no vote. no komen. no lanjut.
kalo ada typo. maklumin ajah. ehe
—
"Hanbin-ah makanlah, kau sudah berjanji pada eomma akan makan banyak. Eomma ingin tubuhmu kembali seperti dulu.." kata Haeri membawa nampan berisi makanan.
Ya, selama lebih dari seminggu Haeri menyuruh Hanbin untuk tetap di rumah saja. Dia ingin memastikan putranya ini makan dengan teratur.
Dia ingin Hanbin pulih. Bangkit dan kembali seperti dulu.
"Iya eomma," sahut Hanbin.
Pemuda itu berjalan menghampiri Haeri dan duduk di depan wanita itu.
"Makan yang banyak, eomma mau berat badannmu kembali naik..." kata Haeri mengusap pipi Hanbin yang sekarang sudah lumayan kembali berisi. Tidak setirus minggu lalu.
Hanbin mengangguk dan memakan masakan Haeri. Dia tidak ingin membuat ibunya sedih lagi. Dia tidak ingin membuat ibunya menangis lagi.
"Eomma ingin kau di rumah saja. Sebelum berat badanmu kembali seperti dulu eomma tidak mengizinkanmu kembali ke agensi, kalau perlu eomma akan bicara pada Yang Hyun Suk.." kata Haeri.
Hanbin mengangguk. "Iya eomma, aku akan dirumah. Aku akan bersama eomma. Aku akan membuat lagu di rumah saja.." kata pemuda itu.
"Bagus, eomma takut kalau kau kembali ke agensi berat badanmu kembali turun dan kau kurang istirahat. Eomma tidak ingin kau sakit.."
"Iya eomma,"
Haeri tersenyum melihat Hanbin yang tengah makan. Wanita itu senang karena setidaknya pola makan Hanbin sudah normal sekarang.
"Oppa?"
Hanbin menoleh, dia tersenyum melihat Hanbyul yang ada di sampingnya. Pemuda itu langsung mengangkat tubuh Hanbyul keatas pangkuannya.
"Kenapa?"
"Kenapa oppa sangat kurus?" tanya Hanbyul memegang pipi Hanbin.
Hanbin mengambil tangan Hanyul yang ada di pipinya. Menciumnya sebentar.
"Oppa hanya kurang makan.." jawab Hanbin sambil tersenyum.
"Oppa makan yang banyak. Hanbyul tidak suka oppa kurus seperti ini. Oppa menakutkan.." kata Hanbyul menatap Hanbin.
Hanbin mengangguk. "Iya, lihat oppa sedang makan sekarang. Oppa makan banyak, tenang saja.." kata Hanbin menunjuk mangkuk berisi nasi miliknya.
Hanbyul menoleh dan mengangguk. "Iya oppa,"
"Hanbyul sudah makan?" tanya Hanbin menatap adiknya itu.
Hanbyul menggeleng. "Belum,"
Hanbin menghela nafas pelan. "Oppa suapi ya? Kita makan bersama.."
Hanbyul mengangguk. "Iya oppa,"
Hanbin pun tersenyum. Dia mulai menyuapi Hanbyul. Haeri yang melihat itu tak bisa menahan senyuman bahagianya. Andai saja setiap hari seperti ini.
Andai saja Hanbin selalu ada di rumah dan makan bersama seperti ini. Andai saja setiap hari dia bisa mengawasi pola makan dan jam istirahat anaknya. Hah~ sayang sekali hal-hal seperti ini begitu jarang terjadi. Hanbin lebih banyak menghabiskan waktunya di agensi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uri Sunny | hanlis | END
RomanceFULL CHAPTER DI KARYAKARSA Namanya Haneul, tapi Lalisa selalu memanggilnya Sunny. Cahayanya, kesayangannya, putrinya. Karena bagi Lisa, Sunny adalah cahaya yang menerangi dirinya ditengah kegelapan. Dan cahaya yang selalu menuntunnya menuju jalan pe...
