Converse- 24

1.1K 119 36
                                        


Felix menangis dalam diam, bersembunyi di balik kedua lututnya yang basah karena air matanya. Ia sakit, dengan perlakuan Seungmin. Walaupun, Hyunjin membelanya di depan matanya. Tetapi tetap saja, Felix masih merasakan sakit yang teramat dalam. Ia tidak bisa membayangkan, pertemanannya dengan Seungmin selama hampir dua tahun, hancur begitu saja karena Hyunjin.

Suaminya itu menghela napas, tangannya mengusap lembut punggung sempit milik istrinya, "Jangan menangis, Felix. Everything will be oke. Apa yang kau tangisi, hum?" Felix menggeleng pelan, ia menarik pinggang Hyunjin.

"Kiss me, hum?" Hyunjin tersenyum tipis saat mendengar ucapan istrinya, ia meraup bibir milik Felix, menciumnya dengan sangat berhati-hati seakan bibir yang membuatnya candu itu sangat rapuh ketika Hyunjin melumatnya dengan kasar. Lidahnya melesak ke dalam rongga hangat milik Felix. Dan istrinya melingkarkan tangan kepada suaminya. Memberikan dirinya dibawah kuasa seorang Hwang Hyunjin.

"Mpph- Anhh- " tangan Hyunjin menyingkap kemeja milik Felix. Membawa istrinya ke atas ranjang, mencumbu setiap lekukan tubuh polos Felix yang begitu menggoda.

Felix menahan kedua bahu Hyunjin, saat bibirnya akan menyapu permukaan tubuhnya. "Kenapa, sayang?" Felix meneguk ludahnya.

"I need my pain, hurt me, please, and my pain will lost when you more hurting my self," Hyunjin tertegun saat mendengar permintaan Felix. Selama ini, Hyunjin selalu memperlakukan Felix dengan lembut ketika bercinta. Ia tidak pernah menyakitinya, dan tidak akan pernah menyakiti istrinya.

"No, aku akan melakukannya seperti biasa. Dengan lembut," Hyunjin mengecup kedua kelopak mata Felix. Turun pada pipi tirusnya, lantas berlanjut pada hidungnya, dan terakhir mendarat pada bibirnya.

"Please, I begging you, hyung." Hyunjin tuli, ia tidak akan pernah melakukan apapun permintaan gila Felix. Ciumannya kembali turun pada nipple Felix, menciumnya, menariknya dengan gemas, menggigitnya, dan itu membuat Felix menggelinjang dengan nikmat, karena sentuhan Hyunjin yang memabukkan.

Lagi-lagi, Felix mendorong bahu Hyunjin. Menahan pria itu agar tidak melanjutkan kecupan-kecupan manis yang ia berikan. "Hurting me, hyung. Karena dengan menyakitiku, aku akan merasa baik-baik saja." air mata Felix kembali turun. Hyunjin menghela napas pasrah, ia mengangguk, sembari melucuti semua pakaian yang masih ia kenakan.

Plak

Tamparan keras mendarat pada pipi bokong Felix. Istrinya itu memejamkan matanya, dengan menggigit bibir menahan sakit.

"A-aku tidak bisa menyakitimu, lagi, Felix."

"Lanjutkan, hyung. Apapun yang akan kau lakukan, asalkan itu menyakitiku," Hyunjin menggeleng lemah. Ia mencium bekas tamparan yang diciptakan.

"Tidak akan,"

"Please, I begging you. Aku tersiksa. Sungguh, hyung." Hyunjin lagi-lagi hanya menghela napas.

"Apa yang kau inginkan, sayang?"

"Pukul, cambuk, luka, darah. Apapun itu, hyung. Kau bebas melakukan semua itu padaku." Felix menungging, tangannya meraih cambuk yang berada di atas nakas. Lantas, menyerahkan cambuk tersebut kepada suaminya. "Lakukan, hyung."

Hyunjin meneguk ludahnya kasar, ia tidak bisa melihat istrinya tersiksa dibawah kungkungan kuasanya. Tapi ini berbeda, permintaan Felix benar-benar membuatnya frustasi.

Ctar!

"Argh!" Felix menjerit, tangannya mengepal, matanya terpejam, menahan rasa perih yang mulai menderanya.

"Maaf, apakah itu sakit, sayang?" Felix menggeleng. "Aku tidak bisa melanjutkan,"

"Lakukan, hyung. Lakukan, aku akan baik-baik saja."

[1] Converse {HyunLix}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang