6. Name

8.2K 1.2K 167
                                        

no vote. no komen. no lanjut.


















----

Hari ini seperti biasanya Lisa mengajar bahasa Inggris untuk para murid sekolah dasar. Wanita itu begitu telaten mengajarkan berbagai macam kosa kata pada semua muridnya.

Mengajari anak-anak seperti ini membuat dia merasa seperti tengah mengajari Sunny. Lisa senang dengan pekerjaan ini, Lisa suka bekerja bersama dengan banyak anak kecil semacam ini.

"Ssaem?"

Lisa yang awalnya melihat keluar jendela menoleh begitu ada yang memanggilnya.

"Ne? Siapa yang barusan memanggil?" tanya wanita itu.

Seorang gadis kecil yang duduk di pojok mengangkat tangannya. Lisa tersenyum dan segera berjalan menghampiri gadis kecil itu.

"Ne kenapa? Apa kau kesulitan?" tanya Lisa menatap gadis itu lembut.

Gadis itu mengangguk pelan.

"Kenapa? Apa yang membuatmu kesulitan?" tanya Lisa mendudukkan diri di kursi kosong yang ada di depan gadis kecil itu.

"Ssaem aku susah mengingat warna-warna ini.." jawab gadis itu menunduk takut.

"Hey, " Lisa mengelus pelan kepala muridnya itu. "Jangan takut, ssaem tidak akan memarahimu kok.." kata Lisa sambil tersenyum.

Anak itu mengangkat kepala dan menatap Lisa. "Ta-tapi ssaem, aku susah menghafal warna-warna ini.." ucapnya.

"Mau ssaem ajarkan supaya lebih gampang mengingat warna-warna ini?" tanya Lisa.

Anak itu mengangguk antusias. "Ne ssaem aku mau, bagaimana caranya ssaem?" tanya anak itu semangat.

Lisa tertawa melihat anak itu begitu bersemangat. "Baiklah, eum tunggu sebentar ne. Ssaem akan mengambil sesuatu.." kata Lisa berdiri dari kursi dan kembali ke mejanya.

Anak itu hanya mengangguk dan menunggu Lisa kembali ke mejanya. Setelah beberapa saat Lisa kembali ke tempat gadis itu dengan membawa berbagai macam gambar buah.

"Nah, liat ini. Warna buah jeruk adalah orange, warna buah stoberi adalah merah, bahasa inggrisnya merah adalah red, warna buah apel adalah hijau bahasa inggrisnya adalah green.." kata Lisa menuliskan bahasa Inggris dari tiap warna buah dibalik gambarnya.

"Tapi ssaem apa aku bisa mengingatnya?" tanya anak itu.

Lisa berhenti menulis dan menatap anak itu sambil tersenyum lembut.

"Pasti bisa, ssaem percaya kamu anak yang cerdas. Nah, kamu boleh membawa ini untuk belajar di rumah, ne?" kata Lisa memberikan gambar-gambar buah yang sudah dia tulisi itu.

Gadis itu nampak terkejut. "Benarkah? Semua ini boleh untukku ssaem?"

Lisa mengangguk. "Iya ini semua untukmu supaya kamu lebih cepat belajar.." jawab Lisa menepuk pelan puncak kepala anak itu.

Anak itu tersenyum senang, dia mendekat dan memeluk Lisa. "Ah terima kasih ssaem," ucapnya tulus.

Lisa mengangguk dan membalas pelukan anak itu. "Ne sama-sama, mulai sekarang kalau kamu kesulitan lagi beritahu ssaem ya? Ssaem akan membantumu," kata Lisa.

Anak itu mengangguk.

"Ssaem kami juga ingin seperti itu,"

Lisa menoleh, dia sedikit terkejut saat melihat anak didiknya yang lain tengah menatapnya.

Uri Sunny | hanlis | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang