Mature :(
"Felix!" iris Hyunjin memicing, saat ia baru saja menginjakkan kakinya ke dalam apartemen. Melepas sepatunya, dan berjalan mendekati istrinya. Hyunjin tahu, kadar toleran Felix dengan alkohol sangat rendah. Tapi kali ini, Felix dengan dua botol bir yang ia simpan rapat, berhasil keluar dari tempatnya. "Ada apa, sayang?" Hyunjin mendesah lelah, istrinya dengan baju kebesaran miliknya dan paha mulusnya yang terekspos membuat Hyunjin mati-matian untuk tidak mengusapnya.
Hyunjin pikir, saat Felix tidak bisa datang ke pertandingannya ia sedang sibuk dengan suatu hal yang harus diurus. Namun, saat Hyunjin mendapati istrinya yang seperti itu, rasanya perasaan bersalah yang menyelinap pada hati Hyunjin semakin besar.
"Sayang? Are you okay?" ia membawa tangannya untuk memindahkan istrinya pada pangkuannya. Menelisik setiap tubuh istrinya. Membuka kaos yang dikenakannya untuk melihat apa yang telah terjadi selama Hyunjin meninggalkannya.
"M-maafkan aku, h-hyung. A-aku nakal." Felix menyandarkan wajahnya pada dada Hyunjin. Tangannya mengusap-usap tengkuk Hyunjin. Menimbulkan rangsangan yang menjalar pada tubuh suaminya. "Nghhh.." Felix mendesah dengan suara beratnya. Tubuhnya juga panas, pengaruh alkohol dan juga sentuhan Changbin yang tidak bertanggung jawab sama sekali.
"F-Fel?" Hyunjin yang heran melihat istrinya seperti itu hanya diam, meunggu perlakuan istrinya selanjutnya. Felix menggoyangkan bokong sintalnya, menggesekkan miliknya dengan milik Hyunjin yang hanya mengenakan celana basket. "Ada apa, baby boy? Kau mau melakukannya sekarang?" tak ada jawaban, Felix hanya membawa tangan Hyunjin untuk mengusap sensual pinggangnya, juga menelusupkan tangannya pada celana dalam Felix. Mengisyaratkan untuk meremasnya lebih kencang.
"I must got punishment, daddy~" bibir Felix mengerucut lucu. Hyunjin menggeram rendah, saat tangan mungil Felix mulai menarik celana yang Hyunjin kenakan, mengusap pelan penis suaminya. Felix kehilangan kesadaran, ia hanya mengikuti nafsunya yang bergejolak sejak tadi.
"Fel— akh! Setelah ini kau harus menjelaskan, apa yang sedang terjadi denganmu, baby boy!" Felix mengangguk lucu, ia mencuri kecupan dari bibir menggemaskan milik Hyunjin. Membiarkan Felix mendominasi kegiatan panas mereka.
Felix melumat bibir suaminya, bergantian. Sembari memasukkan lidahnya disana, mengajak Hyunjin untuk saling melilit dan bertukar saliva. "Anhh.. H-hyunghh.." Felix melepaskan ciumannya. Lidah Hyunjin turun pada perpotongan leher Felix. Mengecup ringan disana, karena luka Felix belum kering, sengaja tidak meninggalkan bekas atau menggigitnya.
"Babe?" Hyunjin menatap istrinya, meminta izin untuk membuka kemejanya. Felix mengangguk sebagai jawaban.
"A-aku mohon, hyung. A-aku hanya ingin melepaskan semua ini denganmu. Melewati seks pertama denganmu, bukan orang lain." Felix berkata parau, Hyunjin mengusap sayang pipi Felix. Air matanya menetes dari pelupuknya. Felix merasa bersalah, karena tubuhnya sudah pernah di sentuh oleh pria selain suaminya. Maka, hari ini ia akan menyerahkan semuanya kepada Hyunjin. Di bawah kuasa suaminya, bukan orang lain.
"As your wish, babe." Felix mengecup rahang Hyunjin, menggoda rahangnya dengan gigi Felix. Hyunjin berdiri, menggendong tubuh mungil Felix setengah telanjang ke dalam kamar.
Hyunjin membaringkan istrinya disana. Menatap dalam diam tubuh istrinya dengan mata yang sedang terpejam, napasnya memburu, bibirnya bengkak menggoda, sedikit terbuka. Dimata Hyunjin, Felix definisi keindahan yang sesungguhnya. "Babe, kau yakin akan melakukan hal yang menyakitkan seperti ini?" Hyunjin bertanya sekali lagi, tangannya sibuk membuka kaos yang ia kenakan.
Felix mengangguk sebagai jawaban.
"H-hyung, apakah kau keberatan?" Felix bertanya lirih, tentu saja Hyunjin menggeleng.
KAMU SEDANG MEMBACA
[1] Converse {HyunLix}
FanfictionJurnalis blusukan. Fotografer amatiran. Dan sepasang sepatu lusuh yang membawa mereka dalam satu ikatan. Started: 18/01/2019 End: 08/07/2019
![[1] Converse {HyunLix}](https://img.wattpad.com/cover/175474035-64-k85270.jpg)