Converse-18

1K 151 13
                                        


Felix tersenyum kecil, saat dirasa suaminya itu masih berada disana. Dengan mata terpejam, tangan yang melingkar posesif pada pinggang Felix. Ia tersenyum hangat, lantas mengecup singkat bibir Hyunjin. Lantas menyingkirkan tangannya perlahan, menyelimuti suaminya yang masih terlelap.

Leher Felix ngilu, obat merah yang dibubuhkan Hyunjin rasanya masih perih. Tapi Felix tidak peduli, ini sudah pukul tujuh dan ia terlambat bangun untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.

"Boy? Morning!" Felix tersentak, saat Hyunjin tiba-tiba berjalan kearahnya. Mengucek matanya, lalu menyandarkan dagunya pada bahu Felix. Napas Hyunjin naik turun, tak beraturan. Tangannya kembali melingkar disana. "Pagi sekali, boy? Seharusnya kau tidur, Felix. Kau juga harus mengisi tenaga untuk pertandingan bandmu. Jangan pedulikan aku, astaga." Hyunjin membalikkan tubuh Felix agar menghadapnya. Mengusap sayang pipi Felix.

"Hyung, kau harus bersiap. Bukankah sebentar lagi kau ada pertandingan basket?" Hyunjin mengangguk samar. Felix kembali menuangkan bubuk kopi ke dalam cangkir yang telah ia siapkan. "Atau ingin minum kopi terlebih dahulu, hyung?" Hyunjin mengangguk. Mengambil secangkir kopi yang berada di tangan Felix. Menaruhnya diatas meja.

"Tidak, aku ingin kau saja. Boleh?" Felix merona, ia belum terbiasa dengan ucapan Hyunjin yang cheesey seperti itu.

"Coach Andrew pasti akan marah saat tau Hyunjin hyung datang terlambat, jika menghabiskan pagi denganku." Hyunjin tidak peduli, ia justru dengan erat memeluk istrinya.

"Felix?" Hyunjin bergumam memanggil nama istrinya.

"Ya?"

"Ada sesuatu yang ingin aku berikan untukmu." Hyunjin menatap Felix serius. Ia berjalan menjauh dari pantry, meninggalkan kopi yang telah Felix siapkan, juga Felix yang diam mematung. Menunggu suaminya datang untuk menghampirinya lagi.

Satu bag dengan tulisan 'balenciaga' tertera disana. Felix melongo, ia belum bisa percaya jika suaminya membawa bag dengan merk terkenal seperti balenciaga.

"Hyung? Kau tidak perlu membelikanku pakaian seperti ini. Aku sudah berjanji untuk membeli kebutuhanku dengan uangku sendiri." Felix menunduk, ia memilin ujung baju tidurnya. Hyunjin terkekeh senang saat melihat istrinya berubah menggemaskan seperti itu

"Sure! Tapi biarkan aku membelikanmu pakaian untuk kali ini saja, hum? Agar aku tahu, bagaimana rasanya bertanggung jawab atas dirimu, sayang." ia mengusak sayang surai Felix. Lantas, ia meminum kopi yang telah Felix siapkan. "Manis, seperti dirimu." Felix tersipu, ucapan Hyunjin benar-benar membuat dirinya melayang tinggi.

"Cantik, aku akan bersiap untuk pertandingan hari ini. Jika kau mau, datang saja untuk melihatku sebelum pertandingan. Aku sangat bahagia, saat kau datang melihatku di tribun paling depan." Felix mengerjap pelan, Hyunjin terkekeh. Lalu, ia kembali mencuri satu kecupan hangat pada bibir tipis milik Felix. "Sial! Bibirmu membuatku candu! Ugh, rasanya aku tidak ingin meninggalkanmu untuk hari ini."

"Hyung! Cepat, kau harus bersiap! Sebelum coach akan menghukummu!" Felix tidak peduli, jujur saja, ia juga ingin menghabiskan waktu dengan Hyunjin. Seharian di dalam kamar, menceritakan banyak hal, membayar hutang waktu yang sempat mereka buang. Tapi, untuk saat ini mereka harus melepas ego masing-masing. Membiarkan waktu kembali memisahkan untuk kepentingan kegemarannya.

"As you wish, babe!" Hyunjin melesat pergi, sadar dengan omelan istrinya dan coach Andrew yang akan mengamuk jika ia terlambat dari pertandingan yang sudah di jadwalkan.

Tentu, Felix juga akan melihat suaminya untuk pertandingan hari ini, sebelum pertandingan dirinya dimulai. Menyemangati suaminya sepertinya lebih menyenangkan. Ia tidak ingin Seungmin yang berada disana dan meneriaki nama suaminya.

[1] Converse {HyunLix}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang