segala ucapan Hyunjin.

"Felix?" Felix bergumam. Kala mendapati Hyunjin yang tersenyum hangat diatasnya.

"Aku pikir, kau juga harus tahu, jika sebenarnya aku telah melakukan hubungan intim dengan para jalang." pipi Felix merona, ia malu saat Hyunjin menyebut nama jalang. Ia tidak pernah berkata kasar seperti itu, Felix anak baik-baik. Ibunya melarang keras putranya untuk sekedar keluyuran pada malam hari. Namun, juga ia kecewa saat mengetahui Hyunjin pernah melakukan hubungan intim dengan mereka. "Tapi, Felix. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri jika kau adalah yang terakhir. Aku mencintaimu, sungguh. Tidak seperti mereka yang aku tiduri, lalu pergi meninggalkannya. Kau lebih dari itu, boy. Aku berani bersumpah." Felix terkekeh geli mendengar penjelasan panjang Hyunjin.

"Hum, I'm fine. Then, you must teach me how doing a better sex." Felix merangkulkan kedua tangannya pada leher jenjang milik Hyunjin.

"No! Not now, boy. Remember, we'll going to library for our assignment." Felix menghela napas kecewa. Hyunjin tersenyum lebar.

"Jika aku memulai, aku tidak akan mengakhirinya, Felix. Aku tidak mau jika kita berdua sama-sama mendapatkan nilai buruk nantinya. Apa yang harus aku katakan kepada orang tuamu jika IPK mu menurun setelah menikah denganku?" Felix terkekeh. Hyunjin berdiri dari posisinya.

"Just once, let me kiss you, hyung." Hyunjin kali ini terkekeh, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Felix. Membuat Felix terpejam, jantungnya bahkan berdetak lebih kencang. Lantas, satu kecupan manis mendarat pada dahi Felix. Lama, hingga Hyunjin melepaskan ciumannya yang berada di dahinya.

"Enough, boy. You'll got that my heaven next time." Hyunjin merengkuh Felix ke dalam pelukannya.

"Aku menunggumu, hyung."

"Siapa yang mengajarimu menjadi pria nakal seperti ini, boy?" Felix menggeleng, ia mengembangkan senyum indahnya kepada Hyunjin. Felix tak menjawab, ia justru menjauh dari Hyunjin. Ia malu setengah mati, mengapa Felix menjadi binal seperti itu. Ingin sekali rasanya ia merutuki dirinya sendiri.

[1] Converse {HyunLix}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang